Unsur-Unsur Injil Yohanes


UNSUR_UNSUR INJIL YOHANES

    Unsur-Unsur Injil Yohanes
              Sebagaimana dalam inil Lukas, khotbah di Nasaret mengandung unsur-unsur utama Injil itu, sehingga boleh kita anggap prolog (pendahuluan) 1:1-18 dalam Injil Yohanes, yang membentangkan program dari apa yang dituturkan selanjutnya. Dalam prolog itu dapat dibedakan selaku unsur-unsur utama:
1.      Firman Allah yang kekal dari Allah yang kekal (1:1), Anak Tunggal Allah yang mulia (1:14,18), yang didalamnya ada terang dan hidup(1:4).
2.      Menjadi manusia datang kedunia, yaitu milik kepunyaanNya (1:9, 11, 14), tetapi dunia tidak menerima Dia (1:5, 10, dsb).
3.      Orang-orang yang percaya kepadaNya diperanakkan kembali (1:12, dyb). Menerima dari kepenuhanNya kasih karunia demi kasih karunia (1:16, dyb).
    Mula-mula kita mau membicarakan unsur pertama, yakni Yesus ialah Firman, Firman Allah. Jika Firman itu merupakan pokok utama, maka pantaslah bila Firman itu merupakan pokok utama, maka pantaslah bila firman itu diberi tempat utama. Buktinya kentara, biarpun kita membaca injil ini sepintas lalu.
           Misalnya, dari segala mukjizat yang diceritakan oleh penginjil-penginjil Sinoptik, hanya dua terdapat dalam Injil Yohanes, yakni Yesus memberi makan 5.000 orang (Yoh. 6:1, Mat. 14:13, Mrk 6:32, Luk. 9:10), dan peristiwa yang segera menyusul, Yesus berjalan di danau Galilea (Yoh. 6:16, Mat. 14:22, Mrk. 6:45). Juga banyak peristiwa lain yang tidak kalah penting misalnya pembaptisan Yesus, pemilihan kedua belas rasul, penetapan perjamuan Kudus – tidak disebut dengan tegas.
          Bersangkutan dengan unsur kedua, yakni datangnya Yesus kedunia, padahal dunia ini menolak dia, maka baiklah dikemukakan beberapa hal  lagi. Pertama-tama, patut kita perhatikan bahwa dikatakan : dunia. Didalam Injil ini dari mula pertama telah ada pandangan kosmis, hanya satu kali orang Yahudi, kaum Israel, diistimewakan (4:22). Tetapi, justru dalam pasal inilah Tuhan Yesus bercakap-cakap dengan seorang perempuan Samaria. Dari perempuan itulah Ia menerima sambutan sepenuhnya, malah juga dari orang-orang sekotanya. Dalam rangkaian ini patutlah diperhatikan rumusan: “Dialah benar-benar Juruslamat dunia”. Ada salinan-salinan: D, kelompok Bisantin , dan lain-lain yang menambahkan : “Kristus”, tetapi itu agaknya adalah tambahan kemudian.
         Tentang unsur ketiga dari prolog itu:; pembaruan di dalam Yesus Kristus dengan menerima dari kepenuhanNya kasih karunia demi kasih karunia, kiranya tak perlu diuraikan lagi dengan panjang lebar. Didalam seluruh Injil unsur ini terdapat. disebut misalnya, 1:12. Yesus datang memanggil orang-orang untuk percaya, dan demi kepercayaan itu mereka memperoleh bagian dalam keselamatan, hidup yang kekal sekarang ini juga.
      
Bahasa
Bahasanya bukan saja masih memuat agak banyak kata Aram. Semuanya dengan terjemahannya, jadi injil ini dikarang bukanuntuk orang-orang Yahudi, tetapi pada umumnya juga begitu memperhatikan latar belakan aram, sehingga ada ahli yang beranggapan, bahwa injil ini sebenarnya terjemahan dari suatu karangan asli Aram. Jadi, dari bahasanya juga ternyata bahwa pengarang  adalah seorang Yahudi. Akhirnya, keterangan-keterangan singkat menyatakan bahwa pengarang adalah seorang dari kalangan pengiring-pengiring Yesus, yang menyaksikan sendiri hal-hal yang ditulisnya.
      
Waktu
        Tentang waktunya Injil ini dikarang perlu memperhatikan suatu hal pada penghabisan Injil ini; sebenarnya 20:30, dyb, sudah merupakan akhirnya. Agaknya pasal 21 adalah tambahan orang lain  (“kita” 21:24), agaknya adalah murid-murid karib Yohanes. Waktu Yohanes meninggal, ternyata bahwa ada kalangan yang kecewa, karena mereka menyangka bahwa yesus sendiri telah menjanjikan bahwa ia tidak akan mati. Kesalahpahaman itu dikoreksi dalam ayat 23. Kesempatan tiu digunakan lagi untuk menjelaskan tentang penerimaan Petrus kembali dan cara ia mati. Jadi, injil ini dalam bentuknya yang sekarang ( dikurangi 7:53-8:11) dengan tambahan pasal 21, diterbitkan sesudah Yohane meninggal. Juga disitu dikatakan bahwa Yohanes meniggal pada usia yang sangan lanjut pada masa kaisar Trayanus(98-117) jika kabar ini benar, maka injiol ini diterbitkan sesudah tahun 98, jadi kurng lebih tahun100.
         Diatas ini sudah dipaparkan beberapa kali bahwa ada perbedaan antara injil-injil sinoptik dan injil Yohanes. Perlu ditambahkan lagi beberapa bahan agar gambarannya menjadi lengkap walau tak sempurna.
       
Soal penentuan waktu
Dari injil-injil sinoptik, kita mendapat pesan bahwa hanya satu kali saja yesus pergi ke Yerusalem, yakni unutk menemui ajalnya. Ada tanda-tanda yang menunjukkan bahwa diadakan kunjungan yang berulang-ulang. Dari Injil Yohanes kita mengetahui bahwa sekurang-kurangnya Yesus pergi ke Yerusalem. Dan 3 kali pesta paskah disebutkan. Gejala ini membuktikan pula 2 hal. Pertama, kebebasan dan maksud pengarang injil sinoptik. Biarpun mereka tahu bahwa Yesus lebih dari satu kali mengunjungi Yerusalem, tetapi hal itu tidak penting dalam rangka rencananya, jadi tidak ia sebutkan. Kedua, hubungan erat antara ketiga injil sinoptik itu.

      Ajaran 
 Beda antara perumpamaan dan Alegori ialah bahwa maksud perumpaan adalah untuk menerangkan suatu hal tertentu saja misalnya dalam perumpamaan tentang orang samaria yang murah hati: sesama manusia tahu saling mengasihi. Sebaliknya, Alegori ialah memang suatu cerita yang didalamnya hampir setiap unsur mempunyai arti rohani; pokok anggur: Kristus; ranting-ranting: anggota-anggota tubuhnya, orang-orang kristen. Pengusahanya: Allah Bapa. Disamping Alegori itu memang banyak terdapat beberapa khiasan(Yoh 3:8,29;12:24; 16 ayat 21) tetapi terus terasa bahwa fungsinya didalam tuturan itu adalah lain daripada perumpaan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Singkat Terbentuknya Gereja Kristen Sulawesi Barat (GKSB)

Kepemimpinan Perempuan dalam Gereja (suatu tinjauan Sosio-Teologis terhadap Kepemimpinan Pendeta Perempuan dalam Gereja Kristen Sulawesi Barat)

Laporan Baca : Buku Apakah Penggembalaan Itu ?