Laporan Baca : Buku Apakah Penggembalaan Itu ?
Laporan Baca : Buku Apakah Penggembalaan Itu ?
Jumlah Halaman : 254 Halaman.
Penggembalaan merupakan sebuah bagian dari praktika penggembelaan. Dalam bahasa Latin, gembala ialah “pastor”, dan dalam bahasa Yunani “poimen”. Maka penggembalaan sendiri dapat disebut “poimenika” atau “pastoralia”. Pelayanan-pelayanan pastoral merupakan sebuah bentuk pelayanan penggembalaan.
Jumlah Halaman : 254 Halaman.
Penggembalaan merupakan sebuah bagian dari praktika penggembelaan. Dalam bahasa Latin, gembala ialah “pastor”, dan dalam bahasa Yunani “poimen”. Maka penggembalaan sendiri dapat disebut “poimenika” atau “pastoralia”. Pelayanan-pelayanan pastoral merupakan sebuah bentuk pelayanan penggembalaan.
Pasal
II
Apakah
Tujuan Penggembalaan Itu?
Tujuan dari
penggembalaan sendiri ialah supaya gereja menjadi penuh, terlihat bagus apabila
saat kebaktian gereja itu bisa terisi penuh, namun hal itu bukanlah sebuah
jaminan bahwa jemaat gereja itu adalah jemaat yang hidup. Tujuan lain ialah
gereja menjadi kudus dan jemaat gereja bisa lebih mudah untuk dibangun.
Pasal
III
Kebaktian
atau Penggembalaan
Ada beberapa perbedaan
antara kebaktian dan penggembalaan, perbedaan itu dapat dilihat dari beberapa
hal seperti, peranan firman, peranan anggota jemaat, dan khotbah dan
percakapan. Dalam kebaktian, seorang gembala menghadapi banyak jemaat sedangkan
dalam penggembalaan seorang gembala menghadapi satu atau dua orang saja untuk
diajak berdiskusi bersama.
Pasal
IV
Peranan Firman Allah dalam
Penggembalaan
Dalam sebuah
penggembalaan, sebuah firman itu sangat berperan penting dalam sebuah
penggembalaan, yakni Alkitab. Para gembala maupun jemaat harus membaca serta
menyelidiki bagaimana isi dari Alkitab dan bagaimana cara penerapannya dalam
kehidupan sehari-hari.
Pasal
V
Bagaimana Hubungan Antara
Memimpin dan Melayani dalam Jemaat
Dalam memimpin serta
melayani dalam jemaat memiliki arti yang tidak terlalu jauh karena dengan
memimpin kita juga bisa melayani dan membimbing jemaat sampai mereka menjadi
dewasa dan mengenal Yesus Kristus dengan tidak melupakan tujuan dari kehidupan
jemaat yaitu kerajaan Allah.
Pasal
VI
Siapakah Gembala Dalam Jemaat
Di dalam jemaat, gembala
yang sebenarnya ialah Yesus Kristus sendiri. Gembala-gembala yang telah dipilih
dalam jemaat itu seperti anggota-anggota majelis jemaat merupakan orang-orang
yang dipilih khusus untuk mengarahkan juga membantu anggota jemaat yang ada.
Gembala jemaat harus bisa memperlengkapi jemaatnya dalam melaksanakan setiap
tugas dan tanggung jawab pelayanannya.
Pasal
VII
Tentang Sifat-sifat Seorang Gembala
Khusus
Sifat dari seorang
gembala sendiri ialah harus mengenal Yesus Kristus dan karya-karya-Nya,
sehingga ia dapat mengikuti bagaimana kelakuan Yesus Kristus. Gembala khusus
yang dipilih itu harusnya bisa selalu mengampuni, melayani serta memahami
anggota-anggota jemaatnya. Seorang gembala jemaat yang dipilih tidaklah harus
seorang psikologi melainkan ia harus rajin serta tahu mendengarkan.
Pasal
VIII
Tentang Keluarga Pendeta
Tentang seorang pendeta
serta anggota-anggota jemaat boleh merupakan seorang pengikut-pengikut Kristus,
dalam hidupnya harus sebagai pengikut-pengikut Kristus dengan mau menanggung
segala akibat-akibatnya.
Pasal
IX
Beberapa
Petunjuk Praktis Untuk Melaksanakan Penggembalaan pada Umumnya
Dalam melaksanakan
sebuah penggembalaan ada beberapa petunjuk yang harus dilakukan seperti, harus
berani, bisa mengatur waktu dan bisa menyediakan waktu tertentu untuk
penggembalaan, bisa belajar melatih diri sampai menjadi ahli dalam
penggembalaan, serta gembala harus memiliki sebuah buku catatan dan memegang
rahasia jabatan.
Pasal
X
Perkunjungan
Pastoral
Dengan adanya
perkunjungan pastoral seperti ini sangat membantu dalam proses penggembalaan.
Perkunjungan ini dapat dilakukan dalam sebuah praktik penggembalaan sehingga
orang-orang yang memerlukan bimbingan, nasihat maupun perhatian dapat dibimbing
dengan baik dari seorang gembala.
Pasal
XI
Percakapan
Pastoral
Dalam pastoral
percakapan yang dibutuhkan dengan seorang konseli bertujuan sebagai alat untuk
menghubungi, menolong serta membimbing dalam proses pelayanan pastoral.
Percakapan sendiri dapat memberi kita suatu kemungkinan utama untuk mewujudkan
perhatian dan kasih dari seorang gembala.
Pasal
XII
Teknik
Percakapan
Dalam proses percakaan
dengan seorang konselli, hal yang harus dilakukan yaitu kita tidak boleh
berbicara terlalu banyak, tidak memotong pembicaraan orang, tidak boleh takut
serta gelisah karena hal itu dapat mempengaruhi dalam proses pelayanan pastoral
yang dilakukan. Yang perlu dikembangkan ialah harus bersikap sabar dan
memberikan perhatian lebih kepada seorang konseli.
Pasal
XIII
Pengakuan
Dosa Penggembalaan
Seorang
gembala dapat menerangkan kepada anggota jemaatnya bahwa kehidupan Kristen terdiri dari
jatuh dan bangkit lagi. Oleh
sebab itu, setiap
orang Kristen
tidak bisa menjadi sombong atau memuji dirinya sendiri atas kebaikannya.
Pasal XIV
Disiplin Gereja
Sikap
pengampunan dalam sebuah jemaaat
soal pengampunan adalah adanya
hubungan yang erat
dengan soal menasehati dan soal
disiplin. Seorang yang telah bertobat di ampuni oleh Tuhan, jadi seharusnya anggota jemaat juga harus mengampuni saudaranya
dalam jemaat.
Pasal XV
Penggembalaan Sekitar Baptisan
Pelayanan batisan
adalah suatu sakramen, suatu tanda sakral, yang memperlihatkan itu kepada jemaat. Hal
itu berarti bahwa jemaat harus menyaksikan pelayanan batisan. Jadi air
babtisan, orang tua, saksi-saksi anak yang mau dibabtis, dan pendeta harus di
tempatkan dan diatur sedemikian rupa hingga jemaat dapat menyaksikan pelayanan
babtisan.
Pasal XVI
Penggembalaan Berhubungan Dengan Peneguhan Sidi dan
Perjamuan Kudus
Dalam peneguhan sidi
maupun dalam persiapan sakramen perjamuan kudus, penggembalaan sangat
dibutuhkan karena dengan adanya sebuah bimbingan dari seorang gembala maka
persiapan atau sakramen yang akan dilakukan bisa lebih mudah dilakukan dan
dalam sebuah sakramen bisa lebih mudah dalam sebuah percakapan.
Pasal XVII
Penggembalaan Sekitar Perayaan Perjamuan Kudus
Perjamuan kudus merupakan
suatu perjamuan yang dapat dilakukan untuk memperingati perjamuan kematian,
sebagaimana diadakan dalam banyak daerah di Indonesia.berdasarkan pandangan
ini, beberapa daerah di Indonesia orang biasanya menggunakan pakaian dengan
nuansa hitam dalam perayaan perjamuan kudus.
Pasal XVIII
Penggembalaan kepada Pemuda-pemudi
Penggembalaan bagi
pemuda-pemudi itu sangat penting untuk kalangan muda-mudi masa kini. Karena
banyak orang tua yang sudah mengeluh akan anak-anak mereka oleh karena itu
penggembalaan pastoral sangat penting bagi kalangan muda-mudi masa kini.
Pasal XIX
Penggembalaan Berkisar Sekitar Peneguhan Nikah
Penggembalaan bagi
seorang yang akan menerima peneguhan nikah sangat membutuhkan bimbingan dari
seorang gembala. Sebelum dua orang memulai kehidupannya kepada pasangan yang
hendak menikah itu, seorang gembala bisa memberikan keterangan-keterangan dan
bimbingan kepada jemaatnya.
Pasal XX
Kesulitan-kesulitan dalam Perkawinan
Faktor yang menentukan
kebahagiaan perkawinan adalah kepribadian dan kedewasaan dari pasangan karena
hal itu sangat penting. Penggembalaan kepada suami istri yang hidup dalam
kesulitan dalam perkawinannya, tentang perceraian, dan lain-lain.
Pasal XXI
Penggembalaan Kepada Orang yang Lanjut Usia
Orang-orang yang berusia
lanjut dalam sebuah jemaat juga membutuhkan penggembalaan, supaya orang-orang
yang lanjut usia bisa saling bertemu antara satu dengan yang lainnya dalam
kegiatan-kegiatan yang ada.
Pasal XXII
Penggembalaan Kepada Orang yang Sakit
Penggembalaan itu sangat penting kepada orang-orang yang
sakit misalnya jika ada anggota jemaat yang sakit suatu kelompok atau anggota
majelis jemaat haruslah mengunjungi orang-orang yang sakit tersebut.
Pasal XXIII
Penggembalaan yang Berkisar Sekitaran Kematian
Pada proses kedukaan
adalah salah satu proses yang cukup lama sehingga dalam hal ini, penggembalaan
sangat dibutuhkan karena gembala yang khusus (anggota jemaat) mengunjungi
keluarga yang sedang mengalami kedukaan sampai orang yang berduka itu terhibur
sehingga dapat melihat kasih Tuhan.
Pasal XXIV
Penggembalaan Kepada Orang yang Meringkuk Dalam Penjara
Orang-orang yang meringkuk dalam pencara pada umumnya
dianggap sebagai orang yang sangat berdosa yang melakukan pembunuhan,
perzinahan, politikus, dan semacam itu. Namun, tidaklah mengapa karena
orang-orang yang seperti itu juga membutuhkan sebuah penggembalaan untuk
menguatkan mereka menghadapi hukumannya.
Komentar
Posting Komentar