Tujuan kitab Pengkhotbah
Kitab Pengkhotbah mencatat renungan-renungan sinisnya tentang kesia-siaan dan kehampaan usaha menemukan kebahagiaan hidup terlepas dari Allah dan firman-Nya. Ia telah mengalami kekayaan, kuasa, kehormatan, ketenaran, dan kesenangan sensual – semua secara melimpah – namun semua itu akhirnya merupakan kehampaan dan kekecewaannya saja, “kesia-siaan belaka! Kesia-siaan belaka!... segala sesuatu adalah sia-sia” (1:2).
Tujuan utamanya dalam menulis pengkhotbah mungkin adalah menyampaikan semua penyesalan dan kesaksiannya kepada orang lain sebelum ia wafat, khususnya kepada kaum muda, supaya mereka tidak melandaskan nilai-nilai seorang harta benda duniawi dan ambisi pribadi. Sekalipun orang muda harus menikmati masa muda mereka (11:9-10), adalah lebih penting untuk mengabdikan diri kepada Sang Pencipta (12:1) dan membulatkan tekad untuk takut akan Allah dan berpegang pada perintah-perintah-Nya (12:13-14); itulah satu-satunya jalan untuk menemukan makna hidup ini. Jadi tujuan pengkhotbah ialah menghancurkan ketergantungan manusia pada dunia materiil untuk kepuasan dalam kehidupannya, dan menunjukkan bahwa sebenarnya dunia merupakan alat untuk penyataan kebaikan, hikmat dan kebenaran ALLAH.
Maka dianjurkannya agar manusia menikmati kehidupan di dalam dunia, separti orang penggemar makan dan minum saja melainkan sebagai anak Allah, oleh karena mereka bersandar kepada Dia untuk kehidupan dan kesenangan (2:25; 3:13;5:19). Kehidupan yang kosong dan sia-sia belaka dapat dihindarkan dengan cara ingat akan Tuhan (12:1), takut akan Dia dan mentaati perintah-perintah-Nya (12:13). Ini bukanlah pandangan seorang skeptis melainkan pandangan seorang yang beriman, walaupun barangkali dia tidak mengerti semua seluk-beluk dan kontradiksi-kontradiksi hidup di dunia, namun dia tetap percaya kepada Allah sebab Allah itu tidak berubah (3:14).
Komentar
Posting Komentar