Tugas Laporan Baca Dalam Bentuk Ringkasan (Buku: Metode Penafsiran Alkitab)








Laporan baca ini saya mencoba membuat dalam suatu kerangka dengan menjelaskan atau melaporkan hal-hal yang terpenting atau inti dalam setiap judul atau perikop-perikop.

BAB I
CARA MEMBACA BUKU-BUKU
1.    Apa yang harus kit abaca ?
Hal yan terpenting dalam menafsir adalah menemukan buku yang perlu kit abaca. Ada empat buku yan pentin dalam menafsir, antara lain :
a.       Biblia Hebraica, Septuaginta Novum Testamentum Graece dan terjemahan-terjemahan
b.      Alat pembantu Kamus Bahasa, Tata bahasa,  KOnkordansi, Sinopsis, Atlas
c.       Karangan-karagnan suatu pokok teologi Artikel dalam kamus Teologi
d.      Buku tafsir
Jelas bahwa dalam menafsir tentu kita membutuhkan sumber-sumber dari teks yang akan kita kaji lebih mendalam karena itu sangat membantu ketika kita mencoba menafsir atau mengkaji suatu taks. Lebih jelasnya bahwa menafsir tanpa tanpa menggunakan beberapa sumber atau hanya satu sumber saja kita tentunya tidak akan menemukan makna yan sebenarnya.
2.    Bagaimana kita membaca ?
Dalam membaca sebuah sumber tentunya yang dibutuhkan ialah konsenteri yang terfokus pada bacaan tersebut sipaya apa yan kit abaca dari dalamnya kita dapat menerti dan memahami apa isi pokok atau inti dari buku yan kit abaca atau kita dapat mengetahui bagaimana alur atau cara berfikir dari penulis buku tersebut.
Dibawah ini ada beberapa langkah dalam membaca antara lain :
a.       Judul buku
Dari judul buku kita dapat mengambil suatu makna atau kita dapat mengetahui apa isi dari buku tersebut.
b.      Pengarang
Jika kita melihat dari nama pengaran buku tentunya kita akan mengetahui baaimana alur pemikiran dan bagaimana cara berfikir pengarang buku tersebut jika kita sudah mengenal nama pengarang tersebut atau sudah membaca lebih banyak tentan buku-buku karangannya.
c.       Terbitan
Ini tentunya juga menjadi suatu hal yan sangat penting dimana karena tahun terbitan biasanya tersusun dan juga terbitan baru biasanya memberikan sorotan atau tambahan penjelasan terhadap terbitan yang sudah ada sebelumnya.
d.      Daftar isi dan indeks
Pentinya melihat hal ini bahwa dari sinilah penarang menyusun dan memberikan struktur dalam suatu buku dan dari setiap perikop atau indek itu diberikan penjelasa.
e.       Kata pengantar dan Bab pendahuluan
Dalam hal ini pengaran bisanya memberikan penjelasan alasan dan tujuan penulisan atau penyajian buku tersebut.
f.       Kesimpulan
Ini sebaiknya dibaca dari awal dimana karena biasanya pengarang buku menuliskan ini dari keseluruhan bukunya.
3.        Bagaimana kita menguasai bahan bacaan ?
Dalam membaca sebuah buku, sebaiknya kita meggunakan suatu catatan kecil karena hal ini akan sangat membantu pembaca untuk lebih mudah untuk memahami atau menguasai apa yan sudah dibaca.

BAB II
CARA MENGUTIP DAN MENCATAT

1.      Apa yang harus kutip dan catat ?
Membaca adalah tahap awal dari mencatat. Mencatat dari buku ialah supaya kita menyimpan pikiran-pikiran yan belum diketehui. Semakin banyak membaca maka semakin banyak juga orientari fikiran kita. Untuk itu ada beberapa pedoman yang harus diperhatikan :
a.       Pertama-tama yang dicatat ialah daftar buku.
Yang perlu dicatat ialah segala data buku sebab didalam data memberikan perikop lalu kemudian perikop tersebut dijelaskan secara terperinci dan jelas. Juga melihat setiap perbedaan dan kesamaan tiap alinea karena ini merupakan suatu pertimbangan dan keputuan pembaca dan pendengar. Ini sangat membantu pembaca untuk menentukan dan memperbandinkan apakah pembaca sepaham atau tidak sepaham tentang tentang uraian penulis.
b.      Istilah dan pengertian
Untuk memudahkan pembaca memahami suatu istilah maka dianjurkan untuk mencatat setiap istilah yan ada dan mencari arti atau penjelasan tersebut, sebab istilah-istilah memberikan defenisi yang dirumuskan secara detail. Terlepas dari itu juga perlu diperhatikan dan dipahami adalah bagaimana gaya bahasa dan tata bahasa yang digunakan.
c.       Tanda-tanda
Yan dimaksutkan disini sebagai tanda-tanda bukanlah tanda baca melainkan suatu penegrtian tentang inti atau sari pati dari tulisan. Tiap kata dapat menjadi tanda atau suatu simbol atau menjadi gambaran pentin dalam catatan.
2.      Bagaimana kita mencatat ?
Di era modern sekarang ini mahasiswa tidak lagi menggunakan buku yang terlalu tebal karena itu sangat membosankan beberapa mahasiswa. Oleh karena itu muncul barbagai macam karya-karya melalului jenis kartu catatan antara lain :
a.       Berisi singkatan-singkatan atau iktiar
membuat kartu ikhtiar bukan hanya membaca dan mencatat catatan kakinya tanpa bagian melainkan keseluruhan bahan-bahan yang dicatat  dapat mewakili pendapat asli penulis.
b.      Berisi kutipan-kutipan langsung da tidak langsung
Inti yang perlu dicatat ialah kata-kata atau kalimat langsung dan tidak langsun kemudian yang dicatat itu harus diberikan suatu tanda ini lebih mempermuda kita untuk lebih cepat memahaminya.
c.       Berisi tanggapan-tanggapan atau ulasan-ulasan terhadap buku yang dibaca itu.
Ini berisi tentang tanggapan, reaksi dan sifat terhadap buku-buku yang ditulis oleh para ahli. Lebih jelasnya ini mengajak kita untuk berdiskusi denagan buku yang kit abaca sehingga menghasilkan suatu pertimbangan yang matang.
3.      Bagaimana kita mengisi kartu catatan ?
Setiap catatan dalam kartu itu harus diperjelas denan membuat kolom-kolom dimana setiap kolom berisikan setiap judul atau perikop desertai dengan halaman dan penjelasan isi pokok dari judul tersebut.

BABA III
PERJANJIAN LAMA

Pembimbin ke dalam metode dan cara penyusunan karangan tafsir Perjanjian Lama
Inti pembahan dari bab ini adalah berfokus terhadap teks-teks Perjanjian Lama. Juga kaitannya dengan Perjanjian Baru, karena Perjanjian Lama dianggap dan dinilai sebagai Alkitab jemaat purbakala, sejak berdirinya persekutuan di palestina. Meski penilain Geraja terhadap PL sempat ditolak pada abad ke-2 sM. Namun dapat kembali dipulihkan meski dalam waktu berabad-abad. Alasan penolakan ialah sebab dinilai sebagai sesuatu yang tidak bersejarah dan tidak kritik terhadap waktu.
Sangat jelas bahwa Alkitab adalah inti pokok dari penafsiran, sebab dianggap sebagai Firman dan Tindakan Allah. Penafsir tidak cukup jika hanya pengarangnya saja, melinkan lebih kepada hubungan kehidupan sebab Alkitab berisikan tentang tempat, konteks, teks, dan budaya.
I.         Analisis Nats PL
Teks kanon yang ada sekarang ini adalah teks marosa yang ditandai dengan M karena teks tersebut dipandang sebagai marosa karena ditradisikan untuk dipakai. Masora adalah kata aram yang berarti mesar yan berarti mentradisikan masora. Teks-teks ini sudah sangat lama dijaga sejak dahulu ketika ditemukannya gulunan Qumran yang berisi tentang rahasia nats tentang usia Alkitab yang ditemukan lebih tua sebanyak 1000 tahun. Penyampaian teks kepada setiap pendengar itu dilakukan secara lisan, lalu kemudian mulailah ditulis dengan mengikuti trisi dengan memperhatikan ayat-ayat dan barisan catatannya.
Pada tahun 1967/1977 diterbitkan Kitab PL yang dikenal dengan nama Biblia-Herbaica stuttgertensia (BHS) yang diedit oleh K. Elliger dan W. Rudolph
a.       Tujuan
Sangat jelas bahwa tujuan dari terbitan ini untuk memperkenalkan Alkitab secara sederhana dari teks-teks kritik dengan mengadakan rekonstruksi teks yang terjadi pada masa teks ditulis, yang kemudian diterima sebagai Kitab sebelum penkanonan seluruh Alkitab. Namun didalam hal ini tentu peneliti teks juga mepelajari dan mampu untuk melihat dan mengenal kesalahan-kesalahan lalu kemudian bagaimana cara memperbaiki dan memperjalas hal-hal tersebut.
Menurut Wolf ada 4 hal penting yang perlu diperhatikan :
Ø  Kesalahan penulisan
Ø  Dogmatis
Ø  Kesulitan bahasa
Ø  Kebutuhan gambaran alih bahasa
b.      Kemungkinan kritik teks/nats
Teks masora ini merupakan hasil dari karya ahli-ahli kitab yang dibagidalam 5 bagian:
a.       Penulisan ibrani dengan teks konsonan, lalu dibagi atas pasal-pasal atau perikop
b.      Vokalisasi teks
c.       Tekanan bunyi teks
d.      Catatan-catatan masora disamping, diatas, dibawah tubuh teks setiap gulungan dan juga pada setiap akhir suatu teks
e.       Koreksi yang cermat dari setiap teks
Kritik sastra juga memperhatikan metric-metrik dari setiap suku-suku kata terlebih pada kata yang tidak utuh dalam kalimat.
Dibawa ini beberapa penjelasan dalam menguraikan atau krik taks/nats antara lain:
a.       Tugas kritik nats
Penafsir harus mampu melihat nats-nats yang rusak atau yang sudah tidak utuh lagi dan kemudian memberikan perjelasan yang mendalam terhadap teks tersebut, karena ini menolong penafsir dalam membandingkan dengan nats-nats yang lain.
b.      Langkah-langkah dalam melaksanakan kritik nats
Ada tiga hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan kritik nats yaitu :
Ø  Mengumpulkan nats/naskah yang menyimpang dan menelitinya
Ø  Menguji nats
Ø  Mengambil kesimpulan
Semua hal yang ada diatas sangat perlu untuk diperhatikan dimana karena sangat sulut kita memilih apabila yang disajikan dalam teks apparat hamper bersamaan dengan saksi-saksi nats tersebut.
    II.            Analisis Sastra
Dalam meneliti sejarah pendahuluan dri dari suatu kesusastraan, yaitu dimulai dari penentuan pertama nats yang tertulis sampai pada bentuk terakhir terjadinya kitab tersebut. sehingga didalamnya didapati perbedaan pandangan dan pengarahan masing-masing nats.
a.       Tugas kritik sastra :
Tujuan kritik sastra ialah untuk menetapkan kedudukan kata asli terhadap kata-katatambahan yang muncul dikemudian hari, kemudian merintis jalas untuk penilaian nats dalam sejarahnya.
b.      Langkah-langkah melaksanakan kritik sastra :
a)      Membatasi susunan bangunan nats atau susunan rangkaian dari satu bagian nats yang lebih kecil, karena susunan nats asli mempunyai susunan kesusastraan yang sempurna.
b)      Penafsir harus mendalami pandangan-pandangan PL dan pandangan-pandangan khusus dari tiap-tiap Kitab, yang hubungannya menyangkut unsure-unsur kesusastran Israel serta kesusastran disekitar PL, dengan memperbandingkan unsure-unsur dari dunia luar Israel sehinggah memudahkan untuk dipahami dan menentukan hakikat serta usia nats yang diteliti.
 III.            Analisis Hadis Lisan (sejarah transmisi dalam tradisi)
Ini bagaimana cara mencoba meneliti serangkaian nats atau susunan nats yang lebih besar dalam tradisi lisan.
a.       Tugas analisis hadis lisan :
Menyangkut penelitian dalam sejarah nats itu sendiri secara khusus dan sekaligus menyankut bidang kehidupannya.
b.      Langkah menganalisis suatu nats dalam aspek hadis lisan.
1.      Meneliti hubungan hadis lisan dengan kritik sastra
2.      Meneliti jenis dan tujuan perubahan hadis lisan
Perubahan-perubahan tersebut sebagai berikut :
a)      Susunan kalimat nats
b)      Unsur/isi suatu nats
c)      Contoh ananlisis hadis lisan
 IV.            Ananlisis Sejarah Tradisi
Yang dimaksut dengan sejarah tradisi ialah tradisi suatu nats dimana penulisnya hidup dalam suatu lapisan kerohanian dan dalam masyarakat yang khusus.
a.       Tugas analisis sejarah tradisi.
Ialah untuk menelii suatu nats teristimewah isi dan keadaan yang tersangkut dalam tradisi tersebut.
b.      Beberapa langkah yang penting untuk meneliti Sejarah Tradisi
1.      Hubungan tradisi dengan sejarah
2.      Sejarah tradisi dan aliran teologi
3.      Susunan kata-kata dalam nats serta perumusannya dalam tradisi
    V.            Analisis sejarah peredaksian
Artinya bahwa kita harus melihat suatu prose penulisan dari tahap pertama sampai pada bentuk tulisan pada suatu nats.
1.      Tugas analisis sejarah/kritik peredaksian
a.       Kita harus memperhatikan adanya hubungan yang dekat antara ananlisis sejarah peredaksian termasuk dalam analisis komposisi dengan analisis sastra.
b.      Tugas dalam kritik redaksi ialah untuk melihat suatu nats terutama pada sejumlah penulisan teks itu sendiri dalam bentuknya yang terahir secara tertulis.
2.      Skema yang berulang-ulang
a.       Bagan itu kemunkinan karena struktur yang sama dirumuskan dan merupakan hasil kerja redaksi
b.      Dalam Kitab Hakim-hakim selalu kita temukan istilah yang berulang-ulang
c.       Dalam Kitab Raja-raja tampak struktur yang tertentu selalu dijelaskan pada bentuk pendahuluan.
3.      Beberapa langkah untuk mengenal karya peredaksian
a.       Menentukan batas-batas suatu nats dalam suatu komposisi
b.      Fungsi sisipan dalam rangkaian satuan-satuan nats
c.       Pengenalan terhadap rumpun kata-kata dan bahan-bahan nats
d.      Serangkaian nats dapat diliputi oleh cerita atau bentuk bingkai dari redaksi atau penulisnya.
 VI.            Analisis bentuk
Tiap-tiap perkataan mempunyai perumusan atau susunan kata yang tepat, pendek dan berisi, misalnya perumusan suruhan ini mepunyai bantuk yang khusus dalam kehidupan orang-orng yang bertindak sebagai perantara lalu isi pesan tersebut dibatasi dengan bentuk kutipan atau bentuk petikan.
a.       Tugas analisis bentukmenganalisis suatu nats melalui bentuk bahasa, susunan dari satuan nats, demikian pula tipe sastradan bidang kehidupannya.
b.      Langkah-langkah yan harus kita teliti
1.      Penentuan jenis nats.
a)      Bentuk ornamental. Bentuk ini didasarkan pada kalimat yang tersusun dari bagian-bagian kata yang terpendek pengertiannya dan sampai pada bunyi bagian kata-katanya.
b)      Bentuk structural. Kata-kata dalam kalimat seperti kata kerja, kata benda, dan kata sifat diteliti dengan cermat agar kalimat lebih jelas pengertiannya.
2.      Perubahan serta campuran jenis
Jika ada perubahan jenis dari suatu kalimat maka ada kemungkinan itu dibuat oleh penulisnya, karena nats yang tua atau nats pada keadaan semula adalah selalu murni bentuknya tetapi dikemudian hari ia makin bercampur melalui sejarah dan perkembangannya menuju pada pembentukan kesusastrann.
3.      Bidang kehidupan
Untuk memperoleh hal ini penafsir harus sudah meneliti jenisnya serta jenisnya dan kemudian fungsinya.
4.      Genre PL: corak ragam sastra
a.        Narasi PL, ada beberapa bentuk dalam PL, antara lain :
1)      Laporan, maksutnya adalah cerita Alkitab yang paling ringkas.
2)      Cerita kepahlawanan, ini mencakup kelahiran seseorang,perkawinan, hidup dan masa kerja serta kematiaanya.
3)      Cerita Nabi, artinya pertiwa-peristiwa dari hidup seoran Nabi termasuk pemberitaan sekaligus kritik sosial yang disampaikannya kepada bangsa-bangsa.
4)      Komedi, suatu cerita yang bersifat plot yang bertumpuh pada happy ending serta aneka alur cerita didalamnya.
5)      Ungkapan selamat, merupakan suatu alamat dalam bentuk suara orang pertama yang oleh seorang menyampaikan secara singkat sebelum kematiannya.
b.      Genre yang tersimpan :
1)      Amsal popular
2)      Tekateki, fable dan perumpamaan
3)      Nyanyian-nyanyian
4)      Daftar-daftar
c.       Hukum. Tipe Hukum PL
1)      Hukum kasuistik, sesuatu artinya yang bersifat legal
2)      Hukum Apodiktif atau hukum yang absolute, ini bercirikan larangan dan perintah.
3)      Seri hukum, suatu pertimbangan dari literatur legar harus mencakup tipe-tipe dari koleksi legal
4)      Instruksi legal, kitab pentateukh merupakan genre instruksi
5)      Ulangan, menghadirkan suatu kumpulan huku.
d.      Puisi. Corak ragam puisi PL :
1)      Doa
2)      Nyanyian
3)      Liturgi
4)      Hikmat Mazmur
e.       Nubuatan. Corak ragam sastra Nubuatan antara lain :
1)      Nubuat bencana
2)      Nubuat keselamatan
3)      Ungkapan kecelakaan
4)      Nubuat nyanyian penguburan
5)      Nubuat himnus
6)      Nubuat liturgy
7)      Nubuat perdebatan
8)      Nubuat perkara Hukum
9)      Nubuat menentang Bangsa lain
10)  Nubuat visi
11)  Nubuat naratif
12)  Nubuat apokaliptik
f.       Hikmat. Corak ragam sastra Hikmat antara lain :
1)      Amsal
2)      Instruksi
3)      Cerita dan refleksi
4)      Ungkapan kontroversi
5)      Lapangan kehidupan
VII.            Pendekatan Literer Baru Ilmu Sosi-Antropologi terhadap Alkitab Perjanjian Lama
a.       Sosial
1.      Sejarah sosial. Kitab hidup pada suatu budaya individualistis yang tingi dengan beberapa kesempatan untuk memilih dalam kehidupan akan pasangan hidup, pekerjaan, dan tempat tinggal.
2.      Metode-metode Ilmu Sosial. Metode yang digunakan dalam penelitian agana Kristen ialah metode psikologi dan sosiologi.
3.      Pendekatan historis dan religious. Pendekatan baru menyadari bahwa pengakuan religious dan metode historis kritik mengenai penafsiran Alkitab telah berhasil dalam mengklarifikasikan aspek-aspek penting dari teks Alkitab.
4.      Tugas metode Ilmu Sosial. Dalam paradigm ilmu sosial ada persetujuan yang luas bahwa tulisan Alkitab berakar dalam kelompok interaksi dari bangsa yang diorganisasikan dalam struktur sosial yang diawasi oleh aspek utama dari kehidupan umum, seperti keluarga, ekonomi, pemerintahan, hukum, perang, ritus dan kepercayaan keagamaan.
b.      Antropologi
1.      Pemahaman. Antropologi mendefenisikan sebagai studi dari semua segi hidup dan budaya manusia serta munculnya pertanyaan mengenai aslinya manusia, organisasi sosial, adat istiadat, cerita rakyat dan kepercayaan.
2.      Aplikasi Bukti Antropologi. Antara lain :
a)      Formulasi hipotesa baru:
b)      Menguji hipotesa: system peradilan Israel pra-monarki
VIII.            Tempat dan Waktu
Meneliti tempat dan waktu suatu nats adalah selalu berhubungan dengan meneliti unsure hadis lisan atau tradisi, demikian pula unsure sastra dan bidang kehidupannya, karena tidak selamanya nats itu mencantumkan data-data yang jelas. Untuk mengetahui data waktu dan tempat, peranan nama pengarang atau penulisnyajuga penting untuk dicari karena ini biasa menjelaskan tentang waktu dan tempatnya.
 IX.            Firman: Tafsiran
1.      Teologi. Dalam penafsiran nats Alkitab yang terpenting juga ialah mencari dasar teologi dan warnanya sebagai suatu pernyataan yang jelas dan actual menyangkut iman, bimbingan Allah dan ketaatan manusia setiap zaman dan generasinya.
2.      Ayat demi ayat. Dalam bagian ini kita menarahkan pertimbangan-pertimbangan pada suatu kata, pada suatu kalimat dalam satuannya, yang bergerak dari bentuk strukturnya serta jenisnya.
    X.            Tujuan: skopus dan maksut nats
Setiap nats yang diteliti pastilah memiliki tujuan tertentu, dalam hal ini penafsir harus memperhatikan supaya tujuannya lebih jelas, artinya supaya tujuan tersebut dapat disimpulkan dan dituankan dalam suatu perumusan. Dan perlu untuk diteliti apa yang hendak ditekankan nats tersebut terhadap nats-nats yang ada disekitatrnya dalam PL dan bagana dilihat hubungannya dengan pemberitaan PB dan berapa jauh nats PL itu dapat mendasari dan memperjelas beri dalam PB.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Singkat Terbentuknya Gereja Kristen Sulawesi Barat (GKSB)

Kepemimpinan Perempuan dalam Gereja (suatu tinjauan Sosio-Teologis terhadap Kepemimpinan Pendeta Perempuan dalam Gereja Kristen Sulawesi Barat)

Laporan Baca : Buku Apakah Penggembalaan Itu ?