Tantangan Pemuda Pelajar Kristen Dalam Konteks Indonesia.

Tantangan Pemuda Pelajar Kristen Dalam Konteks Indonesia.


Dalam era globalisasi ini konteks lokal, nasional dan internasional sudah “interrelated” sehingga jika kita tidak mengenal siapa kita (identitas) yang berhubungan dengan keber”ada”an dan konteks, maka kita akan terputar oleh arus yang dikuasai oleh multi-cooperation, yang tidak memuja Allah tapi mammon. Dampaknya, konteks global sekarang adalah mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan dan keutuhan interrelationship dari semua ciptaan. Sehingga yang nampak adalah ketidakadilan. Perbedaan dianggap sebagai ancaman bukan kekayaan yang saling menopang. Hal ini disebabkan karena yang memiliki, yang berkuasa, yang lebih pintar menindas/ memanipulasi yang tidak/ kurang memiliki, yang tidak berkuasa dan yang bodoh.

Saling berbagi tidak dikenal dalam era ini. seperti contoh prinsip Doa Bapa Kami dan kotbah di Bukit yang diajarkan oleh Yesus tidak berlaku di era perdagangan bebas dan global. Manusia kini, amat cepat terserap oleh pola pikir dan tindak yang ditawarkan oleh global, karena mereka menguasai dunia informasi. Termasuk pemuda gereja yang terpelajar. Konsumerisme, hedonisme, pragmatisme, kebudayaan instant mengarahkan kita menjadi individualisme yang tidak sesuai dengan pola local dan nasional (gotong royong, musyawarah mufakat) yang berorientasi kepada kekuasaan dan uang. Semua orang menuntut dilayani bukan melayani. Yang tinggi direndahkan dan yang rendah ditinggikan tidak dikenal pemuda kini.

Ekonomi dan politik adalah berkaitan dan sangat berhubungan dengan keberadaan agama. Keterkaitan ketiga aspek ini dan yang dimana aspek agama muncullah seperti yang kita kenal di tanah air tragedi Ambon dan Poso, juga yang pemerintah RI dan media sebut “teroris.” Ini adalah penampakan umum sebagai dampak negatif dari pluralisme kita (kepercayaan/iman dan suku). Penampakan khusus adalah masalah intra-church. Maraknya gerakan “haleluyah“ (bisa dimasukkan Pentakosta dan Karismatik) jangan dengan cepat dimengerti sebagai buah dari pekerjaan roh kudus. Ini adalah buah dari tatanan global.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Singkat Terbentuknya Gereja Kristen Sulawesi Barat (GKSB)

Kepemimpinan Perempuan dalam Gereja (suatu tinjauan Sosio-Teologis terhadap Kepemimpinan Pendeta Perempuan dalam Gereja Kristen Sulawesi Barat)

Laporan Baca : Buku Apakah Penggembalaan Itu ?