Prinsip-prinsip Pemuridan

Prinsip-prinsip Pemuridan


Pemuridan artinya berjalan pada apa yang Tuhan tunjukan. Sama seperti domba yang mengikuti gembala maka pemuridan itu berarti berjalan di jalan yang Tuhan jalani. Murid Yesus melakukan kegiatan bersama dengan Yesus, makan bersa,ma dan hidup bersama. Ada perbedaan antara murid dengan orang-orang yang berkumpul mengikuti Tuhan Yesus. Perbedaannya adalah mereka tidak berbagi kehidupan dengan Yesus, mereka hanya mendengar Firman, dan menerima mujizat. Pada zaman dahulu, murid yang memilih gurunya, contoh paulus memilih Gamaliel, tetapi Yesus memilih murid-muridNya, jadi murid Yesus adalah orang-orang yang dipilih oleh Yesus  sendiri.

Seorang murid harus mirip atau serupa dengan Tuhan Yesus. Harus memiliki sikap yang lemah lembut, rendah hati (memiliki hati hamba). Salah satu ciri hati hamba adalah selalu memakai kacamata yang tepat yaitu cara pandang yang jernih, supaya jelas melihat. Seperti Tuhan Yesus yang memandang dunia dengan penuh belas kasihan.


Prinsip pemuridan dibagi menjadi 3 bagian yaitu sebagai berikut:

  • Menyangkal diri artinya adalah pikul salib setiap hari, maka setiap hari harus menjadi murid, tidak boleh berubah-ubah ataupun berganti-ganti, terkadang murid terkadang tidak. Menyangkal diri dapat diartikan sebagai berikut.
    1. Melihat satu arah yang artinya tidak menoleh kebelakang, maju terus, hanya memandang Yesus saja. 
    2. Meninggalkan keinginan dunia yang artinya tidak tamak. 
    3. Sekali menjadi murid, maka menjadi menjadi muridlah selamanya. 
    4. Ikut Yesus saja yang artinya tidak mengikuti keinginan dunia maupun keinginannya sendiri, tetapi hanya mengikuti keinginan dan kehendak Tuhan Yesus saja di dalam hidupnya.
  • Mengasihi. Murid yang bermutu pasti mengasihi. Bagaimanakah seseorang bisa mirip dengan Allah?. Kasih bisa mengusir roh jahat. Jika seseorang dikatakan penuh roh kudus, sudah pasti ia mengasihi. Tidak pemarah dan tidak pembenci. Orang yang melakukan dosa, itu dikarenakan kurang percaya pada kasih Allah. Kasih berart.
  • Mengakui Tuhan. Ada 2 alasan mengapa Tuhan itu menjadi Tuhan kita: Tuhan yang menciptakan kita dan Tuhan yang menguasai kita.
Pada waktu makmur atau kaya biasanya susah menyembah Allah. Namun seorang murid tetap menyembah Allah pada waktu makmur dan pada waktu tidak memiliki sesuatu apapun ia tetap menyembah Allah  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Singkat Terbentuknya Gereja Kristen Sulawesi Barat (GKSB)

Kepemimpinan Perempuan dalam Gereja (suatu tinjauan Sosio-Teologis terhadap Kepemimpinan Pendeta Perempuan dalam Gereja Kristen Sulawesi Barat)

Laporan Baca : Buku Apakah Penggembalaan Itu ?