Pentingnya Pendidikan Karakter di Usia Dasar
Pendidikan karakter
pada anak usia
sekolah dasar, dewasa
ini sangat di
perlukan di karenakan
saat ini bangsa
indonesia sedang mengalami
krisis karakter dalam diri
anak bangsa.Karakter di
sini adalah watak,
tabiat, ahlak, atau
kepribadian seseorang yang
terbentuk dari hasil
internalisasi berbagai kebajikan
yang diyakini dan
digunakan sebagai landasan
untuk cara, berpikir,
bersikap, bertindak, dapat
dipercaya, hormat pada
orang lain, disiplin,
mandiri, kerja keras,
kreatif.
Berbagai permasalahan
yang melanda bangsa
belakangan ini ditengarai
karena jauhnya kita
dari karakter. Jati diri bangsa
seolah tercabut dari
akar yang sesungguhnya.
Sehingga pendidikan karaktermenjadi topik
yang hangat di
bicarakan belakangan ini.
Menurut Prof. Suryanto,
Ph.D, ‘’Karakter adalah
cara berpikir dan
berperilaku yang menjadi
ciri khas tiap
individu untuk hidup
dan bekerja sama,
baik dalam lingkup
keluarga, masyarakat, bangsa
dan Negara”. Individu
yang bisa membuat
keputusan dan siap
mempertanggungjawabkan tiap akibat
dari keputusan yang
ia buat.
Pembentukan karakter
merupakan salah satu
tujuan pendidikan nasional.
Pasal 1 UU
Sisdiknas tahun 2003
itu bermaksud agar
pendidikan nasional adalah
mengembangkan potensi peserta
didik untuk memiliki
kecerdasan kepribadiaan dan
akhlak mulia. Amanah
UU sisdiknas 2003
itu bermaksud agar
pendidikan tidak hanya
membentuk insan Indonesia
yang cerdas, namun
juga berkepribadiaan atau
berkarakter, sehingga nantinya
akan lahir generasi
bangsa yang tumbuh
berkembang dengan karakter
yang bernafas nilai-nilai
luhur bangsa serta
agama.
Pendidikan karakter
di nilai sangat
penting untuk di
mulai pada anak
usia dini karena
pendidikan karakter adalah
proses pendidikan yang
ditunjukan untuk mengembangkan
nilai, sikap, dan
perilaku yang memancarkan
akhlak mulia atau
budi pekerti luhur.
Nilai-nilai positif dan
yang seharusnya dimiliki
seseorang menurut ajaran
budi pekerti yang
luhur adalah amal
saleh, amanah, antisipatif,
baik sangka, bekerja
keras, beradab, berani
berbuat benar, berani
memikul resiko, berdisiplin,
berhati lapang, berhati
lembut, beriman dan
bertaqwa, berinisiatif, berkemauaan
keras, berkepribadiian, berpikiran
jauh ke depan,
bersahaja, bersemangat, bersifat
konstruktif, bersyukur, bertanggungjawab, bertenggang
rasa, bijaksana, cerdas,
cermat, demokratis, dinamis,
efisien, empati, gigih,
hemat, ikhlas, jujur,
kesatria, komitmen, kooperatif,
cosmopolitan (mendunia), kreatif,
kukuh hati, lugas,
mandiri, manusiawi, mawas
diri, mencintai ilmu,
menghargai karya orang
lain, mengharai kesehatan,
menghargai pendapat orang
lain, menghargai waktu,
patriotic, pemaaf, pemurah,
pengabdian, berpengabdiaan diri,
produktif, rajin, ramah,
rasa indah, rasa
kasih sayang, rasa
keterikatan, rasa malu,
rasa memiliki, rasa
percaya diri, rela
berkorban, rendah hati,
sabar, semangat kebersamaan,
setia, siap mental,
sikap adil, sikap
hormat, sikap nalar,
sikap tertib, sopan
santun, sportif, susila,
taat asas, takut
bersalah, tangguh, tawakal,
tegar, tegas, tekun,
tepat janji, terbuka,
ulet, dan sejenisnya.
Sejatinya pendidikan
karakter ini memang
sangat penting dimulai
sejak dini, sebab
falsafah menanam sekarang
menuai hari esok
adalah sebuah proses
yang harus dilakukan
dalam rangka membentuk
karakter anak bangsa.
Pada usia kanak-kanak
atau yang biasa
disebut para ahli
psikologi sebagai usia
emas (golden age)
terbukti sangat menentukan
kemampuan anak dalam
mengembangkan potensinya. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa
sekitar 50% variabilitas
kecerdasan orang dewasa
sudah terjadi ketika
anak berusia empat
tahun. Peningkatan 30%
berikutnya terjadi pada
usia delapan tahun
(SD) dan 20%
sisanya pada pertengahan
atau akhir dasawarsa
kedua (SMP).
Dari
sini, sudah sepatutnya
pendidikan. Karakter yang
merupakan lingkungan pertama
bagi pertumbuhan karakter
anak. Setelah keluarga,
di dunia pendidikan
karakter ini sudah
harus menjadi ajaran
wajib sejak sekolah
dasar.
Anak-anak
adalah generasi yang
akan menentukan nasib
bangsa di kemudian
hari. Karakter anak-anak
yang terbentuk sejak
sekarang akan sangat
menentukan karakter bangsa
dikemudian hari. Karakter
anak-anak akan terbentuk
dengan baik, jika
dalam proses tumbuh
kembang mereka mendapatkan
cukup ruang untuk
mengekspresikan diri secara leluasa.
Komentar
Posting Komentar