Pengertian Teologi

Pengertian Teologi


Istilah “ teologi” berasal dari akar kata dua istilah bahasa Yunani, theos dan logos. Theos berarti “Allah atau ‘ilah’, dan logos berarti ‘perkataan/firman/wacana’, jadi makna istilah teologi adalah wacana (ilmiah) mengenai Allah atau ilah-ilah”.
Istilah ini telah dipakai orang Yunani jaus sebelum munculnya gereja kristen untuk menunjuk pada ilmu ilmu mengenai hal-hal ilahi. Bahkan samapai sekarang kata “teologi” dapat dipakai dalam makna umum dan luas. Lihat, misalnya, definisi dalam kamus besar bahasa Indonesia yang merumuskan “teologi” sebagai pengetahuan ketuhanan (mengenai sifat-sifat Allah, dasar-dasar kepercayaan kepada Allah dan agama terutama berdasarkan pada kitab-kitab suci). Kalangan muslim memakai istilah ini dengan sebutan “ilmu kalam” atau “ilmu tauhid”
Dalam gereja kristen,teologi mula-mula hanya membahas ajaran mengenai Allah, kemudian artinya menjadi lebih luas, yaitu membahas keseluruhan ajaran dan praktik kristen. Dalam buku ini, istilah “teologi” digunakan dalam lingkup “teologi kristen”. Istilah “kristen” meliputi kristen katolik dan kristen protestan, dengan tekanan utama pada kristen protestan.
Tidak akan ada teologi kristen tanpa keyakinan bahwa allah bertindak atau berfirman, secara khusus dalam Yesus kristus yang menggenapi perjanjian dengan umat israel. Ini berarti bahwa ilmu teologi memperhatikan Alkitab secara umum dan kabar mengenai Yesus kristus secara khusus.
Ilmu teologi adalah bidang studi ilmiah yang melayani gereja yang diutus kedalam dunia dalam usahanya untuk memahami dan menghayati karya Allah, sesuai dengan firman Allah yang hidup. Hal ini berarti bahwa ilmu teologi secara kritis meninjau praktis dan misi gereja dalam terang kebenaran firman Allah.
       
Apaarti teologi perjanjian lama
Pada awal kekristenan, para rasul dan penginjil mengenai Yesus sebagai anak Allah dan mesias, sebagai Tuhan dan juruslamat, sebagai gembala dan pemberi hidup atas dasar Alkitab orang yahudi yang kitan namakan perjanjian lama. Didalamnya mereka belajar mengenai kerajaan Allah, panggilan umat israel untuk menjadi berkat bagi semua kaum dimuka bumi, dan undangan agar orang dari segala bangsa menerima karunia dan kehendak Allah yang esa.
      Dalam arti itulah teologi perjanjian lama terarah pada firman allah yang menjadi darah daging manusia dalam Yesus kristus. Dia beribawa atas kesaksian yang mempersiapkan kedatangannya dan memperlihatkan makna penderitaan sebagai orang benar dan makna kebangkitannya. Kitab suci umat kristen memiliki dua bagian : perjanjian lama menuju kepada Yesus kristus dan Perjanjian baru yang menyaksikan kedatanganNya.
      Teologi biblika bersandar pada ilmu tafsir yang meneliti ayat demi ayat, perikop demi perikop dan unit yang lebih luas seperti kitab atau karya suatu mazhab dari sudut bahasa, bentuk, isi dan konteks. Teologi biblika juga berhubungan dengan ilmu teologi sistematika (dogmatika dan etika), yang memperingatkannya akan persoalan yang dipikirkan dalam umat kristen berabad-abad lamanya dan yang sedang aktual. Teologi praktika yang menyampaikan hasilnya kepada jemaat melalui pembinaan, pemberitaan dan pengajaran, serta dalam usaha diakonia sosial dan politisi. Teologi perjanjian lama, slah satu cabang dari usaha itu telah mengalami nasib-nasib yang silih berganti
<![endif]-->

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Singkat Terbentuknya Gereja Kristen Sulawesi Barat (GKSB)

Kepemimpinan Perempuan dalam Gereja (suatu tinjauan Sosio-Teologis terhadap Kepemimpinan Pendeta Perempuan dalam Gereja Kristen Sulawesi Barat)

Laporan Baca : Buku Apakah Penggembalaan Itu ?