Pengertian dan Fungsi Hermeneutika
Kata hermeneutik pada umumnya menunjuk proses teoretis dan
metodologis yang ingin memahami makna yang dipakai dalam komunikasi tertulis
atau komunikasi lisan. Hermeneutik berperan penting dalam penafsiran Alkitab,
karena merupakan disiplin yang memikirkan konsep-konsep, prinsip-prinsip dan
hukum-hukum yang dipakai secara universal untuk memahami dan menafsir Alkitab.
Mata pelajaran ini membahas sejarah, praanggapan, aliran, prinsip, dan metode
penafsiran Alkitab.
Hermeneutik biblical atau penafsiran memang bertujuan memahami
makna yang disampaikan melalui komunikasi secara umum, filsafat bahasa, epistemologi,
dan berbagai teori mengenai karya tulis. Menurut Rudolf Karl Bultmann
(1884-1976) keberadaan penafsir merupakan factor terpenting dalam penafsiran.
Penafsiran bukan saja berkaitan dengan waktu, yaitu masa sekarang dan masa
kini. Penafsiran juga berkaitan dengan budaya, yaitu pandangan dunia dalam
masyarakat pertanian, masyarakat industri bahkan dalam masyarakat pascaindustri.
Fungsi hermeneutik tidak hanya terbatas pada pencarian maksud yang ingin disampaikan penulis Alkitab kepada pembacanya yang pertama, tetapi juga pembaca masa kini. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hermeneutik mengalami perubahan dari masa ke masa. Namun demikian, defenisi sederhana bagi hermeneutik, yang menunjuk prinsip dan metode penafsiran masih tetap berlaku. Karena dalam buku ini, hermeneutik dipakai menunjuk penafsiran Alkitab orang Kristen, maka hermeneutic dibagi menjadi dua bagian yang lebih kecil, yaitu hermeneutic perjanjian Lama dan hermeneutic Perjanjian Baru, hermeneutic juga dapat dibagi menjadi yang bersifat umum dan bersifat khusus. Bersifat umum membahas prinsip dan metode penafsiran yang umum dipakai dalam penafsiran Alkitab, contohnya, Analisis salinan Kuno atau Analisis Konteks. Sedangkan yang bersifat khusus membicarakan prinsip dan metode penafsiran yang dipakai khusus pada ragam sastra tertentu, misalnya, perumpamaan tau simbol. Metode ini memerlukan rasa seni, yang membuat seseorang penafsir mampu menyelami perasan penulis atau menghargai keindahan sebuah kitab. Ketika menulis tafsiran, penafsir perlu menyusun dan menuliskan data yang dikumpulkannya menjadi tafsiran yang utuh, indah, tepat, dan mudah dimengerti.
Komentar
Posting Komentar