Pemuridan Dalam Persfektif Perjanjian Lama
Pendidikan
dan pembinaan rohani dalam dunia Perjanjian Lama biasanya terjadi di rumah,
dalam konteks ibadah dan di istana pada era masa kini. Pada umumnya konteks
keluargamerupakan tempat yang paling sentral bagi pendidikan dan pembinaan.
Dalam konteks ibadah para imam juga memberikan berbagai pengajaran bagi umat.
Pendidikan di istana untuk menyiapkan tenaga-tenaga yang dibutuhkan dalam
kegiatan pemerintahan, sehingga pendidikan formal biasanya diadakan di
Yerusalem.
- PembinaanRohani Di rumah. Perjanjian lama menegaskan bahwa pendidikan rohani anak merupakan tanggung jawab utama orang tua. Pendidikan rohani yang utama diberikan dalam konteks rumah, sehingga tugas pendidikan ini merupakan tugas utama setiap orang tua. Para orang tua diingatkan untuk menceritakan kembali kisah hubungan perjanjian Allah dengan nenek moyang mereka. Mereka juga berkewajiban untuk menjelaskan makna perbuatan Allah yang ajaib dalam sejarah kepada anak-anaknya dan makna dari hari-hari raya keagamaan. Matt Friedeman mengungkapkan bahwa pola pemuridan ini telah ada dalam sejarah awal Israel seperti yang dicatat dalam ulangan pasal 6. Keluarga merupakan konteks utama pendidikan bagi anak dan orang tua diperintahkan Allah untuk mengajar anak-anak mereka. Macelaru juga menyatakan bahwa Ulangan 6 ini merupakan petunjuk proses pemuridan oleh orang tua bagi anak-anaknya.
- Pendidikan oleh Iman dan Orang Lewi. Dalam kehidupan bangsa Israel para imam dan orang Lewi juga mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk mengajar umat (Ulangan 33:10; Imamat 10:11). Para imam mempunyai tanggung jawab untuk mengajar umat perihal haram atau tidak haram dan tahir atau tidak tahir. Dalam tradisi selanjutnya para imam bertanggung jawab untuk mengajarkan seluruh Taurat kepada umat. Para imam mengajar umat untuk dapat hidup dalam relasi yang benar dengan Allah.
- Bimbingan Satu dengan Satu. Marcel V. Macelaru mengungkapkan bahwa Perjanjian Lama mengungkapkan beberapa kisah tentang bimbingan satu dengan satu yang ada kemiripan dengan pola pemuridan di antaranya Musa dan Yosua, Elia dan Elisa. Hubungan ini merupakan hubungan antara seseorang dalam otoritas yang menghasilkan proses transfer tanggung jawab kepemimpinan. Alkitab menyebut Yosua sebagai abdi Musa (keluaran 24:13; 33:11; bilangan 11:28; Yosua 1:1) dengan berbagai tanggung jawab seperti mendampingi dan menyediakan kebutuhan Musa dan mengantikan kepemimpinan Musa.
Komentar
Posting Komentar