Pemerintahan Yoyakim dan Yoyakhin

Masa-masa Pemerintahan Yoyakim 

Dalam pemerintahan raja inilah terjadi peristiwa yang mempunyai arti besar dalam percaturan politik, yaitu pertempuran di Karkemis (Yeremia 46) tahun 605 sM. Orang Mesir di bawah pimpinan Nekho dihancurkan oleh orang Kasdim di bawah pimpinan Nebukadnezar dalam pertempuran di Karkemis, di tepi sebelah kanan S Efrat, sebelah baratlaut dari Alepo dan di Hamat. Politis peristiwa ini sangat penting sekali, sebab merupakan tanda pengalihan kekuasaan di Asia Barat kepada Babel. Jadi peristiwa Karkemis mempunyai arti tersendiri bagi Yehuda. 

Karena sekarang semua jalan yang menuju perbatasan Mesir sudah dalam penguasaan Nebukadnezar, maka tak dapat dielakkan lagi bahwa seluruh Asia Barat akan tunduk kepada pemerintahannya (Yeremia 25:15 dab). Sejak saat itu nabi Yeremia menganjurkan supaya Yehuda tunduk kepada kekuasaan Babel. Pada thn 604 sM kota Askelon dijarah oleh Nebukadnezar, yg terhadap kota itu hukuman telah dinubuatkan oleh Yeremia (47:5-7) dan Zefanya (2:4-7). Dalam Yeremia 36:9 dab dimaklumkan di Yehuda suatu hari puasa. Pasti hal ini mengacu kepada malapetaka yg sudah mendekat. Dan memang, tanggal penyerangan Nebukadnezar ke Askelon tepat dengan tanggal puasa di Yehuda. Yeremia telah menubuatkan sebelumnya bahwa Nebukadnezar akan datang dari Askelon menyerang Yehuda; itulah yang melatarbelakangi hari puasa dan pengumuman pesan Yeremia di Yerusalem. 

Tapi kebijakan nabi Yeremia bertentangan dengan strategi politik dalam dan luar negeri raja Yoyakim. Raja ini menyokong penyembahan berhala (2 Raja 23:37), egoistisnya dan kecongkakan nya memperberat kecelakaan Yehuda (Yeremia 22:13-19). Yoyakim kurang menghormati Yeremia (26:20-23) dan amanatnya (26:9). Politik persekutuannya yang terombang-ambing dari Mesir ke Babel, mungkin adalah akibat perang antara Babel dan Mesir pada thn 601/600 sM tidak menentu. Tiga tahun kemudian ia memberontak terhadap Babel. Kegagalannya dalam pemberontakan ini hanyalah menimpakan hukuman atas dirinya lebih lengkap, dan hal ini membuat penderitaan Yehuda lebih parah lagi (2 Raj 24:1 dab)" Yeremia menempelak raja, para nabi dan para imam. 

Rasa permusuhan yang timbul akibat tempelakannya ini, tercermin dalam nubuat-nubuatnya. Dia dianiaya (Yeremia 12:6; 15:15-18), timbul kesepakatan menentang dia (11:18-23; 18:18), dia ditahan (20:2), dinyatakan patut dihukum mati (26:10 dab, 24; bandingkan ayat 20-23; 36:26). Nubuat-nubuatnya yang sudah tertulis dimusnahkan (36:27). Tapi dalam suasana tertekan demikian Yeremia bertahan dalam tugas pelayanannya - ia memanjatkan doa syafaat atas Yehuda (11:14; 14:11; 17:16), berbicara di hadapan Allah (17:14-18; 18:18-23; 20:7-18), menelanjangi para nabi yang mengeruk keuntungan dari setiap keadaan (23:9-40), menubuatkan kemusnahan Bait Suci (7:1-15) dan bangsa (pasal 18 dab) dan meratapi hukuman terhadap umatnya(9: I; 13:17; 14:17).  

Akhirnya hidup Yoyakim berakhir tragis di Yerusalem di penghujung thn 598 sM, thn ke-13 pemerintahannya, seperti dinubuatkan oleh Yeremia (22: 18; bandingkan 2 Raja 24:1 dab). Di pihak lain, 2 Tawarikh 36:6 dab mencatat tentang Nebukadnezar membelenggu Yoyakim dan membawa dia ke Babel. Dalam Daniel 1:1dab dibicarakan juga tentang pembuangan Yoyakim pada thn ke-3 pemerintahannya.

Masa Pemerintahan Yoyakhin

Yoyakhin (atau Konya, 22:24, 28; atau Yekhonya, 24:1) mengganti Yoyakim pada thn 597 sM dan menuai apa yang ditabur ayahnya. Pemuda ingusan ini, yang baru berumur 18 tahun, memerintah hanya 3 bulan (2 Raja 24:8). Pemberontakan Yoyakim, ayahnya, memaksa Nebukadnezar pada thn ke-7 pemerintahannya mengepung Yerusalem, dan raja Yehuda yang muda belia itu 'keluarlah' (2 Raja 24:12). Artinya, menyerah. Dia bersama mayoritas golongan atas Yehuda, para pengrajin dan tentara dibuang ke Babel (seperti tertera dalam Yeremia 22: 18 dab) dan Bait Suci habis dijarah (2 Raja 24: 10-16). Dalam Sejarah Babel sebagai sumber data di luar Alkitab yang seusia dengan Alkitab, kita temukan sekarang pembenaran informasi ini. Yeremia sudah lebih dulu menubuatkan nasib Yoyakhin (22:24-30). Tapi 36 tahun kemudian ia dibebaskan oleh anak dan pengganti Nebukadnezar (2 Raj 25:27-30). 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Singkat Terbentuknya Gereja Kristen Sulawesi Barat (GKSB)

Kepemimpinan Perempuan dalam Gereja (suatu tinjauan Sosio-Teologis terhadap Kepemimpinan Pendeta Perempuan dalam Gereja Kristen Sulawesi Barat)

Laporan Baca : Buku Apakah Penggembalaan Itu ?