Para Nabi dan Tugasnya





      Tugas Yesaya ialah untuk menasehati nabi ahas supaya dia percaya kepada Tuhan Allah saja dengan tidak bersandar kepada sekutunya. Setelah ternyata dia gagal dalam usaha tersebut, kemudian Yesaya ditugaskan untuk menubuatkan penghukuman dan penghancuran bagi Yehuda (Yes. 7). Juga pada waktu itu Yesaya bernubuat tentang kedatangan seorang raja sempurna (Mesias), yang bernama Imanuel (Yes. 7:14).
      Tugas Yeremia ialah memberi nasihat agar dia agar dia jangan disesatkan oleh nabi-nabi palsu melainkan tunduk pada kekuasaan Babel yang tidak dapat dihindari (27:12-15). Kepada para imam, dia memberitahukan bahwa perlindungan dan keamanan tidak terdapat pada bait suci yang akan dirobohkan (27:16-22). Kepada para nabi dan seluruh rakyat Yehuda, Yeremia menunjukkan bahaya dari pada nubuat yang palsu (28:1-16). Dan kepada orang yehuda yang telah mengalami pembuangan ke Babel, melalui sebuah surat Yeremia menasihatkan agar mereka tidak mengharapkan pembebasan segera,tetapi pemulihan keadaan mereka pasti akan terjadi apabila mereka telah berpaling kepada Tuhan (29:1-32).
      Tugas Yehezkiel ialah untuk melambangkan pengepungan dan kebinasaan Yerusalem dengan cara membuat model kota itu dari batu bara (4:1-3), lalu mengikat dirinya sendiri (4:4-8), membatasi makanan dan minumannya sebagai lambang kelaparan dan kehausan yang akan diderita penduduk Yerusalem (4:9-17), mencukur dan membakar rambutnya (5:1-17). Berita yang dimainkan itu kemudian ditegaskan dengan kecaman-kecaman lisan terhadap orang Yahudi karena penyembahan berhala yang mereka lakukan (6:1-14). Dosa dan kekejian mereka itu akan mengakibatkan kehancuran total (7:1-27), kecuali bagi sisa-sisa umat Allah yang akan terluput (6:8-10).
      Tugas Daniel ialah untuk menegaskan kebenaran kebenaran bahwa, walaupun umat Allah cukup sering diperlakukan oleh kekuasaan-kekuasaan duniawi, namun Tuhan sendiri adalah yang Mahakuasa dan berdaulat, dan akhirnya Dia sajalah yang menentukan jalannya sejarah setiap orang dan bangsa. Selain itu Daniel sendiri dan kawan-kawannya memberikan teladan yang baik sekali kepada kita melalui kesalehan  dan keberanian mereka dalam menghadapi pelbagai pencobaan termasuk ancaman maut.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Singkat Terbentuknya Gereja Kristen Sulawesi Barat (GKSB)

Kepemimpinan Perempuan dalam Gereja (suatu tinjauan Sosio-Teologis terhadap Kepemimpinan Pendeta Perempuan dalam Gereja Kristen Sulawesi Barat)

Laporan Baca : Buku Apakah Penggembalaan Itu ?