Orang-orang Zelot
Orang-orang Zelot
Menurut Tacitus (yang menulis pada abad
kedua), di bawah pemerintahan Kaisar Tiberius tidak ada gerakan-gerakan
nasionalistis yang fanatik dalam bangsa Israel. Memang pada tahun 6 M, pada
waktu Arkhelaus (anak raja Herodes) digantikan dengan seorang Gubernur, dan
orang-orang di Yudea, Samaria dan Idumea wajib membayar pajak kepada Kaisar di
Roma, ada pemberontakan orang Yahudi yang cukup hebat di bawah pimpinan Yudas,
seorang Galilea (Kis.5:37). Tetapi sesudah revolusi itu ditindas secara keras
oleh Roma, ada keadaan yang tenteram di tanah Yahudi selama beberapa dekade.
Baru pada tahun 44 M, pada waktu raja Agripa meninggal, keadaan mulai kacau
lagi, karena seluruh negeri itu ditempatkan di bawah pemerintahan Romawi
(bukan hanya Yudea, Samaria dan Idumea saja lagi). Dan kekacauan itu tetap ada
sampai pada tahun 66 M (permulaan perang orang Yahudi melawan pemerintahan
Romawi).
Jadi, pada zaman Yesus dan Yohanes Pembaptis,
kekacauan itu belum mulai. Keadaan masih tenteram pada waktu itu. Tetapi
bagaimana dengan murid Yesus yang bernama ‘Simon yang disebut orang Zelot’ (Luk.6:15)?
Arti biasa dari kata Yunani ζηλωτης ialah: ‘orang yang giat bekerja, orang yang
rajin’. Paulus menyebut dirinya sendiri sebagai ‘orang yang giat bekerja
(ζηλωτης) bagi Allah sama seperti kamu semua pada waktu ini’ (Kis.22:3). Itu
berarti bahwa nama julukan itu dapat menunjuk kepada sifatnya: Simon yang
bergiat atau fanatik! Di dalam Injil-Injil tidak terdapat nama partai
‘orang-orang Zelot’. Yosefus memakai nama ini hanya pada tahun-tahun perang
Yahudi. Nama itu tidak ada pada sebelah pertama abad pertama. Pada waktu itu
ada tiga partai saja: orang Farisi, orang Saduki, dan orang Esen. Partai orang
Zelot belum ada.
Kadang-kadang Barabas dan kedua penyamun
(λησται) yang disalibkan bersama dengan Yesus dianggap sebagai orang Zelot.
Tetapi Petrus menyebut Barabas sebagai seorang ‘pembunuh’ (Kis.3:14), dan kedua
penyamun itu sungguh-sungguh orang-orang penjahat (Lk.23:33), yang selayaknya
dihukum mati (Lk.23:41). Sampai pertengahan abad pertama, kontroversi dan
ketegangan antara orang Yahudi dan orang Samaria penting sekali!
Sebagai kesimpulan: pada masa Yohanes Pembaptis dan Yesus belum ada partai orang Zelot,
dan belum ada nasionalisme yang aktif,
anti-Romawi dan religius. Itu berarti bahwa bangsa Israel pada masa itu
tidak menganut nasionalisme yang horisontal. Pasti kebanyakan orang Yahudi
dapat membedakan keadaan politik dan ekonomi dari kedatangan TUHAN Allah dan kerajaan
damai-Nya. Tidak dapat dibuktikan bahwa pada zaman Yesus adanya pandangan,
bahwa kerajaan Allah dapat didirikan di dunia ini melalui perang dengan orang
Romawi.
Komentar
Posting Komentar