Orang-orang Farisi
Orang-orang Farisi
Sekarang ini gambaran yang menggeneraliser
tentang orang-orang Farisi sebagai golongan legalistis, nasionalistis dan
munafik, sudah tidak dipertahankan lagi oleh para ahli teologi. Ternyata
informasi dari literatur para Rabi (abad ketiga ke atas) tentang golongan
Farisi tidak bisa dipakai untuk menggambarkan golongan itu secara tepat. Tetapi
Flavius Yosefus (akhir abad pertama) memberi pandangan dari lebih dekat dan
yang lebih lengkap tentang kaum Farisi pada abad pertama.
Menurut Yosefus, orang-orang Farisi dihargai
oleh orang lain. Mereka ketat sekali dalam ketaatan mereka kepada hukum Taurat
dan adat lisan. Tetapi sekaligus karunia nubuat dianggapnya penting, dan mereka
bersikap lemah lembut dan human. Dari tulisan Yosefus tidak dapat disimpulkan
bahwa pusat perhatian mereka adalah ajaran tentang pembenaran (dalam arti bahwa
manusia dapat dibenarkan oleh perbuatan-perbuatannya). Sama seperti
partai-partai lain di Israel, pertama-tama mereka memperhatikan cara hidup.
Etika dan pendekatan yuridis diutamakan oleh mereka. Golongan Farisi adalah
golongan yang paling ketat, dan mereka didukung oleh masyarakat, terutama
masyarakat di kota-kota. Mengenai keyakinan tentang providensi Allah dan
kebangkitan orang benar, mereka berbeda pendapat dengan orang-orang Saduki.
Gambaran Yosefus sesuai dengan data-data umum
tentang orang Farisi yang terdapat dalam PB. Tetapi gambaran dalam PB unik
karena konfrontasi antara Yesus dan orang Farisi. Orang Farisi melawan
Yesus karena menurut mereka, Dia menghujat Allah! Mereka mulai bertindak baik
niat (tanpa pengetahuan). Kekeliruan yang besar mereka terhadap Mesias Allah
tidak bisa dipakai untuk rekonstruksi partai orang Farisi secara umum. Kalau
demikian, hal yang menakjubkan dalam Injil dihilangkan, yaitu: bagaimana
mungkin orang-orang yang paling dekat Yesus dalam ketaatan mereka kepada hukum
Taurat dan keyakinan mereka terhadap kebangkitan, justru menjadi
musuh-musuh-Nya yang paling hebat? Karena mereka menolak utusan Allah itu,
golongan yang paling baik dijadikan golongan yang paling buruk.
Komentar
Posting Komentar