Objek Material dalam Sosiologi Agama

Objek Material dalam Sosiologi Agama

Suatu pengetahuan dapat disebut sebgai ilmu pengetahuan apabila memenuhi persyaratan yang dituntut oleh ilmu pengetahuan secara umum. Syarat yang harus dimiliki untuk menjadi ilmu pengetahuan adalah memilki objek kajian yang berupa objek material dan formal.objek tersebut juga berfungsi untuk mengetahui ranah cakupan dari suatu ilmu pengetahuan. Sosiologi merupakan suatu ilmu pengetahuan, oleh sebab itu sosiologi juga memilki ranah cakupan objek material dan objek formal. Untuk mengetahui apa saja yang dipelajari dalam sosiologi dapat diketahui melalui objek material dan formal sebagai berikut:

Objek Material
Objek material adalah materi atau bahasan yang dipelajari dalam ilmu tersebut. Objek tersebut berfokus pada, “materi” pa yang dipelajari?.” Sosiologi memiliki objek material yang meliputi manusia, masyarakat, interaksi, struktur, dan perubahan sosial. Dan juga objek materialdari ilmu pengetahuan yang lalin memiliki kesamaan dengan objek material sosiologi. Misalnya dalam antropologi, dan komunikasi memiliki objek material manusia dan interaksi sama seperti yang dimilki oleh sosiologi. Secara umum rumpun ilmu sosial juga memiliki objek material yang sama dengan sosiolgi. Tetapi ilmu sosiologi lebih banyak membahas objek material tentang suatu manusia dalam kelompok atau disebut juga masyarakat 

Objek Formal 
Pengertian dari objek formal adalah sudut pandang atau cara tinjau atas objek material. Objek material berfungsi untuk membedakan satu ilmu dengan ilmu yang lainnya. Tetapi bisa juga memiliki objek formal dan mterialnya berbeda. Objek formal berfokus pada “bagaimana kita melihat suatu materi dan bagaimana cara materi tersebut dapat menjelaskannya?”. Sebagai contoh, objek material manusia. Ilmu ekonomi akan mellihat manusia sebagai mahkluk yang selalu ingin memenui kebutuhannya. Dalam ilmu psikologi manusia adalah mahkluk yang memilki tingkah laku yang dipelajari melalui aktivitas jiwa dan kepribadian. Dalam ilmu antropologi manusia dipandang sebagai mahkluk yang saling barinteraksi. Secara khusus sosiologi mempelajari hubungan antar manusia dalam kelompok dan antar kelompok dalam masyarakat yang berwujud asosiatif (kerja sama) dan disosiatif ( persaingan). Dilihat dari objek formal, sosiologi juag memiliki defenisi tersendiri tentang objek material berupa masyarakat. Menurut Soerjono (2007), defenisi masyarakat adalah : 

 
  • Masyarakat adalah sekumpulan manusia yang berkumpul dan hidup bersama (minimal 2 orang)
  • Manusia saling bercampur dalam waktu yang sama dan relative lama
  • Sadar adalah suatu kesatuan.
  • Merupakan suatu system hidup bersama.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Singkat Terbentuknya Gereja Kristen Sulawesi Barat (GKSB)

Kepemimpinan Perempuan dalam Gereja (suatu tinjauan Sosio-Teologis terhadap Kepemimpinan Pendeta Perempuan dalam Gereja Kristen Sulawesi Barat)

Laporan Baca : Buku Apakah Penggembalaan Itu ?