Metode Pemuridan Dalam Gereja
Metode yang Aplikatif untuk Pemuridan dalamGereja
Penting juga bagi kita untuk mengerti bahwa metode pemuridan ini adalah untuk melatih dan membimbing orang-orang yang kita bina menjadi seorang Kristen dewasa yang melayani Tuhan. Metodi ini adalah untuk pemuridan. Bukan untuk penggembalaan dari jiwa tersebut, sebab penggembalaan adalah lebih fokus pada aspek pemerhatian dari kebutuhan rohani.
Yesus
menggunakan empat cara memuridkan orang. Setiap cara memerlukan pendekatan dan
tingkat kedewasaan iman yang berbeda. Jadi bisa saja lebih efektif dalam suatu
tipe pemuridan lebih daripada tipe pemuridan yang lain.
Penting juga bagi kita untuk mengerti bahwa metode pemuridan ini adalah untuk melatih dan membimbing orang-orang yang kita bina menjadi seorang Kristen dewasa yang melayani Tuhan. Metodi ini adalah untuk pemuridan. Bukan untuk penggembalaan dari jiwa tersebut, sebab penggembalaan adalah lebih fokus pada aspek pemerhatian dari kebutuhan rohani.
- Modeling (Menjadi teladan). Modeling merupakan cara termudah untuk memuridkan seseorang. Anda tidak perlu memberitahukan kepada orang lain bahwa anda sedang menjadi model bagi mereka. Modeling juga dapat diterapkan baik kepada orang Kristen maupun yang non Kristen. Sebagai salah satu cara penginjilan lewat hubungan persahabatan, seorang yang melakukan modeling, akan menjadi teladan dan terang di mana orang lain dapat melihat Kristus lewat diri kita. Perhatikan teladan yang Yesus lakukan saat perjamuan terakhir dalam Yohanes 13:12-15, dimana dalam ayat ini menjelaskan bagaimana Yesus membasuh kaki murid-muridnya, sebagai suatu teladan atau contoh agar murid-muridnya juga melakukan hal demikian dengan sesamanya. Modeling adalah pendekatan yang paling tidak frontal (secara terbuka) dalam pemuridan dan semua orang dapat melakukan. Setiap dari kita seharusnya menjadi model kehidupan orang Kristen dimanapun kita berada. Namun seringkali kita menjadi model yang negative. Bagaimana kita dapat membuat orang lain bertumbuh dalam Kristus padahal kita sendiri membicarakan keburukan pemimpin kita dan bergosip tentang orang lain di gereja.Modeling adalah salah satu pendekatan yang kita dapat lakukan baik kepada orang percaya dan orang yang belum percaya. Idealnya melalui modeling seseorang akan bertumbuh dalam kristus dan dapat dibawa ketingkat berikutnya dalam mentoring, instructing, coaching. Modeling juga adalah saran ampuh untuk dapat mempengaruhi seseorang yang tidak tertarik akan Tuhan, Keselamatan dan Injil.
- Mentoring. Banyak orang menganggap “Mentoring” terjadi saat dua orang duduk bersama dan mendiskusikan hal-hal yang sifatnya rohani. Walaupun anggapan tersebut tidak salah, namun aksi mentoring masih jauh lebih dari pada yang digambarkan. Hubungan mentoring dapat dibangun di atas hubungan modeling yang telah dilakukan sebelumnya, dan dapat juga dibina dengan seseorang yang belum melewati proses modeling. Dalam hubungan mentoring, modeling masih tetap dilakukan. Bedanya adalah bahwa dalam mentoring, ada pengertian dan usaha secara sadar diterima dan dilakukan oleh kedua belah pihak untuk mementori dan dimentori. Dalam hubungan mentoring, seseorang mentor akan mengajarkan apa yang harus dilakukan, kemudian menjelaskan apa yang telah dilakukan. Dengan kata lain, mentoring dimulai, seseorang mentor akan menjelaskan hal-hal yang perlu dilakukan dalam mentoring. Dalam Yoh. 21:15-17, Yesus menjadi mentor bagi Petrus. Tiga kali Ia menanyakan apakah petrus mengasihinya, lalu Ia menginstruksikan petrus untuk menggembalakan domba-dombaNya. Sebelunya, petrus telah mendengar Yesus berbicara soal penggembalaan serta bagaimana ia menjadi gembala yang baik. Petrus juga telah melihat Yesus sebagai teladan kasih dimanapun mereka berada. Namun pada saat itu, Yesus merasa perlu untuk mengingatkan petrus contoh-contoh yang telah diberikan sebelumnya.
-
Instructing (Mengajar). Kita semua terbiasa dengan istilah intruksi. Dalam bentuk yang paling mudah, Intruksi adalah mengajarkan beberapa kebenaran kepada orang percaya. Dalam Amanat Agung, Yesus memberikan mandat kepada para muridNya untuk mengajar orang lain untuk taat terhadapsegala perintahNya. Para murid meresponi mandat ini dengan cara memberikan intruksi dalam beberapa metode. Dalam hubungan mentoring, seringkali ada pemberian intruksi namun hanya pada skala individu ataupun kelompok kecil. Pemberian intruksi dapat dilakukan kepada ribuan orang dalam waktu yang bersamaan. Bukan berarti kita punya kesempatan untuk sesekali merengkuh dayung tiga pulau terlampaui, namunintruksi kita bisa sampai kepada banyak orang yang jumlahnya lebih banyak daripada anggota kelompok kecil. Pemberian intruksi tidak perlu dilakukan secara lisan, melainkan bisa dibuat dalam bentuk tulisan, seperti tulisan paulus yang dapat kita baca dalam perjanjian Baru. Pemberian intruksi dapat dilakukan secara pribadi maupun tidak. Namun seperti halnya mentoring, agar pemberian intruksi dapat berjalan efektif, Anda perlu memiliki siswa yang mau diajar. Anda dapat mencoba memberikan intruksi kepada beberapa orang, namun jika mereka tidak mau mendengar maka anda hanya membuang-buang waktu.
-
Coaching (pelatihan). Metode terakhir dari pemuridan adalah coaching (pelatihan). Sejauh ini kita sudah melihat cara modeling, mentoring dan instructing. Ketiga tipe pemuridan ini dapat digunakan dengan tujuan suatu hari dapat membangun hubungan coaching dapat dibangun tanpa lebih dahulu dilakukan pemuridan. Hubungan coaching tidak bisa dimulai dari bawah, melainkan harus dibangun di atas pemuridan yang telah dilakukan sebelumnya. Mungkin pemuridannya tidak dilakukan oleh anda, melainkan dilakukan oleh orang lain. Dalam hubungannya dengan gereja, seseorang yang dilatih sudah punya dasar Alkitab yang kuat karena sebelumnya telah memperoleh intruksi dan dimentori oleh orang percaya yang dewasa rohani. Dalam hubungan coaching (pelatihan), seseorang pelatih menyuruh orang yang ia latih untuk memprakttekan hal-hal yang telah mereka terima atau training. Ketika kembali, mereka melaporkan hal-hal yang telah terjadi. Setelah itu pelatih memberi semangat, koreksi intruksi lebih jauh maupun hal-hal lain yang dapat membantu saat orang yang ia latih keluar untuk praktek lagi.
Komentar
Posting Komentar