Makalah Pembinaan Warga Gereja
Bab I
Pendahuluan
A. Pendahuluan
B. Rumusan masalah
C. Apa pengertian Pembinaan Warga Gereja ?
D. Apa saja Model-model Pembinaan Warga Gereja ?
E. Apa tujuan Pembinaan Warga Gereja ?
F. Apa pentingnya Pembinaan Warga Gereja ?
Dr. O. E. Ch. Wuwungan, Bina Warga; Bunga RampaiPembinaan Warga Gereja, BPK Gunung Mulia, Jakarta, 2012, hlm 127.
Pendahuluan
Gereja
adalah suatu kehidupan bersama religius yang berpusat pada penyelamatan Allah
dalam Tuhan Yesus Kristus. Kehidupan bersama itu dibentuk oleh orang-orang yang
atas pertolongan Roh Kudus menerima dengan percaya terhadap penyelamatan Allah
di dalam Tuhan Yesus Kristus. Pengertian demikian menunjukkan bahwa Gereja
memiliki segi ilahi dan segi manusiawi. Segi ilahi Gereja adalah sebagai buah
penyelamatan Allah, maka Pemilik dan Penguasa Gereja adalah Allah. Segi
manusiawi Gereja adalah sebagai kehidupan bersama religius, yang oleh
pertolongan Roh Kudus diciptakan dan diselenggarakan secara lembagawi oleh
manusia. Sebagai suatu kehidupan bersama religius yang lembagawi, Gereja
membutuhkan kepemimpinan. Kekhasan kepemimpinan Gereja di dasarkan pada segi
ilahi dan segi manusiawi Gereja. Dari segi ilahi gereja, Gereja adalah buah
penyelamatan Allah, yang hidupnya dipimpin oleh Allah melalui bekerjanya Roh
Kudus dengan Alkitab sebagai alat-Nya. Dari segi manusiawi, Gereja adalah suatu
kehidupan bersama religius yang dipimpin oleh manusia yang atas kehendak Allah
dalam kebijaksanaan-Nya dipanggil secara khusus untuk melaksanakan tugas
kepemimpinan. Oleh karena itu, apa yang diputuskan dan atau yang dilakukan oleh
manusia dalam memimpin Gereja, harus dapat dipertanggungjawabkan kepada Allah.
Setiap
Gereja adalah Gereja Allah yang mandiri yaitu Gereja yang memiliki kewenangan
dan mampu mengatur diri sendiri, mengembangkan diri sendiri, dan membiayai diri
sendiri. Dalam mewujudkan kemandiriannya setiap Gereja wajib mengembangkan
kebersamaan dengan Gereja lain baik secara klasikal maupun sinodal. Sebaliknya,
dalam kebersamaan klasikal dan sinodal wajib mengembangkan kemandirian setiap
Gereja. Semua pelayanan gereja adalah pembinaan warga gereja agar mampu
melaksanakan tugas panggilan Tuhan. Pembinaan merupakan usaha gereja untuk
mendewasakan warga gereja, agar melalui proses belajar dan mengalami perubahan
diri yang terus menerus, warga gereja mau dan mampu bersaksi, bersekutu dan
melayani di tengah-tengah gereja dan masyarakat.
B. Rumusan masalah
C. Apa pengertian Pembinaan Warga Gereja ?
D. Apa saja Model-model Pembinaan Warga Gereja ?
E. Apa tujuan Pembinaan Warga Gereja ?
F. Apa pentingnya Pembinaan Warga Gereja ?
Istilah
“pembinaan” berasal dari kata dasar ”bina”. Bila melihat ke dalam Kamus Besar
Bahasa Indonesia, dapat ditemukan bahwa kata “bina” berarti “mengusahakan
supaya lebih baik (maju, sempurna, dan sebagainya)”. Sedangkan arti dari kata
“pembinaan” adalah “proses, cara, usaha, dan kegiatan yang dilakukan secara
efisien dan efektif untuk memperoleh hasil yang lebih baik”. Pengertian ini tidak
jauh berbeda dengan yang diberikan oleh Poerwadarmita (1987). Menurut beliau
pembinaan adalah “suatu usaha, tindakan dan kegiatan yang dilakukan secara
berdaya guna berhasil, untuk memperoleh hasil yang lebih baik.”
Istilah “warga gereja” dalam bahasa Yunani
ialah “laikoi”, yang berarti “semua anggota dalam tubuh Kristus, yaitu
gereja secara rohaniah, yang telah menerima Kristus sebagai Juruselamat,
terdaftar sebagai anggota dalam sebuah gereja lokal, dan juga yang turut
mengambil bagian dalam pelayanan gerejawi”. Dengan demikian semua orang yang
telah dibaptis adalah warga gereja, termasuk pendeta dan semua pelayan Tuhan
lainnya yang ada dalam gereja.
Pengajaran
Firman Tuhan adalah dasar dari semua program dalam Pembinaan Warga Gereja.
Pemberitaan Firman harus menjadi pusat pembinaan iman warga gereja, karena iman
datang dan bertumbuh dari mendengar akan Firman Tuhan (Roma 10:17).
Adanya
pelayanan khusus (kategorial) ini adalah karena melibatkan warga yang mempunyai
kesamaan minat dalam bidang-bidang tertentu seperti kewanitaan, kepemudaan,
pendidikan anak-anak dan remaja, kebapaan. Warga gereja dibina sesuai dengan
kelompok usia dan jenisnya masing-masing agar tujuan pembinaan dapat diterima
dengan kontekstual dan prosesnya dapat berjalan efektif.
Banyak
gereja yang menawarkan berbagai “program pemuridan” seperti kelas-kelas,
seminar-seminar, kelompok-kelompok kecil pemuridan. Apabila diamati lebih
seksama, ternyata “program-program pemuridan” yang demikian tidak efektif dalam
menghasilkan perubahan hidup yang kokoh. Perubahan hidup yang nampak hanya
bersifat sementara bila tidak ditindaklanjuti secara berkelanjutan. Esensi dari
pemuridan yang sebenarnya adalah memberikan contoh atau model dalam menuntun
orang lain untuk mencapai potensi maksimalnya.
Pembentukan
persekutuan warga jemaat dalam kelompok-kelompok kecil merupakan strategi yang
baik untuk menyediakan komunitas yang sehat kepada mereka, hal ini dimaksudkan
agar antar warga jemaat dapat saling memperhatikan dan membangun sehingga
sama-sama mengalami pertumbuhan jasmani dan rohani. Perlu ditegaskan bahwa
memperhatikan antar warga jemaat di dalam kelompok kecil tidak hanya sebatas
masalah rohaninya saja, tetapi juga masalah lain yang menyangkut seluruh segi
kehidupan (kesehatan, ekonomi, pendidikan, keluarga, dll).
Gereja
yang benar sesungguhnya tidak pernah membatasi fungsinya hanya sebagai
pengelola program-program pembinaan bagi warga jemaat yang erat kaitannya
dengan hal-hal rohani saja. Gereja dapat mengadakan pelatihan keterampilan
hidup sesuai dengan kebutuhan warga jemaatnya. Misalnya pelatihan memasak bagi
jemaat wanita, ini dapat membekali mereka yang hendak membuka usaha kuliner
untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
·
Upaya meperlengkapi
orang-orang kudus bagi pelayanan dan pembangunan Tubuh Kristus.
·
Mempersiapkan warga
gereja untuk hadir dan berperan serta agar menjadi berkat di tengah-tengah
masyarakat
a.
Supaya warga jemaat
memiliki pengenalan yang jelas tentang Allah.
b.
Alkitab adalah
satu-satunya yang dapat mengubah kehidupan
c.
Agar hidup
orang-orang percaya semakin diperlengkapi dalam menyatakan tanda-tanda kerajaan
Allah.
d.
PWG adalah sebuah
proses dimana seseorang dilayani berdasarkan apa yang digariskan dalam II Tim
3:15-17 memperkenalkan kitab suci bahwa mengajar tentang kesalahan, memperbaiki
kelakuan, mendidik orang didalam kebenaran.
“pembinaan
warga gereja” adalah “suatu usaha pembinaan yang berpusat pada Kristus,
berdasarkan pengajaran Alkitab, dan merupakan proses untuk menghubungkan
kehidupan warga jemaat dengan Firman Tuhan, melalui membimbing dan
mendewasakannya dalam Kristus melalui kuasa Roh Kudus.”
Komentar
Posting Komentar