Laporan Baca Pastoral : Pelayanan Pastoral Kepada Orang yang Berduka
Tujuan yang ingin
dicapai :
v Dari
penulis : dalam buku ini, mencoba memberikan pengetahuan dan keterampilan yang
dibutuhkan oleh pastor/gembala untuk melayani orang yang berduka itu. Selain
membekali dengan teori, buku ini juga dilengkapi dengan berbagai contoh dan
latihan yang amat bermanfaat.
v Pelayan
pastoral membantu orang yang berduka itu untuk lebih intensif menyadarinya
kehilangannya. Buka saja lebih intensif menyadari secara rasional, tetapi juga
secara emosional.
v Agar
kita mampu mengerti dan memahami bagaimana seharusnya melakukan pastoral kepada
orang yang berduka.
v Agar
pelayan mampu memahami situasi dan kondisi dari orang yang mengalami kedukaan.
v Agar
pelayan mampu ikut merasakan penderitaan dan kesedihan yang dialami orang
berduka.
1.
Isi
dan evaluasi buku
v Kelemahan dan kelebihan buku
Kelemahan
: Dari dalam buku Pelayanan Pastoral kepada orang yang berduka, ada kelemahan
yang terdapat dalam buku ini. Yaitu :
1. Terdapat
banyak kalimat yang diulangi.
2. Banyak
kata-kata yang kurang dimengerti. Dalam hal bahasa yang digunakan merupakan
bahasa yang tinggi.
3. Susah
dibedakan poin-poin penjelasan yang telah dibahas sebelumnya.
Kelebihan
: Dari dalam buku Pelayanan Pastoral kepada orang yang berduka, ada kelebihan yang
terdapat dalam buku ini. Yaitu :
1. Dalam
buku ini banyak contoh-contoh yang dipaparkan, sehingga kita yang membacanya
mendapat sedikit bantuan untuk gampang memahami.
2. Terdapat
penjelasan mengenai cara atau hal apa yang mampu dilakukan seorang pelayanan
untuk melakukan pastoral kepada orang berduka.
3. Terdapat
juga pejelasan yang terperinci dalam pembahasan mengenai pelayanan pastoral
kepada orang yang berduka.
4. Bukunya
tidak terlalu tebal sehingga para pembaca bisa dengan mudah memahami isi buku.
v Bagaimana pendapatmu, setuju atau
tidak setuju
1.
Dalam buku terdapat kalimat seperti
ini : Kita berduka, karena kita
kehilangan orang yang kita cintai dalam hidup kita : suami kita, atau istri
kita, atau orangtua kita, atau anak kita, dan lain-lain. Kehilangan yang
demikian kita alami atau rasakan sebagai suatu kerugian. Saya setuju dengan
pendapat ini karena jika kita mengalami hal seperti itu pastilah kita mendapat
kerugian, yakni waktu kita bersama dengan orang yang kita sayangi telah
berakhir, ini membuat rencana kita bersama orang yang kita sayangi ini menjadi
hilang. Kita rugi karena jika kita dalam berduka banyak hal-hal yang kita
korbankan, contohnya dalam tugas atau pekerjaan kita sehari-hari. Tidak ada
semangat lagi untuk melakukan semua pekerjaan itu.
2.
Dalam buku ini terdapat kalimat : kedukaan lebih daripada penderitaan.
Saya setuju karena jika kita berduka pasti banyak hal-hal yang dikorbankan.
Baik dalam pikiran kita, sikap emosian kita. Inilah yang membuat kedukaan itu
lebih dari penderitaan.
3.
Dalam buku ini terdapat kalimat :
Pencobaan sebagai tantangan. Dalam hal ini pencobaan sebagai tantangan biasa
disalah artikan oleh seorang pastor. Saya setuju dengan pernyataan yang seperti
itu karena disaat kita mengalami pencobaan itulah tantangan hidup yang harus
kita lalui, pencobaan yang dapat membuat diri kita mampu lebih kuat, dan bisa
lebih mendekatkan diri kepada Tuhan. Tergantung bagaimana kita melihat
pencobaan itu seperti apa, karena banyak hal juga yang terjadi karena disaat
kita mendapat pencobaan itu kita malah menyalahkan Tuhan, inilah tugas seorang
pelayan untuk mampu memberikan penjelasan yang mampu diterima oleh orang yang
berduka.
v Bagaiman tanggapan
Dalam
terjadi kedukaan, pastor harus bisa membantu orang yang sedang mengalami
kedukaan, supaya ia dapat menunaikan tugas-tugasnya dalam proses kedukaannya.
Karena itu pastor harus mampu bercakap kepada orang yang berduka dan terus
mengingatkan akan tugas-tugasnya dapat dikerjakan dengan baik. Dan juga pastor
mampu memberi diri untuk dapat mendengar keluhan atau kesedihan yang dialami
oleh orang yang berduka.
v Bagaimana isi buku dan aplikasinya
Didalam
buku pastor harus memberikan perhatian kepada orang yang berduka dengan cara
mengunjungi mereka dan menghibur mereka atau mengajak mereka utnuk melakukan
hal-hal yang bermanfaat, atau membantu mereka dalam hal-hal yang mereka
butuhkan. Tetapi didalam kenyataannya
masih sangat kurang pelayanan pastoral kepada orang yang berduka. Biasanya
pelayanan hanya sesekali mengunjungi orang berduka dan pelayanan datang hanya
disaat diadakannya ibadah penghiburan, bahkan biasanya pelayan hanya memberi
salam kepada orang yang berduka tanpa menyapanya lebih lama dan memberikan
penghiburan. Dalam percakapan yang membantu pastor berusaha untuk membantu
orang yang berduka, supaya ia dapat mencurahkan isi hatinya kepada partner
percakapannya itu dan lebih dalam memasuki (dan menggumuli) situasinya,
perasaan-perasaan atau emosi-emosinya dan caranya yang betindak. Dalam
kenyataannya biasa pastor hanya datang saja dan berdoa tanpa ingin mengetahui
apa yang dialami orang yang sedang mengalami kedukaan. Tidak memberikan kesempatan
kepada orang yang berduka untuk mencurahkan isi hatinya.
Salah satu syarat dari percakapan
yang membantu ialah : mengerti dunia pikiran dan dunia-perasaan dari orang yang
berduka, yang pastor gembalakan. Kalau dunia itu ternyata begitu asing baginya,
sehingga ia tidak dapat mengerti orang yang berduka itu, ia harus menerima
kenyataan sebagai bukti, bahwa ia tidak dapat membantunya. Hal itu
terjadi,kalau orang yang gembalakan itu, berasal dari suatu daerah dengan
kebudayaan lain. Dalam kenyataannya biasanya
seorang pelayan memberikan naehat kepada orang yang berduka tetapi malah ia
sendiri yang tidak mengerti dan memahami apa yang dirasakan oleh orang yang
berduka, dan juga biasanya didapatkan seorang pelayan tidak mempunyai hubungan
yang harmonis kepada orang yang sedang mengalami kedukaan, akibatnya pelayan
tidak dapat menunaikan tugasnya dengan baik. Padahal untuk dapat membantunya
pastor justru harus bersikap ramah, hangat dan penuh dengan kasih sayang
terhadap sesama.
4.
KESIMPULAN
v Masukan pendapat
Pendapat
saya mengenai buku pelayanan pastoral kepada orang yang berduka adalah :
didalam kehidupan kita pastilah kita pernah merasakan yang namanya berduka,
mengalami kesedihan yang sangat mendalam. Baik disaat kita mendapat suatu
musibah, kita dtinggalkan orang yang kita sayangi, sungguhlah kita merasakan
kesedihan yang sangat membuat hati kita terpukul. Dalam hal inilah seorang
pastor memberi dirinya untuk mampu menjadi orang yang dapat membantu orang yang
sedang mengalami kedukaan. Pastor memberikan semangat, memberikan hiburan, atau
memberikan suatu nasihat kepada orang yang berduka. Mampu untuk ikut dalam
merasakan kedukaan itu. Tetapi masih sangat minim atau kurangnya pelayanan
pastoral kepada orang yang berduka. Oleh karena itu pelayan harus sungguh-sungguh
memahami terlebih dahulu bagaimana proses atau cara dalam melakukan pastoral
kepada orang yang berduka sehingga orang yang berduka bisa merasakan kegunaan
dan mendapat semangat dari seorang
pelayan pastoral. Tidak menjadi batu sandungan kepada sesama, apalagi dalam
kehidupan jemaat, pastor harus menjadi seorang yang mampu berbuat benar kepada
anggota jemaatnya, tidak memilih-milih orang yang ingin dikunjungi, mampu
embuat anggota jemaat merasakan kehadiran yang positif dari seorang pastor,
sehingga kedamaian dalam berjemaat bisa tercipta.
v Rekomendasi tentang buku
Didalam
buku sangatlah bermanfaat saat kita membacanya karena ada begitu banyak hal-hal
yang bisa kita terima dan dapatkan dalam buku ini, terlebih kepada seorang
pelayan. Dan juga dalam buku ini bisa lebih memberikan contoh yang kongkrit
dalam melakukan pastoral kepada orang yang berduka. Dan semoga kedepannya,buku
mengenai pelayanan pastoral kepada orang berduka akan lebih banyak diterbitkan,
dan memberikan lebih banyak lagi penjelasan mengenai pastoral kepada orang yang
berduka.
Komentar
Posting Komentar