Laporan Baca Judul Buku : Sosiologi dengan pendekatan membumi, edisi keenam Jilid 1
Perspektif
sosiologis menekankan bahwa pengalaman sosial manusia- kelompok-kelompok dalam
mana mereka menjadi anggota dan pengalaman mereka menjadi anggota dan
pengalaman mereka dalam kelompok-kelompok ini- melandasi perilaku mereka C
Wright Mills merujuk perspektif ini sebagai persimpangan biografi (individu)
dan sejarah (faktor sosial yang mempengaruhi individu)
Sosiologi
muncul sebagai suatu disiplin ilmu tersendiri di pertengahan 1800-an di Eropa
Barat, selama awal Revolusi Industri. Indutrialisasi mempengaruhi seluruh segi
eksistensi manusia dimana orang hidup, sifat pekerjaan, bagaimana mereka
memandang kehidupan, dan hubungan antara pribadi.
Suatu
teori ialah suatu pernyataan mengenai bagaimana fakta-fakta saling berhubungan,
suatu teori menyediakan suatu kerangka konsep untuk menafsirkan fakta. Para
sosiolog menggunakan tiga kerangka teori utama untuk menafsirkan kehidupan
sosial. Untuk mengumpulkan data, para
sosiolog menggunakan 6 metode penelitian : Survei, observasi partisipatif,
analisis sekunder, dokumen, eksperimen, dan langkah tak mencolok.
Semua
kelompok manusia mempunyai kebudayaan-bahasa, kepercayaan, nilai, norma, dan
objek material yang diwariskan dari satu generasi kegenerasi berikutnya.
Kebudayaan material terdiri atas objek, kebudayaan non material merupakan cara
berpikir dan pola perilaku suatu kelompok. Kebudayaan ideal ialah nilai, norma,
dan tujuan ideal suatu kelompok. Kebudayaan nyata ialah perilaku mereka
sebenarnya, yang seringkali jauh dari kebudayaan ideal mereka.
Bahasa
memungkinkan pengalaman manusia berorientasi pada tujuan, bekerja sama, dan
kumulatif. Bahasa pun memungkinkan manusia untuk bergerak melampaui masa kini
dan masa lampau dan berbagi masa lampau, masa mendatang, dan perspektif bersama
lainnya.
Semua
kelompok memiliki niali, standar melalui mana mereka mendefinisikan apa yang
diinginkan atau tidak diinginkan, dan norma, peraturan atau harapan mengenai
perilaku. Norma yang tidak ditegakkan dengan tegas dinamakan folkways,
sedangkan mores merupakan norma terhadap kelompok menuntut kepatuhan karena
mores mencerminkan niali inti.
William
Ogburn menciptakan istilah ketertinggalan budaya untuk merujuk pada bagaimana
kebudayaan non material suatu kelompok tertinggal oleh teknologinya yang
berubah. Dengan kemajuan teknologi masa kini dibidang perjalanan dan
komunikasi, difusi budaya pun berlangsung dengan cepat. Ini menghasilkan
pendataran budaya, melaui mana banyak kelompok mengadopsi kebudayaan Barat
sebagai ganti kebiasaan mereka sendiri.
Manusia
dilahirkan dengan kapasitas untuk mengembangkan suatu diri, tetapi diri harus
dikonstruksikan secara sosial, artinya isinya tergantung pada interaksi sosial.
George Herbert Mead mengidentifikasikan kemampuan mengambil peran orang lain
sebagai hal yang mendasar bagi perkembangan diri. Mead menyimpulkan bahwa
pikiran pun merupakan suatu produk sosial. Freud memandang perkembangan
kepribadian sebagai hasil id seseorang yan g berbenturan dengan tuntunan
masyarakat. Ego berkembang untuk menyeimbangkan id dengan superego, yaitu hati
nurani. Para sosiolog sebaliknya tidak mepelajari motivasi bawaan sejak lahir
atau dibawah sadar, melainkan bagaimana faktor sosial, kelas sosial, gender,
agama, pendidikan, dan seterunsya, melandasi perkembangan kepribadian. Sosialisasi
gender pemilihan anak laki-laki dan perempuan kedalam peran yang berbeda,
merupakan cara utama untuk mengendalikan perilaku manusia. Anak-anak bahkan
telah menerima pesan mengenai gender sejak bayi. Agen sosialisasi mencakup
media massa, keluarga, lingkungan hunian, agama, penitipan anak, sekolah,
kelompok sebaya, dan tempat kerja. Masing-masing mempunyai penagruh yang khas
dalam mensosialisasikan kiat menjadi anggota penuh suatu masyarakat.
Meskipun
sosialisasi sangat kuat, kita bukanah jumlah pengalaman sosialisasi kita
semata-mata, sebagaiman halnya sosialisasi yang berpengaruh pada perilaku
manusia, manusia pun bertindak terhadap
lingkungan mereka dan bahkan mempengaruhi konsep diri mereka.
Istilah
struktur sosial merujuk pada kungkungan sosial yang mengelilingi kita dan
menetapkan batas perilku kita. Struktur sosial terdiri atas kebudayaan, kelas
sosial, status sosial, peran, kelompok, institusi sosial, dan masyarakat. Letak
kita dalam struktur sosial melandasi persepsi, sikap, dan perilku kita.
Kebudayaan meletakkan kerangka terluas, sedangka kelas sosial membagi orang
berdasarkan penghasilan, pendidikan dan prestise pekerjaan. Perilaku dan
orientasi kita selanjutnya dipengaruhi status yang kita duduki, peran yang kita
mainkan, kelompok dalam mana kita berada, dan pengalaman kita dengan institusi
dalam masyarakat kita.
Institusi
sosial adalah cara yang baku yang telah dikembangkan masyarakat untuk memenuhi
keperluan pokoknya.
Para
ahli sosiologi mengguanakan banyak defisi untuk kelompok, tetapi pada umumnya
kelompok didefinisikan sebagai orang-orang yang memiliki persamaan tertentu dan
percaya bahea persamaan di antara mereka bersifat signifikan. Para sosiolog
membagi kelompok kedalam primer, kelompo sekunder, kelompok - dalam, kelompok –
luar, kelompok acuan, dan jejaring. Hubungan kerjasama, intim, jangka panjang,
tahap muka disediakan oleh kelompok primer bersifat mendasar, lebih anonim,
formal dan tidak personal dibanding kelompok lain.
Suatu
birikrasi terdiri suatu organisasi yang ditata dalam suatu hirarki, dengan
pembagian kerja, peraturan tertulis, komunikasi tertulis, dan posisi yang tidak
pribadi. Birokrasi cenderung bertahan karena birokrasi efisiensi, dan adanya
pengalihan tujuan.
Istilah
kebudayaan korporasi merujuk pada tradisi, nilai dan norma tak tertulis suatu
organisasi, sebagian besar kebudayaan korporasi seperti nilai terselubung dan
stereotipnya, tidak mudah dilihat. Orang yang cocok dengan nilai terselubung
suatu organisasi cenderung ditempatkan dijalur yang meningkatkan peluang sukses
mereka, sedangkan mereka yang tidak cocok dengan nilai tersebut cenderung
ditempatkan dijalur yang meminimalkan kinerja mereka.
Istilah
dinamika kelompok merujuk pada bagaiman individu mempengaruhi kelompok dan
bagaimana kelompok mempengaruhi individu. Dalam suatu kelompok kecil, setiap
orang dapat berinteraksi secara langsung dengan setiap orang lain. Sewaktu
kelompok menjadi lebih besar, intesitasnya berkurang dan stabilitasnya
bertambah.
Seorang
pemimpin ialah seseorang yang mempengaruhi orang lain, pemimpin otoriter
memberi perintah, pemimpin demokratis berupaya memimpin melalui konsensus, dan
pemimpin laissez faire sangat permitif.
Dari
suatu perspektif sosiologis, penyimpangan bersifat relatif. Apa yang dianggap
orang menyimpang berbeda antara satu kebudayaan dengan kebudayaan lain dan
antara satu kelompok dengan kelompok lain dalam masyarakat yang sama. Para
fungsionalis menunjukkan bahwa penyimpangan, termaksuk tindak kejahatan,
bersifat fungsional bagi masyarakat. Fungsinya mencakup penegasan norma dan
promosi persatuan sosial dan perubahan sosial.
Stratifikasi
sosial merujuk pada suatu hierarki hak-hak istimewa relatif yang berdasarkan
pada kekuasaan, kepemilikan, dan prestise. Karl Marx mengemukakan bahwa suatu
faktor tinggal menentukan kelas, jika anda memiliki alat produksi anda
termaksud kaum borjuis, jika tidak anda adalah proteler (pekerja). Max weber
mengemukakan bahwa ada 3 unsur yang menentukan kelas sosial yaitu kepemilikan,
prestise, dan kekuasaan.
Sebagian
besar sosiolog mengadopsi definisi weber mengenai kelas sosial sebagai sejumlah
besar orang yang peringkatnyasaling berdekatan dalam artian kekayaan,
kekuasaan, dan prestise
Erik Wright mengembangkan sustu
model empat kelas atas dasar pemikiran Marx, kapitalis, borjuis kecil, manajer,
dan pekerja. Kahl dan gilbert mengembangkan suatu model enam kelas kapitalis.
Dalam urutan yang menurun adalah kelas menengah bahwa, kelas pekerja, pekerja
miskin, dan kelas bawah. Kemiskinan di AS tidak terbagi secara merata.
Komentar
Posting Komentar