Laporan Baca Judul Buku :Sosiologi edisi keenam Jilid 2







Stratifikasi sosial

            Kelas sosial lahir sebagai akibat dari adanya pembagian jenis pekerjaan. Kelas sosial terdiri atas orang-orang yang memiliki status sosial yang sama dan saling menilai satu sama lainnya sebagai anggota masyarakat yang sederajat. Setiap kelas sosial merupakan suatu subkultur yang memiliki sejumlah sikap, kepercayaan, nilai, dan norma perilaku yang berbeda dengan kelas sosial lainnya. Kelas sosial seseorang  ditentukan oleh totalitas kedudukan sosial dan ekonominya dalam masyarakat, termaksuk kekayaan dan penghasilan, jenis pekerjaan, pendidikan identifikasi diri, prestise keturunan, partisipasi kelompok, dan pengakuan oleh orang lain. Kelas sosial adalah kenyataan sosial yang penting. Ia sangat menentukan masa depan dan mewarnai perkembangan kepribadiaan seseorang. Subkultur kelas sosial menumbuhkan etnosentrisme kelas sosial yang menghambat adanya pengertian timbal balik di antara semua kelas sosial. Kelas sosial membentuk pola-pola hidup individu, kelas sosial rendah cenderung bersikap liberal dalam kegiatan politik yang berkaitan dengan keuntungan ekonomis, namun bersikap konservatif dalam menerima perubahan sosial lainnya. Perbedaan kelas sosial belum dihapuskan dalam masyarakat sosialis. Masyarakat komunis bukanlah masyarakat tanpa kelas sosial, melainkan masyarakat yang menerapkan sistem kelas sosial yang sangat berbeda.          Mobilitas sosial adalah peningkatan atau penurunan dalam segi status sosial dan (biasanya) termaksud pula segi penghasilan, yang dapat dialami oleh beberapa individu atau oleh keseluruhan anggota kelompok. Mobilitas naik menimbulkan peningkatan kepuasan hidup, kecemasan, dan pengorbanan. Masyarakat yang bersistem kelas sosial terbuka mendorong terciptanya upaya untuk menaiki  dan menuruni tangga mobilitas, sedang pada masyarakat yang bersistem kelas sosial tertutup atau masyarakat yang bersistem kasta, status kelas sosial diperoleh melalui warisan dan sangat sulit diubah. Jumlah mobilitas naik dipengaruhi oleh faktor-faktor struktur, yang antara lain termaksuk jumlah kedudukan tinggi yang tersedia, perbedaan fertilitas, dan penunjang serta penghambat mobilitas yang ada dalam masyarakat.
            Ras dapat diartikan baik sebagai sutu kelompok orang yang memiliki ciri-ciri fisik yang sma, maupun sebagai suatu kelompok orang yang ciri-cirinya ditentukan oleh pengertian masyarakat. Dalam segi pemakaian istilah ras, tidak terdapat kesamaan pendapat. Perbedaan ras secara biologis tidaklah penting. Namun secara budaya perbedaan ras adalah penting. Istilah etnik bukan hanya mencakup kelompok-kelompok ras, melainkan juga mencakup kelompok-kelompok lain yang memiliki asal muasal yang sama, dan mempunyai kaitan satu sama lainnya dalam segi agama, bahasa, kebangsaan, asal daerah, atau gabungan antara faktor yang satu dengan faktor yang lainnya. Pemikiran ortodoks memandang diskriminasi sebagai masalah yang terpenting dalam kaitannya dengan hubungan antar kelompok etnik. Orang-orang Ortodoks mempertahankan budaya Ghetto, menunjang kebanggaan kelompok, dan menganjurkan adanya kebijakan pemerintah yang menghapuskan diskriminasi, memperkuat prulalisme budaya, serta memperluas tunjangan sosial. Aliran pemikiran revisionis yang bertolak belakang aliran pemikiran ortodoks, memandang budaya Ghetto sebagai penghambat, dan menilai bahwa diskriminasi bukan lagi merupakan masalah utama, serta memandang beberapa program pemerintah sebagai upaya yang tidak produktif.
Perubahan sosial dan Kebijakan Sosial
            Demografi meliputi komposisi kelompok usia dan kelompok jenis kelamin penduduk, perpindahannya didalam suatu negara atau antar negara, dan laju pertumbuhan penduduk. Dalam banyak hal komposisi kelompok usia dan kelompok jenis kelamin penduduk mempengaruhi kehidupan sosial penduduk. Migrasi dipengaruhi oleh dorongan terhadap penduduk karena adanya keadaan yang tidak memuaskan di negara sendiri, karena adanya daya tarik kesempatan menarik di tempat lain, dan karena adanya saluran-saluran atau jalan yang menungkinkan penduduk untuk berimigrasi.
            Komunitas biasanya didefinisikan sebagai penduduk sutatu wilayah yang dapat menjadi temapt terlaksanya segenap kegiatan kehidupan kelompok manusia itu. Orang desa berbeda dengan orang kota karena dahulu kondisi fisik dan sosial di kota. Isolasi komunitas desa tradisional, homogenitas, pekerjaan dibidang pertanian, dan ekonomi subsistensi cenderung menciptakan orang yang hemat, bekerja keras, konservatif, dan etnosentris.
            Perilaku kolektif merupakan ciri khas dari masyarakat berkebudayaan kompleks. Perilaku demikian tidak terdapat pada masyarakat sederhana. Perilaku kolektif meliputi perilaku kerumunan, perilaku massa, dan gerakan sosial. Kerumunan adalah suatu kumpulan manusia sementara yang bertindak secara bersama-sama. Terdapat tiga teori utama yang mencoba memberi penjelasan tentang perilaku kerumunan. Teori penyebaran, teori konvergensi, teori kemunculan norma. Perilaku kerumunan memiliki banyak ragam/bentuk. Massa terdiri atas sejumlah orang yang terpisah-pisah yang memberikan respons terhadap suatu rangsangan yang sama secara sendiri-sendiri. Perilaku massa adalah perilaku massa yang tidak terstruktur dan tidak terkordinasi. Dalam kenyataan setiap kelompok dewasa ini berupaya untuk dapat memanipulasi pendapat umum. Propaganda yang sering kali disebut hubungan masyarakat merupakan salah satu kegiatan terbesar kita. Propaganda bisa saja terbukti lebih lemah daripada yang seringkali kita duga. Gerakan sosial merupakan cara-cara kolektif untuk menunjang atau menolak perubahan.
            Semua masyarakat mengalami perubahan secara terus menerus. Teori evolusioner berpendapat bahwa semua masyarakat mengalami tahap-tahap perkembangan yang sama dan menuju ketahap perkembangan akhir, yakni tahap dimana evolusi sosial berakhir. Teori siklus berpendapat bahwa semua masyarakat  melalui siklus perubahan , yang akhirnya akan kembali ketitik awal lalu mengulangi siklus yang sama. Teori fungsional dan teori konflik memusatkan perhatian pada pembahasan tentang kondisi dan proses perubahan. Keduanya memberikan tekanan agak berbeda. Unsur-unsur budaya baru lahir dari penemuan, invensi, atau melaui defusi dari masyarakat lain. Kadar perubahan sosial sangatlah berbeda antara masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lainnya, dan antara kurun masa yang lainnya, dari antara kurun masa yang satu dengan kurun masa yang lainnya, perubahan geografis dapat melahirkan perubahan sosial besar. Migrasi kesuatu lingkungan baru sangat sering menimbulkan perubahan dalam segi kehidupan sosial.
            Tidak semua inovasi dapat diterima. Sikap dan nilai-nilai kelompok menentukan ragam inovasi yang berkemungkinan untuk diterima oleh kelompok. Jika kegunaan inovasi dapat dibuktikan secara mudah dengan biaya yang murah, maka bukti tersebut akan sangat membantu diterimanya inovasi itu, tetapi banyak invensi sosial dapat diuji coba tanpa menerimanya secara keseluruhan. Inovasi yang sesuai dengan unsur-unsur utama budaya yang berlaku lebih mudah diterima daripada inovasi yang bertentangan dengan unsur-unsur tersebut. Kesulitan teknis dalam memasukkan suatu perubahan kesuatu kebudayaan acapkali membawa konsekuensi besar dalam segi ekonomi dan ketidaknyamanan pribadi. Orang yang memiliki kepentinagan pribadi biasanya menentang perubahan, namun merek sekali menyadari bahwa perubahan yang diusulkan sebenarnya menguntungkan mereka.
            Konsekuensi perubahan tidak akan pernah berakhir, penemuan dan invensi, dan juga unsur-unsur budaya dimasukkan kedalam suatu masyarakat seringkali menimbulkan reaksi perubahan berantai yang merusak banyak aspek kebudayaan. Betapapun bedanya, berkaitannya, dan saling tergantungnya aspek-aspek kebudayaan, aspek-aspek tersebut tidaklah berubah dalam kadar yang sama. Kesenjangan waktu antara saat penerimaan suatu unsur budaya baru dengan saat sempurnanya proses penyesuaian disebut kesenjangan budaya. Meskipun perubahan kadang-kadang membawa kepahitan yang lebih parah, karena perubahan tidak terlepas dari keuntungan dan kerugian. Perencanaan sosial mencoba untuk mengurangi kerugian perubahan, namun keberhasilannya masih diperdebatkan. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Singkat Terbentuknya Gereja Kristen Sulawesi Barat (GKSB)

Kepemimpinan Perempuan dalam Gereja (suatu tinjauan Sosio-Teologis terhadap Kepemimpinan Pendeta Perempuan dalam Gereja Kristen Sulawesi Barat)

Laporan Baca : Buku Apakah Penggembalaan Itu ?