laporan baca Judul Buku :Sosiologi edisi keenam
Sosiologi dan Masyarakat
Sosiologi
adalah suatu studi Ilmiah tentang kehidupan sosial manusia. Semua ilmu
pengetahuan didasarkan pada bukti yang dapat diverifikasi. Berbagai perspektif
digunakan dalam sosiologi. Masing-masing memandang masyarakat dari pandangan
yang berbeda. Perspektif evolusioner, perspektif interaksionis, perspektif
fungsionalis, perspektif konflik. Setiap perspektif, sampai tingkat tertentu,
digunakan oleh kebanyakan sosiolog dan diperlukan untuk memperoleh pengertian
yang menyeluruh tentang suatu masyarakat. Sosiologi berusaha untuk mempelajari
masyarakat secara ilmiah. Setiap ilmu sosial memiliki fokus tersendiri dan
fokus sosiologi adalah tentang kehidupan kelompok ras manusia dan hasil
interaksi sosial dari kehidupan kelompok ini. Metode-metode penelitian
sosiologi mencakup penelitian eksperimental dan observasional dan banyak
penelitian dapat berupa penelitian cross-sectional atau penelitian
longitudinal, yang mungkin prospektif atau retrospektif. Sosiologi sebagaimana
semua ilmu dapat bersifat murni atau terapan. Sosiologi murni mencari
pengetahuan baru sedang sosiologi terapan mencoba untuk mempergunakan
pengetahuan sosiologi untuk masalah-masalah praktis.
Masyarakat dan Individu
Kebudayaan
adalah segala sesuatu yang dipelajari dan dialami bersama secara sosial oleh
masyarakat manusia. Kebudayaan materi dibangun dari benda-benda yang dibuat
oleh manusia. Kebudayaan bukan materi terdiri dari pola-pola perilaku, norma,
nilai-nilai dan hubungan sosial dari sekelompok manusia. Suatu masyarakat
adalah sekelompok manusia yang secara relatif mandiri, yang hidup bersama cukup
lama, mendiami suatu daerah tertentu memiliki kebudayaan yang sama dan
melakukan sebagian besar kegiatannya dalam kelompok itu.
Kebiasaan
(folkways adalah kebiasaan suatu masyarakat. Tata kelakuan (mores) adalah
gagasan tentang benar dan salah yang melekat pada beberapa jenis perilaku.
Nilai adalah gagasan mengenai apakah pengalaman penting atau tidak penting.
Lembaga
adalah kelompok kebiasaan dan tata kelakuan yang utama yang berpusat pada
kebutuhan manusia yang penting. Suatu kebudayaan adalah suatu sistem perilaku
yang terpadu dengan nilai dan gagasan-gagasan yang mendukungnya. Dalam
kebudayaan yang sudah sangat terpadu, semua unsur cocok satu sama lain secara
laras. Semua masyarakat dan kelompok menekankan keunggulan kebudayaan mereka sendiri.
Kepribadian
adalah suatu sistem kecenderungan perilaku menyeluruh dari seseorang.
Kepribadian yang normal berbeda secara dramatis dari masyarakat ke masyarakat
lain, masyarakat yang lebih majemuk mungkin memiliki sejumlah kebudayaan
khusus, masing-masing mengembangkan kepribadian modalnya dan mengurangi
keseragaman kepribadian yang menyeluruh didalam kebudayaan itu.
Proses
sosialisasi sebagian besar terjadi melalui belajar berperan. Status sosial
adalah sutu posisi/kedudukan dalam masyarakat dengan kewajiban dan hak istimewa
yang sepadan. Suatu peran adalah perilaku yang diharapkan dari seseorang yang
menduduki sutu peran tertentu. Bahkan dalam sutu status tunggal pun orang
dihadapkan dengan sekelompok peran yang disebut sebagai seperangkat peran. Perilaku
peran adalah perilaku aktual seseorang
yang memerankan suatu peran, dan yang dipengaruhi oleh penyajian peran yang
dramatis, dimana orang itu bertindak dengan suatu usaha yang sengaja untuk
menyajikan citra yang diinginkan bagi orang lain. Dorongan seks manusia penting
karena seksualitas kontinu yang menjamin asosiasi yang berkesinambungan dari
kedua jenis, keinginan terhadap kontinuitas yang memungkinkan persekutuan
seksual yang lestari, keinginan akan variasi, yang bertentangan dengan
keinginan akan kontinuitas, dan kelenturan yang luar biasa, dengan interese
seks yang disalurkan melalui suatu pola yang dibentuk masyarakat sebagai pola
yang normal.
Ketertiban
sosial tercipta bilamana kegiatan biasa orang yang berlangsung dengan
menyenangkan dan dapat diramalkan. Pada masyarakat sederhana, sosialisasi
menciptakan ketertiban sosial dengan cara mempersiapkan orang agar bersedia
berperilaku sebagaimana yang diharapkan, dan tekanan sosial memberi imbalan
berupa penerimaan dan pengakuan bilaman orang berperilaku seperti diharapkan.
Penyimpangan adalah setiap pelanggaran terhadap aturan perilaku, penyimpangan
adalah sesutu yang relatif dalam arti bahwa kadangkala hampir semua orang dapat
disebut sebagai penyimpangan, dan tidak ada seorangpun yang dapat disebut
sebagai penyimpang sepenuhnya. Terdapat banyak teori penyimpangan yakni Teori
biologis, teori psikologis, teori sosialisasi, teori reaksi masyarakat, teori
konflik, teori pengendalian.
Organisasi Sosial
Kekuatan
dan kelemahan kepribadian seseorang bermula dari cara orang itu diintegrasikan
kedalam jalinan hubungan kelompok. Terdapat perbedaan mendasar antara
kelompok-sendiri dengan kelompok luar. Perbedaan tersebut dapat diukur dengan
menggunakan konsep jarak sosial. Dinamika kelompok mempelajari interaksi dalam
kelompok dan pemecahan masalah, serta pengambilan kesimpulan untuk mencapai
pemahaman dan penanggulangan masalah-masalah organisasi.
Lembaga
sosial adalah organisasi norma-norma untuk melaksanakan sesuatu yang dianggap
penting. Lembaga berangsur-angsur dari kehidupan sosial manusia. Lembaga
mencakup sekumpulan unsur kelembagaan (norma perilaku, sikap, nilai, simbol,
ritual dan ideologi), fungsi manifes (tujuan yang dikehendaki) dan fungsi laten
(hasil/akibat yang tidak dikehendaki dan tidak direncanakan). Kaum intelektual
adalah orang-orang yang pekerjaannya terutama bergelut dengan gagasan.
Keluarga
merupakan lembaga sosial dasar. Bentuk lembaga ini sangat berbeda/bervariasi.
Semua masyarakat mempraktekkan endogami, yakni kawin dengan orang lain dalam
kelompoknya sendiri, dan juga eksogami, yakni kawin dengan orang dari luar
kelompok sendiri. Meskipun kebanyakan perkawinan bersifat monogam, banyak
masyarakat mengijinkan poligami, biasanya poligami, yakni suami mempunyai lebih
dari satu istri pada saat yang sama. Sebagaimana masyarakat mengijinkan
perceraian dengan berbagai syarat dan prosedur, variasi banyak keluarga
menujukkan bagaiman kebutuhan dasar manusia dapat dipenuhi secara memuaskan
dengan aneka macam pengaturan kelembagaan.
Sosiologi
agama adalah studi tentang interaksi timbal balik antara lembaga agama dengan
lembaga dengan lembaga-lembaga sosial lainnya. Klasifikasi Gereja kedalam
kelompok aliran kepercayaan (cult), sekte (sect), dedominasi, dan eklesia
menujukkan adanya beberapa metode yang berbeda untuk berhubungan dengan
masyarakat. Perbedaan agama kadangkala menyebabkan lahirnya pertentangan.
Gerakan ekumene dewasa ini berusaha menciptakan kerjasama. Ekumene merupakan
gigih yang telah berkembang diluar batas-batas Gereja dengan memberikan
perhatian terhadap agama-agama lain, bahkan terhadap orang-orang Marxis.
Lembaga
pendidikan dikembangkan sebgai suatu upaya sistematis untuk mengajarkan apa
yang tidak bisa dipelajari secara mudah dalam lingkungan keluarga, lembaga
pendidikan mempegaruhi dan dipengaruhi oleh lembaga-lembaga lainnya, oleh
karena itu lembaga pendidikan selalu berjuang untuk memperoleh otonomi dari
lembaga-lembaga lainnya, oleh karena itu lembaga pendidikan selalu berjuang
untuk memperoleh otonomi dari lembaga-lembaga tersebut. Ilmu pengetahuan dan
teknologi telah menjadi lembaga utama pada abad modern. Kemajuan ilmu
pengetahuan dan teknologi membawa akibat-akibat laten, yang seringkali sulit.
Ilmu pengetahuan dan teknologi bisa diarahkan untuk kesejahteraan manusia, dan
bukannya untuk kehancuran manusia. Lembaga politik-ekonomi adalah sarana yang
distandardisasi untuk memelihara ketertiban dalam proses produksi dan
distribusi barang dan jasa. Pemerintahan dan ekonomi saling berkaitan erat.
Lembaga-lembaga politik-ekonomi memiliki
tiga pola yakni (1) sistem ekonomi campuran, (2) Sistem komunisme, (3)
sistem Fasisme.
Fungsi
manifisme (nyata) dari lembaga-lembaga politik ekonomi adalah untuk memelihara
ketertiban, menciptakan konsensus, dan meningkatkan produksi semaksimal
mungkin. Tidak ada satupun masyarakat yang telah berhasil memenuhi segenap
fungsi tersebut. Fungsi laten dari lembaga-lembaga politik ekonomi banyak
jumlahnya, antara lain adalah merusak kebudayaan tradisional dan mempercepat
pengrusakan lingkungan hidup.
Ideologi
yang menyangkut hubungan antara pemerintah dengan ekonomi meliputi ideologi
yang dikembangkan oleh Adam Smith, Karl Marx, jhon Maynard Keynes, dan Milton
Friedman.
Komentar
Posting Komentar