Laporan Baca Judul Buku : Kepemimpinan Kristen (Konsep, Karakter, Kompetensi)







 Kepemimpinan adalah sebuah fungsi yang bisanya disebut dengan kepala dan pejabat teras pemerintahan, direktur, dan manajer perusahaan, rektor universitas, penatua gereja, namun belum tentu mereka adalah pemimpin. Ketika pejabat pemerintah di berbagai tingkat haus kuasa dan terus ingin berkuasa. Maka orientasi melayani rakyat semakin sirna sementara  ambisi untuk berkuasa semakin mengental.
Robert Greenleaf menulis bahwa kualitas kepemimpinan sebuah bangsa dapat diukur dari kondisi masyarakat yang berada di lapisan paling bawah, yang marjinal dan minoritas. Apakah mereka semakin diberdayakan sehingga lebih sejahtera dan mandiri ? Jika pertanyaan ini sulit di jawab dengan konkret, salah satu sebabnya adalah karena bangsa tersebut tidak memiliki kepemimpinan yang kapaabel secara moral dan teknis.
Gereja pun tidak imun dari krisis kepemimpinan. Gereja yang seharusnya menghasilkan pemimpin yang tinggi iman, tinggi ilmu, dan tinggi pengabdian malah terkontaminasi dengan berbagai masalah kepemimpinan.
Banyak masalah akut dan kronis yang melumpuhkan berbagai jenis organisasi disebabkan atau terkait dengan krisis kepemimpinan. Terlalu banyak organisasi yang dipimpin oleh orang-orang yang kurang diperlengkapi dengan kompetensi kepemimpinan yang mapan. Beberapa dari mereka memiliki cacat karakter. Integritas seringkali di korbankan demi kelanggengan ambisi pribadi.Pada saatyang bersamaan dampak dari aksi kepemimpinan mereka menjalar seperti kanker dari dalam organisasi, dan melumpuhkannya secara perlahan.
Krisis kepemimpinan adalah sebuah masalah yang krusial. Namun ada masalah yang lebih krusial, dan sekaligus urgen, yaitu masalah kepedulian. Banyak orang yang tidak peduli terhadap fakta bahwa kita tidak memiliki figur dan sistem kepemimpinan yang baik apalagi kepemimpinan yang biblika.
Ada dua pilihan pemimpin yaitu Adopsi dan Aborsi. Pertama, dunia bisnis mengadopsi prinsip dan pola kepemimpinan biblikal. Kedua, adalah umat Allah yang mengaborsinya. Area pertama adalah visi. Visi adalah konsep biblikal. Dokumen tertua yang memuat dan mengajarkan tentang visi secara eksplisit dalam Alkitab.
 Visi dalam Alkitab berfungsi menunjukkan arah dan pimpinan Allah kepada para hambanya. Area kedua dimana proses adopsi dan aborsi ini terjadi adalah  Akuntabilitas. Akuntabilitas menjaga pemimpin agar tetap memiliki pengaruh yang tajam, karena besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya. Aborsi pola kepemimpinan biblikal juga sering dilakukan pemimpin kristen dalam area pemberdayaan. Pembedayaan yang dalam istilah manajemen di kenal dengan empowerment, jelas adalah konsep biblikal. Berbagai karunia yang Allah berikan kepada setiap orang percaya diberikan untuk memberdayakan tubuh Kristus.
Memimpin dengan Integritas. Integritas adalah modal utama seorang pemimpin, namun sekaligus modal yang paling jarang dimiliki oleh pemimpin. Seorang pemimpin yang memiliki integritas membangun rasa percaya dengan menunjukkan kepada orang lain bahwa apabila ia diperhadapkan dengan tantangan moral, segalakeputusan dan aksinya dapat diprediksi. Namun integritas adalah sebuah komoditas kepemimpinan yang sangat langkah, bahkan hampir punah. Integritas dimengerti sebagai keutuhan. Keutuhan yang di maksud adalah keutuhan dalam seluruh aspek hidup, khususnya antara perkataan dan perbuatan. Integritas Etika dan Moralitas juga sangat penting. Secara sederhana etika adalah standar tentang mana yang benar dan salah, baik dan jahat. Sedangkan moralitas adalah tindakan aktual tentang hal yang benar dan salah, baik dan jahat. Integritas sendiri adalah integrasi antara etika dan moralitas. Orang yang memiliki integritas tidak memiliki sesuatu yang perlu disembunyikan atau ditakuti. Hidup mereka transparan bagai surat yang terbuka.
Pemimpin dan Arogansi.Kesombongan adalah dosa yang sangat serius dan sentral.Kesombongan mengalami kepuasan bukan karena memiliki sesuatu, namun karena memiliki sesuatu yang lebih dari orang lain.
 Jadi, pemimpin Kristen adalah seorang pemimpin pelayan. Namun pemimpin pelayan sering kali dianggap sebagai sebuah kontradiksi dalam terminologi.
Pemimpin banyak berjatuhan karena Akuntabilitas. Akuntabilitas adalah satu hal yang sangat krusial bagi pemimpin. Kepemilikan kuasa tanpa akuntabilitas bepotensi menjadi hal yang sangat berbahaya. Akuntabilitas adalah hal yang sangat sentral dalam diri pemimpin dan tubuh instituisi. Manfaat akuntabilitas bagi pemimpin akan terlihat jelas bila orang-orang yang kepada mereka si pemimpin akuntabel menolong pemimpin dari potensi bahaya. Pemimpin adalah orang yang sering kali sendirian dalarm hidupnya. Kesendirian pemipin menjadi salah satu harga emosional yang harus dibayar. Semakin tinggi posisi seorang pemimpin semakin ia merasakan kesendirian. Pemimpin yang akuntabel terhadap orang lain adalah pemimpin yang rela menunjukkan kerentnan.
Keinginan untuk selalu mengontrol segala sesuatu yang ada di sekitar kita adalah suatu yang inheren dalam natur manusia. Kita ingin mengatur waktu kita, keuangan kita, dan rencana-rencana kita. Masalahnya kita cenderung melampaui batas kewajaran. Kita ingin waktu, harta, dan masa depan kita berjalan persis. Kita ingin menguasai segala sesuatu di sekitar kita agar merasa aman dan nyaman. Termasuk mengatur orang lain agar mereka berfikir dan besikap sesuai dengan apa yang kita inginkan.
Kontrol dapat menjadi hal yang berbahaya karena menciptakan ilusi bahwa si pemimpin harus selalu  mengontrol segala segala sesuatu diluar dirinya. Ilusi ini memberi kepuasan tersendiri dalam diri pemimpin. Lalu berusaha mengubah ilusi itu menjadi sebuah realita. Kunci permasalahannya adalah ilusi kontrol tersebut muncul karena pemimpin terobsesi dengan tuntutan agar segala sesuatu berjalan atau terjadi sesuai dengan kehendaknya. Pemimpin harus kembali kepada teladan Yesus, yang mengajarkan bahwa pemimpin adalah pelayan dari sesamanya, dan bahwa kuasa yang otentik terletak pada penyerahan diri.
Setiap pemimpin cenderung memimpin sebagaimana ia dipimpin dulu. Fungsi pemimpin bukan menciptakan pengikut, tapi melahirkan pemimpin. Keberadaan pemimpin bukan membuat generasi pengikut yang selalu berada dalam bayang-bayangnya. Namun banyak pemimpin yang melakukan mentoring dengan gaya guru kungfu. Ilmu yang tertinggi tidak perna diajarkan karena sang guru kwatir hidupnya akan terancam dengan kelihaian muridnya. Kepemimpinan Kristen pada dasarnya adalah kepemimpinan berdasarkan karunia yang Allah berikan kepada hambaNya. Kepemimpinan Kristen memang akan lebih efektif bila memanfaatkan dengan selektif segala pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan kepemimpinan yang ada. Namun kepemimpinan Kristen adalah sebuah karunia. Paulus menaruh kepemimpinana dalam daftar karunia rohani dalam Roma 12:8.
Jika melalaikan hal ini, pemimpin yang dijalankan akan sangat mudah menjadi pemimpin sekuler, kepemimpinan yang mengandalkan diri sendiri dan menaggalkan Tuhan.Namun perlu diingat bahwa kepemimpinan adalah sebuah karunia Allah, kita akan senantiasa bersandar pada Roh Allah dalam menjalankan fungsi kepemimpinan kita dan tidak memiliki satupun alasan untuk menyombongkan diri. Itu sebabnya Paulus menulis agar Timotius bersandar pada Roh Allah yang membangkitkan 3 hal : kekuatan, kasih dan ketertiban dalam menjalankan tugasnya yang berat di gereja Efesus. Roh yang membangkitkan kekuatan untuk berani berhadapan dengan guru-guru palsu yang muncul dalam gereja. Roh yang membangkitkan kasih akan umat Allah untuk memotivasi mengahadapi berbagai resiko disalah mengerti, dikhianati. Dan Roh yang membangkitkan ketertiban untuk menjaga dari berbagai ajaran palsu dan tidak sehat yang muncul disekitarnya. Dengan bersandar pada Roh kudus, Pemimpin Kristen dipersiapkan untuk berhadapan dengan segala macam bentuk tantangan, kesulitan, dan bahaya kepemimpinan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Singkat Terbentuknya Gereja Kristen Sulawesi Barat (GKSB)

Kepemimpinan Perempuan dalam Gereja (suatu tinjauan Sosio-Teologis terhadap Kepemimpinan Pendeta Perempuan dalam Gereja Kristen Sulawesi Barat)

Laporan Baca : Buku Apakah Penggembalaan Itu ?