Laporan Baca :Dekonstruksi Kebenaran

Laporan Baca :Dekonstruksi Kebenaran







Tata isi             : Hendra




Buku ini sangat menarik di mana di dalamnya membahas tentang berbagai macam agama-agama atau suatu kepercayaan yang dianut oleh manusia sendiri. Dari berbagai macam agama inilah jangan sampai kita terombang ambing karena berbagai macam agama-agama dan pada akhirnya kita sendiri yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus menjadi pengikut-pengikut agama lain. Meskipun tedapat berbagai macam agama, seperti agama suku, dan agama-agama lainnya, janganlah kita mengklayim bahwa agama mereka salah akan tetapi kita harus menelusuru terlebi dahulu tentang agama mereka, apakah mengara ke hal-hal yang positif atau lebih mengara terhadap hal-hal negatif, janganlah kita menghakimi agama orang lain karena pada akhirnya kita sebagai orang Kristen akan di hakimi.


Dari berbagai segi sudut segi atau pandangan tentang agama menurut beberapa teori yang mengemukakan tentang agama, beragam macam agama yang akan kita telusuri seperti apa dan bagaimana proses berjalannya suatu agama tersebut.Misalnya teoriTylor mengatakan bahwa agama adalah kepercayaan kepada yang spiritual, sedangkan teori Durkheim menganggap bahwa agama tidak lebih dari sekedar perhatian terhadap yang sakral yang kemudian mengidentifikasikan yang sakral itu ke dalam tatanan sosial, baginya masyarakatlah yang sebenarnya di semba sebagai Tuhan.


 memahami tentang seluk beluk agama, dapat memahami agama dari berbagai macam teori-teori, menguraikan teori asal usul agama, mampu menjelaskan hubungan agama dan budaya. Akan tetapi Sesuai dengan laporan baca, poin yang akan di selesaikan yaitu “ mampu menguraikan pengalaman beragama menurut teori Sigmund Freud”.



            Pruedn sendiri merupakan penolak yang begitu kompleks terhadap agama, tidak menemukan satu alasan pun untuk percaya kepada Tuhan, sehingga ia menganggap ritual keagamaan tidak punya arti dan manfaat apa pun dalam kehidupan ini. Menurutnya agama tidak datang dari Tuhan yang Esa atau tuhan-tuhan yang lain, sebab tuhan-tuhan itu memang tidak ada dan juga bukan berasal dari suara hati dalam perenungan tentang dunia yang biasanya membawa kepada kebenaran. Munculnya kepercayaan di temukan dalam Oedipus Kompleks, dalam emosi-emosi yang terpisah dalam diri manusia yang membawa mereka kepada kejahatan besar pertama (membunuh ayah mereka), dan kemudian menjadikan ayah sebagai tuhan demi mengabulkan keinginan sang ayah mereka. Tuhan dengan segala kekuatannya bisa menghilangkan ancaman alam. Kepercayaan kepada Tuhan memberikan ketenangan dalam menghadapi kematian dan imbalan pahala karena mau dikekang oleh moral yang ditetapkan oleh peradaban. Kematian bukanlah hal yang menyakitkan karena telah yakin bahwa roh yang fana akan lepas dari raga dan akan tinggal bersama Tuhan. Frued menjelaskan pengalaman di alam mimpi sebagai suatu yang berbeda dari aktifitas di alam sadar maupun pra-sadar. Mempergunakan lapisan yang berasal dari wilayah lain dari pikiran yang sangat dalam, tersembunyi, banyak dan sangat kuat (alam bawa sadar). Menurut Freud, kepercayaan melalui gambar ilusi/ sesuatu yang khusus, ilusi adalah satu keyakinan yang kita pagangi dan haru selalu benar. Keyakina akan menjadi orang besar, ini adalah salah satu contoh dalam kasus ini. Juga dengan tegas mengatakan bahwa kepercayaan kepada Tuhan Bapa bukanlah sebuah delusi(suatu yang di inginkan jadi nyata, tapi semuaorang tahu hal itu tidak mungkin). Walaupun dia memandang pembicaraantentang benar tidaknya doktrin keagamaan tidak termasuk dalam cakupan penyelidikan saat ini, karena kita telah sama-sama tahu bahwa agama adalah, yang dalam istilah psikologis, disebut ilusi. Oleh sebab itu Freud mengatakan bahwa ajaran agama sebenarnya bukanlah wahyu dari Tuhan, dan juga bukan konklusi logis yang berasal dari pembuktian ilmia. Ajaran agama merupakan pikiran-pikiran dengan ciri utama yang khas; merupakan pemenuhan bagi keinginan manusia yang paling tua, paling kuat dan paling penting, rahasia kekuatan agama terletak pada kuatnya keinginan para pemeluk agama itu sendiri. Agama tidak lebih dari dekedar kebiasaan-kebiasaan para penganutnya dalam menggambarkan perasaan dan intuisi personal mereka belaka. Dalam bahasa Freud, Agama adalah gangguan obsesi mental manusia secara universal, sama seperti gangguan mental yang terjadi pada diri anak-anak. Agama muncul karena Oedipus Kompleks, karena masalah yang terjadi dengan ayah mereka. Meninggalkan agama membawa akibat fatal bagi proses pertumbuhan, dan mendapati diri dalam keadaan yang sangat kritis di tengah-tengah fase pertumbuhan. Freud mengakui bahwa di masa lalu agama memang telah memberikan sumbangan kecil kepada peradaban, seperti kepercayaan totem yang telah memberikan sumbangsinya kepada masyarakat dengan upacara-upacara yang secara tidak langsung menghalangi terjadinya pembunuhan dan incest. Agama sebagai keyakinan dan aturan-aturan yang di peruntukan bagi masa kanak-kanak umat manusia. Agama menjadi suatu yang tidak bisa dihindari, sama seperti tahap neurotis pada masa kanak-kanak manusia, agama yang terdapat dalam awal sejarah manusia adalah bertanda dari sebuah penyakit, dan keinginan untuk meninggalkan agama menjadi satu-satunya indikasi yang menunjukkan “kesehatan” peradaban manusia. Agama bukanlah pendorong utama dalam tingkah laku dan pemikiran manusia, sebab karakter agama sebenarnya adalah pasif. Fungsi utamanya adalah merefleksikan suatu realitas lain yang lebih kuat dan fundamental, yang terdapat di bawah perilaku agama itu sendiri.


 kekuatan dari buku ini memberikan pengertian tentang seluk beluk perbedaan kepercayaan dalam beragama,sedangkan kelemahan yaitu; sesuai dengan teori Sigmund Freud di mana dalam menjelaskan tentang kepercayaan agamanya, tidak selalu konsisten dalam penilaiannya. Pemikiran-pemikiran Freud perlu dikomentari bukan hanya dalam konteks teorinya tentang agama, tetapi juga framework ilmu psikoanalisa yang di jadikan pendukung pemikiran-pemikirannya.

C. kesimpulan;

 Berdasarkan teori Sigmund Freud tentang agama, berbagai bentuk pemahamannya misalnya Oedipus Kompleks, yang membawa manusia kepada kejahatan (membunuh ayah mereka), kemudian menjadikan ayah mereka sebagai tuhan dan berjanji manahan hasrat seksual sebagai bentuk bakti kepadanya. Dari teori tentang agama ini sangatlah berbeda jauh dengan ajaran agama Kristen akan tetaoi bagaimana pun cara orang lain dalam beragama janganlah kita mempersalahkan agama mereka, kerena itulah yang mereka anggab benar dan itulah yang mereka anggap sebagai juruslamat atau keyakinan yang membawa mereka kepada kehidupan yang kekal, karena apa bila mereka mati maka roh mereka akan tinggal bersama tuhan mereka yaitu ayah mereka yang mereka sendiri bunu lalu menganggapnya sebagai tuhan (Oedipus Kompleks). Bagi kita orang Kristen sudah jelas melalui pengorbananYesus Kristus kita suda di tebus dari dosa dan sebagai orang Kristren harus yakin bahwa kita suda selamat hanya saja bagaimana cara kita mempertahankan keselamatan itu dalam Iman. Janganlah kita terombang-ambing oleh agama kepercayaan yang lain.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Singkat Terbentuknya Gereja Kristen Sulawesi Barat (GKSB)

Kepemimpinan Perempuan dalam Gereja (suatu tinjauan Sosio-Teologis terhadap Kepemimpinan Pendeta Perempuan dalam Gereja Kristen Sulawesi Barat)

Laporan Baca : Buku Apakah Penggembalaan Itu ?