Laporan Baca : Buku Beriman Dan Berilmu

Laporan Baca : Buku Beriman Dan Berilmu


Jumlah halaman               : 84 halaman



Pertanyaan yang sewarjarnya di lontarkan kepada kita mahasiswa teologi dan PAK adalah bagaimana saudara bisa mengahadapi tantangan dalam hidup kita selaku mahasiswa di Sekolah Tinggi Agama Kristen Toraja. Berbicara tentang tantangan adalah suatu hal yang terkadang membuat semangat juang kita lemah dan putus asa.



Namun melalui bab 1 dalam buku ini, di jelaskan bahwa hampir setiap orang yang beriman akan mengahadapi yang namanya  masalah, dan salah satu masalah yang sering terjadi ialah kekeringan rohani: kita merasa bahwa Allah jauh, Alkitab membosankan, tidak ada keinginan untuk bersekutu dengan saudara seiman kita dan lain sebagainya, lalu apakah yang terjadi sering hal ini bagi kita mahasiswa? Contohnya, malas  kuliah,malas kerja tugas,sering datang terlambat dan lain –lain.
 
Buku ini mengajarkan kepada kita bahwa tantangan merupakan hal yang sulit bagi kita, tetapi dari segi lain merupakan suatu kesempatan. Apabila saudara mengahadapi tantangan ini, secara terbuka dan jujur serta tetap percaya kepada Tuhan maka iman saudara dapat dibangun berdasarkan fondasi iman  yang benar-benar kuat



  Berbicara tentang tantangan dalam hidup adalah suatu hal yang dapat menghambat keselarasan. Dalam hal ini ada cara yag menggambarkan suatu pedekatan dengan memadukan iman dan ilmu :



Sikap tunduk
Sebagian mahasiswa tunduk pada pandangan-pandangan radikal sehingga meninggalkan kepercayaan semula. Dan memang pelajaran apa pun itu pasti menghasilakn perubahan. Mau tidak mau pelajaran teologi akan membawa perubahan dalam kepercayaan kita. Tetapi perubahan itu tidak harus meninggalkan keyakinan akan berita Alkitab atau menolak asas-asas ajaran Kristen. Dan sangat menyedihkan apabila kita kehilangan spiritualitas dan semakin jauh dari Allah, justru karena menyelidiki alkitab.


Repsesi
Sikap repsesi ini adalah hal yang tidak dibenarkan, mengapa ? karena  secara emosional ,repsesi membahayakan kesehatan jiwa,dan secara etis juga repsesi tidak jujur, bahkan munafik , karena berasal dari skap berpura-pura dan tidak acuh terhadap pernyataan- pernyataan yang benar- benar ada. Lalu bagaimana kita seorang teologi dan PAK yang mempersiapkan diri menjadi pengajar Firman Tuhan, bagaimana kita dapat memanggil orang lain untuk berfikir secara kristiani kalau kita sendiri tidak berusaha menjawab pertanyaan kita hadapi ?


Pemisahan
Pemisahan,yakni bersikap dualistis. Namun disini dicantumkan beberapa akibat negative dari pembagian tersebut yaitu  : ilmu dianggap terpisah dari agama ,iman dan akal budi terpisah, pemisahan antara iman dan sejarah,  pemisahan dalam pemakaian bahasa,  namun sikap seperti ini perlu kita tolak karena semestinya kita menyadari bahwa pengenalan akan Allah berdasar pada karya Allah dalam sejarah sebagaimana dinyatakan dalam firman Allah.


Pendekatan terpadu
Tiga cara menghadapi tantangan studi teologi telah dibahas namun semuanya kurang memadai dan harus ditolak. Namun pada bagian akhir ini , akan dikemukakan  cara yang lebih baik yaitu pemaduan anatara iman dan ilmu. Pendekatan terpadu bermaksud memadukan akal dan hati, iman dan ilmu, teologi dan pengalaman, hidup dan pelajaran dalam penyerahan diri kepada kristus. Dan terakhir mengingatkan kita bahwa tujuan utama segala studi kita, yaitu memperlengkapi kita sebagai pelayan Kristus.


Tujuan alkitab satu-satunya ialah agar kita dapat mengenal Allah dan Anak-Nya Yesus Kristus dengan pengenalan sejati yang mendatangkan hidup yang kekal.
Tujuan yang lain ialah : memperlihatkan kepada kita cara hidup yang memuliakan Allah dan yang benar di mata Tuhan dan perlu kita ingat bahwa Alkitab mengambil tempat utama dalam hidup kita karena melaluinya kita menerima penyataan Allah.
Seperti halnya seorang anak sekolah minggu ,tidak mungkin langsung mengetahui apa tujuan Alkitab akan tetapi melalui membacanya dan ajaran dari guru- guru sekolah dan gerja terkhusus juga d rumah.


Dalam mempelajari Alkitab ada beberapa faktor yang mempengaruhi pendekatan, mana yang dipakai serta apa tujuan dan manfaat yang ingin kita capai. Faktor diantaranya ialah : tempat, pemilihan nats, jenis penelitian, dan cara penerapan.

Tempat  
Dimana pun kita berada, kita bisa saja mempelajari Alkitab,baik itu disekolah,di gerej, di rumanh, bahkan di area kampus juga bisa kita mempelajari Alkitab namun tujuan utamanya tetap sama yaitu menyesuaikn cara hidup kita dengan ajaran Alkitab 

Pemilihan Nats
 Dalam kita mempelajari Alkitab, perlu ada nats-nats pilihan yang perlu kita pilih sebab tidak semua nats alkitab akan kita langsung pahami dengan baik ,namun perlu diketahui bahwa semua ayat alkitab menggambarkan rencana Allah dan juga gambaran bagaimana cara hidup yang dipermuliakan Tuhan,dan juga segala jenis tulisan yang terdapat dalam alkitab berguna untuk memperkaya persekutuan kita dengan Tuhan. 

Jenis penelitian
 Setelah kita memili ayat Alkitab yang akan kita baca,  yang hendak ditekankan disini ialah adanya penelitian kita bagi ayat tersebut agar kita dapat mengerti bahkan mengaplikasikannya dalam hidup kita,dan juga  dalam usaha kita untuk menghayati Firman Allah. 

Cara penerapan
 cara penerapan ini didalam hidup kita memiliki banyak segi, begitu juga dalam mempelajari Alkitab, Dan perlu kita tekankan bahwa cara penerapan ini tergantung dari diri kita masing – masing, bagaimana dalam kehidupan kita sehari – hari dan juga bagaimana hubungan kita dengan Allah dan manusia.


Tujuan waktu teduh kita ialah mempererat persekutuan kita dengan Tuhan , kita memperbanyak waktu memuji dan menyembah Tuhan, mengucap syukur serta mengaku Dosa. Dan apa yang perlu kita ingat saat kita sedang membaca Alkitab dalam suasana beribadah, pertama ialah Berdoa,  kita harus mengetahui bahwa Allah tidak pernah dibatasi oleh kelemahan dan kegagalan kita, karena itu datanglah berdoa dan merendahkan diri hanya didalam Tuhan.  
Kedua, Asas- asas tafsir tetap sama, ketiga, yakni Membaca bagian Alkitab yang agak panjang, dan keempat , membaca bagian Alkitab yang tidak sedang dipelajari di ruang kuliah, dan yang terakhir yakni : belajar bermeditasi , lalu apa itu meditasi ? dijelaskan bahwa meditasi berada di antara pikiran dan doa.


  Berbicara tentang suatu yang kritis berarti suatu hal yang sangat rumit dan mungkin tidak di jangkau dengan akan pikiran manusia. Namun melalui bab ini, kita di ajar bahwa untuk mengahadapi hal yang bersifat kritis dan teoritis harus mendapat perhatian untuk menyelesaikannya
  Seperti halnya ketika kita belajar Alkitab , kadang kala ada kata yang sulit kita mengerti dan disitulah diperlukan cara dan pemikiran kita yang kritis , bagaimana cara kita menyelidiki agar kita dapat mengerti hal yang kritis dan sulit di mengerti itu, dan yakin bahwa ketika kita dengan sungguh-sungguh mencari kebenaran, Allah akan mengajar kita dan memperlihatkan hal-hal yang indah pada kita ketika memang dari kita ada niat.
  Dan untuk mempermudah belajar teori yang kritis, kita tidak harus memikirkannya terlebih dahulu namun kita harus membacanya dan menghayati lalu berdoa kepada Tuhan agar diberikan kemudahan dan pemahaman yang baik.



  Sejauh ini yang menjadi salah satu tantangan kita dalam kehidupan adalah kurangnya pelestarian rohani kita,namun yang jelasnya kita tidak dapat mengatasi semua tantangan seperti ini, dan melalui bab ini di ajarkan bahwa ada cara yang dapat dilakukan agar kesehatan spiritual kita tetap terjaga:

Ø  Berdoa

Ø  Beribadah dengan sesam mahasiswa
Ø  Menjadi anggota jemaat yang sejati
Ø  Mencari penggembalaan
Ø  Melibatan diri dalam pelayanan
Ø  Membaca buku rohani
Beristirahat dan bersenam 



  Dari bab- bab sebelumnya telah di paparkan bagaimana cara untuk melestarikan hidup rohani kita dan kegairaan rohani kita dalam studi. Dan sekarang kita memenekankan bahwa sesungguhnya peribadahan yang sungguh-sungguh akan mendukung kita dalam berteologi, sebab ketaatan merupakan salah satu jalan menuju pemahaman yang lebih mendalam akan rohai kita.
 Dalam hal ini, iman dan ilmu. Memang iman memberikan kita pengenalan akan Allah dan itu berarti hidup yang kekal, dan ilmu pengetahuan sangat perlu  tetapi lebih perlu lagi pengenalan akan Allah.
 Jadi dua kata ini , Iman dan ilmu adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan sebab pengetahuan tanpa iman bagi seorang mahasiswa teologi dan Pak hanya kesia-siaan, dan bukan hanya untuk kita mahasiswa Pak dan Teologi namun bagi semua orang jika ilmu tanpa iman ialah sia-sia


  Dari beberapa bab yang telah di bahas  dianjurkan suatu pendekatan terpadu dalam studi teologi, yakni dengan memadukan studi akademis dengan hidup rohani kita. Dan untuk emnjadi seorang yang semakin memahami teologi dan semakin dekat kepada Tuhan , kita harus memiliki sikap anatara lain :
Ø  Kemuridan
Ø  Kesaksian, dan
Ø   Kerendahan hati
 Ketika kita sudah memiliki hal ketiga di atas, maka kita telah mencapai pengertian Alkitab dan seharusnya kita menolak pendekatan terpadu , mengapa ? karena kita harus memandang Alkitab sebagai firman Allah , kita bertanggung jawab mendekati Alkitab dengan penuh kerendahan hati kita 



  Sejauh bab ini kita membahas akan banyaknya tantangan yang di hadapi oleh anak teologi dan Pak . dan pada bagian yang akhir ini akan membahas bagaimana kita mendapat kesempatan dan Hak istimewa di hadapan Tuhan. Ada tiga hal utama yang perlu kita jadikan pegangan yaitu:
Ø  Belajar untuk memuliakan Allah
Ø   Belajar Dan berdoa
Ø   Belajar dan melayani
 Semoga ketiga hal ini, menjadi visi kita semua , dan kirahnya Allah membentuk detiap pribadi kita menjadi Kristen yang sejati, dan memimpin dan melayani kristus  secara ilmiah dan rohani .

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Singkat Terbentuknya Gereja Kristen Sulawesi Barat (GKSB)

Kepemimpinan Perempuan dalam Gereja (suatu tinjauan Sosio-Teologis terhadap Kepemimpinan Pendeta Perempuan dalam Gereja Kristen Sulawesi Barat)

Laporan Baca : Buku Apakah Penggembalaan Itu ?