Laporan Baca : Buku Beriman Dan Berilmu
Laporan Baca : Buku Beriman Dan Berilmu
Jumlah halaman : 84 halaman
Buku ini mengajarkan kepada kita bahwa tantangan merupakan hal yang sulit bagi kita, tetapi dari segi lain merupakan suatu kesempatan. Apabila saudara mengahadapi tantangan ini, secara terbuka dan jujur serta tetap percaya kepada Tuhan maka iman saudara dapat dibangun berdasarkan fondasi iman yang benar-benar kuat
Berbicara tentang tantangan dalam hidup adalah suatu hal yang dapat menghambat keselarasan. Dalam hal ini ada cara yag menggambarkan suatu pedekatan dengan memadukan iman dan ilmu :
Dalam mempelajari Alkitab ada beberapa faktor yang mempengaruhi pendekatan, mana yang dipakai serta apa tujuan dan manfaat yang ingin kita capai. Faktor diantaranya ialah : tempat, pemilihan nats, jenis penelitian, dan cara penerapan.
Tempat
Dimana pun kita berada, kita bisa saja mempelajari Alkitab,baik itu disekolah,di gerej, di rumanh, bahkan di area kampus juga bisa kita mempelajari Alkitab namun tujuan utamanya tetap sama yaitu menyesuaikn cara hidup kita dengan ajaran Alkitab
Pemilihan Nats
Dalam kita mempelajari Alkitab, perlu ada nats-nats pilihan yang perlu kita pilih sebab tidak semua nats alkitab akan kita langsung pahami dengan baik ,namun perlu diketahui bahwa semua ayat alkitab menggambarkan rencana Allah dan juga gambaran bagaimana cara hidup yang dipermuliakan Tuhan,dan juga segala jenis tulisan yang terdapat dalam alkitab berguna untuk memperkaya persekutuan kita dengan Tuhan.
Jenis penelitian
Setelah kita memili ayat Alkitab yang akan kita baca, yang hendak ditekankan disini ialah adanya penelitian kita bagi ayat tersebut agar kita dapat mengerti bahkan mengaplikasikannya dalam hidup kita,dan juga dalam usaha kita untuk menghayati Firman Allah.
Cara penerapan
cara penerapan ini didalam hidup kita memiliki banyak segi, begitu juga dalam mempelajari Alkitab, Dan perlu kita tekankan bahwa cara penerapan ini tergantung dari diri kita masing – masing, bagaimana dalam kehidupan kita sehari – hari dan juga bagaimana hubungan kita dengan Allah dan manusia.
Jumlah halaman : 84 halaman
Pertanyaan yang sewarjarnya di lontarkan kepada kita mahasiswa teologi
dan PAK adalah bagaimana saudara bisa mengahadapi tantangan dalam hidup kita
selaku mahasiswa di Sekolah Tinggi Agama Kristen Toraja. Berbicara tentang tantangan
adalah suatu hal yang terkadang membuat semangat juang kita lemah dan putus
asa.
Namun melalui bab 1 dalam buku ini, di jelaskan bahwa hampir setiap
orang yang beriman akan mengahadapi yang namanya masalah, dan salah satu masalah yang sering
terjadi ialah kekeringan rohani: kita merasa bahwa Allah jauh, Alkitab
membosankan, tidak ada keinginan untuk bersekutu dengan saudara seiman kita dan
lain sebagainya, lalu apakah yang terjadi sering hal ini bagi kita mahasiswa?
Contohnya, malas kuliah,malas kerja
tugas,sering datang terlambat dan lain –lain.
Buku ini mengajarkan kepada kita bahwa tantangan merupakan hal yang sulit bagi kita, tetapi dari segi lain merupakan suatu kesempatan. Apabila saudara mengahadapi tantangan ini, secara terbuka dan jujur serta tetap percaya kepada Tuhan maka iman saudara dapat dibangun berdasarkan fondasi iman yang benar-benar kuat
Berbicara tentang tantangan dalam hidup adalah suatu hal yang dapat menghambat keselarasan. Dalam hal ini ada cara yag menggambarkan suatu pedekatan dengan memadukan iman dan ilmu :
Sikap tunduk
Sebagian mahasiswa tunduk pada
pandangan-pandangan radikal sehingga meninggalkan kepercayaan semula. Dan
memang pelajaran apa pun itu pasti menghasilakn perubahan. Mau tidak mau
pelajaran teologi akan membawa perubahan dalam kepercayaan kita. Tetapi perubahan
itu tidak harus meninggalkan keyakinan akan berita Alkitab atau menolak
asas-asas ajaran Kristen. Dan sangat menyedihkan apabila kita kehilangan
spiritualitas dan semakin jauh dari Allah, justru karena menyelidiki alkitab.
Repsesi
Sikap repsesi ini adalah hal yang tidak
dibenarkan, mengapa ? karena secara
emosional ,repsesi membahayakan kesehatan jiwa,dan secara etis juga repsesi
tidak jujur, bahkan munafik , karena berasal dari skap berpura-pura dan tidak
acuh terhadap pernyataan- pernyataan yang benar- benar ada. Lalu bagaimana kita
seorang teologi dan PAK yang mempersiapkan diri menjadi pengajar Firman Tuhan,
bagaimana kita dapat memanggil orang lain untuk berfikir secara kristiani kalau
kita sendiri tidak berusaha menjawab pertanyaan kita hadapi ?
Pemisahan
Pemisahan,yakni bersikap dualistis. Namun disini
dicantumkan beberapa akibat negative dari pembagian tersebut yaitu : ilmu dianggap terpisah dari agama ,iman
dan akal budi terpisah, pemisahan antara iman dan sejarah, pemisahan dalam pemakaian bahasa, namun sikap seperti ini perlu kita tolak
karena semestinya kita menyadari bahwa pengenalan akan Allah berdasar pada
karya Allah dalam sejarah sebagaimana dinyatakan dalam firman Allah.
Pendekatan terpadu
Tiga cara menghadapi tantangan studi teologi
telah dibahas namun semuanya kurang memadai dan harus ditolak. Namun pada
bagian akhir ini , akan dikemukakan cara
yang lebih baik yaitu pemaduan anatara iman dan ilmu. Pendekatan terpadu
bermaksud memadukan akal dan hati, iman dan ilmu, teologi dan pengalaman, hidup
dan pelajaran dalam penyerahan diri kepada kristus. Dan terakhir mengingatkan
kita bahwa tujuan utama segala studi kita, yaitu memperlengkapi kita sebagai
pelayan Kristus.
Tujuan alkitab satu-satunya ialah agar kita dapat mengenal Allah dan
Anak-Nya Yesus Kristus dengan pengenalan sejati yang mendatangkan hidup yang
kekal.
Tujuan yang lain ialah : memperlihatkan kepada kita cara hidup yang
memuliakan Allah dan yang benar di mata Tuhan dan perlu kita ingat bahwa
Alkitab mengambil tempat utama dalam hidup kita karena melaluinya kita menerima
penyataan Allah.
Seperti halnya seorang anak sekolah minggu
,tidak mungkin langsung mengetahui apa tujuan Alkitab akan tetapi melalui
membacanya dan ajaran dari guru- guru sekolah dan gerja terkhusus juga d rumah.Dalam mempelajari Alkitab ada beberapa faktor yang mempengaruhi pendekatan, mana yang dipakai serta apa tujuan dan manfaat yang ingin kita capai. Faktor diantaranya ialah : tempat, pemilihan nats, jenis penelitian, dan cara penerapan.
Tempat
Dimana pun kita berada, kita bisa saja mempelajari Alkitab,baik itu disekolah,di gerej, di rumanh, bahkan di area kampus juga bisa kita mempelajari Alkitab namun tujuan utamanya tetap sama yaitu menyesuaikn cara hidup kita dengan ajaran Alkitab
Pemilihan Nats
Dalam kita mempelajari Alkitab, perlu ada nats-nats pilihan yang perlu kita pilih sebab tidak semua nats alkitab akan kita langsung pahami dengan baik ,namun perlu diketahui bahwa semua ayat alkitab menggambarkan rencana Allah dan juga gambaran bagaimana cara hidup yang dipermuliakan Tuhan,dan juga segala jenis tulisan yang terdapat dalam alkitab berguna untuk memperkaya persekutuan kita dengan Tuhan.
Jenis penelitian
Setelah kita memili ayat Alkitab yang akan kita baca, yang hendak ditekankan disini ialah adanya penelitian kita bagi ayat tersebut agar kita dapat mengerti bahkan mengaplikasikannya dalam hidup kita,dan juga dalam usaha kita untuk menghayati Firman Allah.
Cara penerapan
cara penerapan ini didalam hidup kita memiliki banyak segi, begitu juga dalam mempelajari Alkitab, Dan perlu kita tekankan bahwa cara penerapan ini tergantung dari diri kita masing – masing, bagaimana dalam kehidupan kita sehari – hari dan juga bagaimana hubungan kita dengan Allah dan manusia.
Tujuan waktu teduh kita ialah mempererat persekutuan kita dengan Tuhan
, kita memperbanyak waktu memuji dan menyembah Tuhan, mengucap syukur serta
mengaku Dosa. Dan apa yang perlu kita ingat saat kita sedang membaca Alkitab
dalam suasana beribadah, pertama ialah Berdoa,
kita harus mengetahui bahwa Allah tidak pernah dibatasi oleh kelemahan
dan kegagalan kita, karena itu datanglah berdoa dan merendahkan diri hanya
didalam Tuhan.
Kedua, Asas- asas tafsir tetap sama, ketiga,
yakni Membaca bagian Alkitab yang agak panjang, dan keempat , membaca bagian
Alkitab yang tidak sedang dipelajari di ruang kuliah, dan yang terakhir yakni :
belajar bermeditasi , lalu apa itu meditasi ? dijelaskan bahwa meditasi berada
di antara pikiran dan doa.
Berbicara tentang suatu yang
kritis berarti suatu hal yang sangat rumit dan mungkin tidak di jangkau dengan
akan pikiran manusia. Namun melalui bab ini, kita di ajar bahwa untuk
mengahadapi hal yang bersifat kritis dan teoritis harus mendapat perhatian
untuk menyelesaikannya
Seperti halnya ketika kita
belajar Alkitab , kadang kala ada kata yang sulit kita mengerti dan disitulah
diperlukan cara dan pemikiran kita yang kritis , bagaimana cara kita
menyelidiki agar kita dapat mengerti hal yang kritis dan sulit di mengerti itu,
dan yakin bahwa ketika kita dengan sungguh-sungguh mencari kebenaran, Allah
akan mengajar kita dan memperlihatkan hal-hal yang indah pada kita ketika
memang dari kita ada niat.
Dan
untuk mempermudah belajar teori yang kritis, kita tidak harus memikirkannya
terlebih dahulu namun kita harus membacanya dan menghayati lalu berdoa kepada
Tuhan agar diberikan kemudahan dan pemahaman yang baik.
Sejauh ini yang menjadi salah
satu tantangan kita dalam kehidupan adalah kurangnya pelestarian rohani
kita,namun yang jelasnya kita tidak dapat mengatasi semua tantangan seperti
ini, dan melalui bab ini di ajarkan bahwa ada cara yang dapat dilakukan agar
kesehatan spiritual kita tetap terjaga:
Ø
Berdoa
Ø Beribadah
dengan sesam mahasiswa
Ø Menjadi
anggota jemaat yang sejati
Ø Mencari
penggembalaan
Ø Melibatan
diri dalam pelayanan
Ø
Membaca buku rohani
Beristirahat dan bersenam
Dari bab- bab sebelumnya telah
di paparkan bagaimana cara untuk melestarikan hidup rohani kita dan kegairaan
rohani kita dalam studi. Dan sekarang kita memenekankan bahwa sesungguhnya
peribadahan yang sungguh-sungguh akan mendukung kita dalam berteologi, sebab
ketaatan merupakan salah satu jalan menuju pemahaman yang lebih mendalam akan
rohai kita.
Dalam hal ini, iman dan ilmu. Memang
iman memberikan kita pengenalan akan Allah dan itu berarti hidup yang kekal,
dan ilmu pengetahuan sangat perlu tetapi
lebih perlu lagi pengenalan akan Allah.
Jadi dua
kata ini , Iman dan ilmu adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan sebab
pengetahuan tanpa iman bagi seorang mahasiswa teologi dan Pak hanya
kesia-siaan, dan bukan hanya untuk kita mahasiswa Pak dan Teologi namun bagi
semua orang jika ilmu tanpa iman ialah sia-sia
Dari beberapa bab yang telah di
bahas dianjurkan suatu pendekatan
terpadu dalam studi teologi, yakni dengan memadukan studi akademis dengan hidup
rohani kita. Dan untuk emnjadi seorang yang semakin memahami teologi dan
semakin dekat kepada Tuhan , kita harus memiliki sikap anatara lain :
Ø
Kemuridan
Ø Kesaksian,
dan
Ø
Kerendahan hati
Ketika
kita sudah memiliki hal ketiga di atas, maka kita telah mencapai pengertian Alkitab
dan seharusnya kita menolak pendekatan terpadu , mengapa ? karena kita harus
memandang Alkitab sebagai firman Allah , kita bertanggung jawab mendekati
Alkitab dengan penuh kerendahan hati kita
Sejauh bab ini kita membahas
akan banyaknya tantangan yang di hadapi oleh anak teologi dan Pak . dan pada
bagian yang akhir ini akan membahas bagaimana kita mendapat kesempatan dan Hak
istimewa di hadapan Tuhan. Ada tiga hal utama yang perlu kita jadikan pegangan
yaitu:
Ø
Belajar untuk memuliakan Allah
Ø Belajar Dan berdoa
Ø
Belajar
dan melayani
Semoga
ketiga hal ini, menjadi visi kita semua , dan kirahnya Allah membentuk detiap
pribadi kita menjadi Kristen yang sejati, dan memimpin dan melayani
kristus secara ilmiah dan rohani .
Komentar
Posting Komentar