Kliping : Langkah - Langkah Budidaya Cabe Secara Organik
Tahap Persiapan.
Sebagai langkah awal dalam budidaya cabe secara organic adalah kita harus terlebih dahulu mempersiapkan areal lahan yang akan kita usahakan sebelum kita melakukan penyemaian benih dan pengolahan tanah. Dipersiapkan kondisi lahan yang akan diolah dan ditanami dengan cabe dengan hal - hal sebagai berikut :
• Penyiapan tanaman pembatas lahan yang akan ditanami cabe dengan lahan di sekitarnya. Tanaman pembatas yang bisa dimanfaatkan seperti tithonia, rumput gajah dan banyak tanaman lainnya yang bisa didapatkan disekitar lahan.
• Pembuatan tempat tinggal musuh alami dan serangga predator sebagai penyeimbang ekosistem di lahan. Hal ini dilakukan dengan menanam bunga - bungaan yang berwarna cerah dan menarik perhatian serangga untuk datang dan tinggal di lahan. Misalnya menanam bunga tahi ayam, bunga matahari maupun jenis bunga lainnya.
• Setelah hal diatas dilakukan, juga harus dipersiapkan tanaman perangkap yang akan ditanam di bedengan nantinya. Yang biasa digunakan adalah bunga tahi ayam dan bunga matahari.
Tahap PenyemaianBenih
Langkah - langkah yang dilakukan dalam penyemaian benih cabe;
- Penyiapan lahan pesemaian : lahan yang akan digunakan haruslah disanitasi atau dibersihkan dari segala macam sisa tanaman maupun sisa gulma.
- Penggunaan kompos sebagai pupuk awal di pesemaian akan sangat membantu pertumbuhan benih menjadi bibit yang bagus dan kuat saat akan ditanam. Kompos yang digunakan haruslah sudah matang dan memiliki kandungan bahan organic ataupun hara yang tinggi.
Perlakuan ini sebagai imunisasi awal terhadap serangan hama dan penyakit. Sebelum disemai benih direndam dengan agens hayati Pseudomonas fluorescence selama 24 jam, lalu dikering anginkan selama 2-3 jam sebelum disemaikan.
- Setelah disemai, benih ditutupi dengan karung plastic sampai berkecambah dan mulai tumbuh. Setelah tumbuh, benih di pasangkan atap plastic transparan selama ± 2 minggu sampai benih kuat untuk langsung menerima kondisi lingkungan yang ada baik matahari langsung dan hujan.
Tahapan penyemaian benih yang sama juga digunakan untuk tanaman lain yang akan dijadikan sebagai pendamping tanaman cabe
Pengolahan Tanah
Pengolahan tanah dilakukan efisien dan sesuai dengan kaidah - kaidah konservasi tanah. Pembuatan teras atau bedengan harus memperhatikan kondisi permukaan lahan yang akan ditanami. Pembuatan drainase air harus mengarah kepada timbulnya infiltrasi atau peresapan air ke dalam tanah Yang harus diperhatikan lagi adalah pembuatan teras atau bedengan disesuaikan dengan jarak tanam tanaman cabe. jarak tanam yang digunakan adalah 60 cm x 70 cm, ini dikarenakan system polikultur yang akan kita gunakan.
Tanah harus bersih dari gulma dan sisa - sisa perakaran tanaman sebelumnya yang mungkin masih tertinggal di lahan. Pembuatan bedengan harus tertata dan rapi
Setelah selesai maka kemudian permukaan bedengan atau media tanam ditebarkan kompos sebagai pupuk dasar, kemudian bagian permukaan bedengan dicincang atau diaduk dengan cangkul sampai merata komposis antara tanah dengan kompos di setiap bagian permukaan bedengan sampai dengan pada kedalaman 15 - 20 cm. Baru kemudian permukaan bedengan ditutupi dengan mulsa.
Mulsa yang digunakan adalah tumbuhan yang bisa dimanfaatkan sebagai penutup permukaan bedengan dan juga sebagai sumber pupuk atau hara bagi tanaman. salah satunya jerami padi. Prinsipnya bahan mulsa adalah mudah didapatkan disekitar lahan kita.
Selanjutnya bibit yang ada di pesemaian dipindahkan ke lahan untuk di tanam.
Penanaman.
Jarak tanam yang digunakan adalah 60 x 70 cm dengan pertimbangan jarak tanam tersebut memungkinkan untuk pertumbuhan tanaman yang bagus bagi tanaman cabe itu sendiri dan tanaman pendamping nantinya. Lebar bedengan yang digunakan adalah 110 cm dengan tinggi 40 cm. Sebagai langkah awal pengendalian OPT setelah tanam maka tanaman di pasangkan gelas air mineral yang sudah dipotong bagian bawahnya untuk mengantisipasi serangan ulat potong Agrotis Ipsilon.
Setelah itu juga dilakukan penanaman tanaman perangkap seperti bunga tahi ayam atau bunga matahari di setiap ujung dan pertengahan bedengan.
Pengendalian Gulmadan Pemupukan
Pengendalian atau penyiangan gulma dilakukan secara berkala. Idealnya sejalan dengan waktu pemupukan. Pupuk yang digunakan antara lain pupuk organik dan bio-urine Pemakaian pupuk tersebut diberikan secara bergantian dengan jarak waktu 10 - 14 hari.
Pengamatan Tanamandan Pengendalian Serangan Hama dan Penyakit
Pengamatan terhadap tanaman dilakukan secara berkala dan intensif untuk mengetahui gejala serangan hama atau penyakit sedini mungkin. Begitupun untuk mengetahui tingkat kematian tanaman sedini mungkin sehingga bisa segera dilakukan penyisipan tanaman.
Pengendalian terhadap serangan hama atau penyakit dilakukan secara berkala menggunakan ramuan nabati yang sesuai dengan hama atau penyakit yang menyerang tanaman. Tanaman yang terserang penyakit sesegera mungkin dipindahkan dari lahan dan dibakar. Pengendalian harus dilakukan mulai dari pembibitan sampai panen secara terus menerus seiring dengan pengamatan yang intesif.
Panen dan Pasca Panen
Pada tanaman cabe yang dibudidayakan secara organic, panen dapat dilakukan sampai tanaman berumur 14 bulan. Hal ini bisa dilakukan karena perawatan yang intensif dan pemberian pupuk yang kontinyu. Setelah tanaman tidak lagi produktif dan akan diganti, maka tanaman harus dicabut dan dibakar untuk mengantisipasi kemungkinan adanya bibit penyakit yang tidak terpantau. Sangat dianjurkan untuk lahan yang sebelumnya sudah ditanami dengan cabe maka pada musim tanam berikutnya lahan tersebut tidak ditanami dengan tanaman yang satu famili dengan cabe seperti tomat dan terong. Ini dikhawatirkan akan bisa membuat berkembangnya bibit penyakit yang ada karena mendapatkan inang baru.
Komentar
Posting Komentar