Kliping : Cara Menanam Kakao (Coklat) Dengan Baik
Kakao adalah salah satu tumbuhan yang termasuk dalam
harga jual yang tinggi dan banyak digemari oleh petani dibeberapa pelosok
negeri ini terkhusus di wilayah Kalumpang Mamuju Sul-Bar. Masyarakat disana
selain mereka juga megusahakan peternakan mereka juga bercocok tanam kakao
namun cara yang lasim dilakukan dalam penanaman adalah cara yang tidak memiliki
struktur atau dengan kata lain masyarakat menanam kakao tidak memahami bagai
mana sebenarnya cara atau pola yang telah disarankan dari dinas pertanian dalam
bercocok tanam kakao. Oleh sebab itu lewat mata kuliah ini penulis menyampaikan
rasa syukur tyerima kasih atas tugas yang diberikan ini karena lewat tugas ini
penulis mendapatkan suatu pengalaman atau pengetahuan yang baru dalam bidang
pertanian. Semoga ini ini dapat bermanfaat bagi masyarakat yang belum menerima
dan memahami pola pertanian yang dikeluarkan oleh Dina Pertanian.
Pemilihan
bibit yang kakao dapat dilakukan dengan beberapa cara seperti :
a)
Generatif. Yaitu
memanfaatkan biji kakao sebagai bibit untuk kemudian untuk disemai di lading
yang akan ditanami kakao.
b)
Vegetative.
Yaitu melakukan stek atau okulasi untuk mendapatkan biji kakao yang diinginkan
.
Penanaman bibit kakao
dengan cara generative biasanya lebih sulit daripada vegetative, oleh karena
itu banyak petani kakao yang memilih menggunakan cara vegetative atau stek.
Untuk bibit jenis ini bibit kakao yang baik untuk ditanam adalah bibit yang
berusia 4-5 bulan. Bibit ini biasanya memiliki tinggi 50 cm dengan diameter
batang batang sekitar 8 mm.
Biji yang dinamakan eye
atu radical yaitu tempat keluarnya akar, diletakkan disebelah bawah. Jika eye
atau mata itu radical tidak dapat dibedakan maka biji dengan ujung yang besar
diletakkan dibawah. Ini membantu tanaman untuk tidak kekurangan energy untuk
mengangkat kepingnya keatas tanah. Biji disusun dengan jarak jalur kurang lebih
3cm dan jarak biji satu dengan yang lainnya
dalam alur kurang lebih 1cm. biji dipendam secukupnya, hinggah hanya
sebagian saja yang tersembul dari tanah. Setelah biji dikecambahkan, bedengan
kecambah segerah disiram dan penyiraman harus dilakukan 2x dalam sehari anatar
pagi da sore.
Setelah 4-5-hari semua
biji tersebut mulai berkecambah, setelah 12 hari kemudian biji harus
dipindahkan atau ditanam dalam keranjang. Setelah bibit berusia 6-8 bulan
barulah dipindahkan kelapangan perkebunan. Didalam keranjang yang berukuran
diametr 15-20 cm dengan tinggi kurang lebih 35cm dan diisi dengan tanah kompas
yang dicampur dalam pasir dengan perbandingan 1:1. Keranjang atau kantong
plastic yang sudah diisi tanah tersebut dengan 1-2cm, dimasukkanlah dengan biji
dipindahkan untuk dipeliharah dengan baik.
Keranjang yang telah
terisi kecambah disusun teratur diatas tanah yang sudah dipersispkan agak
tinggi dan permukaannya ditutup dengan batu sabak. Peneduh yang digunakan dapat
menggunakan pohon pelindung. Penyiraman dilakukan 2x dalam sehari yakni pagi
dan sore, seminggu setelah bibit dipindahkan ke keranjang kita dapat memulai
pemupukan.
a)
Hutan (asli atau
sekunder)
b)
Bekas tegal
ataupun hama
c)
Bekas perkebunan
tanaman lain
Perkecambahan biji ini
dilakukan dalam bedengan yang berukuran 0,8-1 meter dan panjang tergantung dari
keperluan. Bedengan ini harus dibuat pada tanah yang gembur dan diatasnya
dilapisi dengan pasir setinggi 15 cm, untuk menghindari tetesan air hujan dan
sengatan matahi langsung. Proses ini juga membutuhkan atap setinggi kurang
lebih 1,5 meter sebelah timur dan sebelah barat 1,20 meter.
Dari berbagai pendapat
dan penelitian bahwa tanaman kakao tumbuh akan baik pada tanah yang mengandung
humus dengan pH antara 6,17. Di Indonesia pohon kakao akan dapat tumbuh subur
di dearah yang curah hujannya lebih dari 3000 mm,atau pada daerah yang curah
hujannya 1.700 mm. dengan demikian factor tanah juga memiliki peranan yang
sangat penting, dan kalau dilihat dari
bentuk dan macamnya tanah yang akan dipersiapkan untuk penanaman dapat
dibedakan, antara lain :
Jarak tanam haruslah
dilakukan atau ditentukan lebih dahulu sebelum pembukaan ataupun persiapan
dilakukan. Pemasangan patok-patok semuanya ditentukan dengan jarak tanam kakao.
Di Indonesia umumnya jarak tanam yang digunakan ialah antara 4mx4m –4mx4,5m.
kakao juga dapat ditanam tanpa okulasi, yaitu disebut dengan nama tanaman semai
namun tanaman semai ini memiliki hasil yang lebih rendah maka tanaman semai
yang telah berusia setahun biasnaya
disambung dengan klon-klon yang memiliki kualitas baik. Misalnya : DR 1, DR 2
dan DR 38 atau juga bisa disambung dengan klon-klon KWC 1, DRC 13 DRC 15 dan
DRC 16. Sedangkan untuk batang bawah dibutuhkan biji-biji dari klon-klon
tertentu juga agar pertumbuhan dan perakaran memiliki hasil yang baik dan kuat,
ini biasanya menggunakan klon jenis DR 1, DR 2 G 8 dan GC 8 yang telah melaui
percobaan dib alai penelitian pertanian.
Ada beberapa hal yang perlu dilakukan dalam proses
pemangkasan pohon kakao antara lain : membentuk pohon yang dengan bentuk
percabangan yang seimbang sehinggah distrubusi daun dapt merata dalam
penerimaan sinar mata hari, kemudian menghilangkan cabang-cabang yang tidak
perlu atau tidak dikehendaki misalnya tunas air, tunas sapu, cabang yang sakit,
cabang kering,cabang yang tidak dapat berasimilasi sendiri/yang terlindungi
kemudian menjamin areasi yang baik untuk mempertinggi produksi yang diperoleh.
Adalah pembersihan tanaman atau rumput pengganggu yang tumbuh disekitar
tanaman, penyiangan biasanya dilakukan dengan membersihkan jarak antar tanaman.
Bertujuan untuk
menambah unsure-unsur yang kurang dari dalam tanah. Melihat kembali hasil
penelitian pertanian di Indonesia tanah pada umumnya kekurangan unsure N dengan
demikian pemberian pupuk Urea atau ZA selalu memberi respon yang lebih nyata.
Pemberian pupuk sesuai dengan umur tanaman antara lain :
Ø Tanaman yang berusia 1 tahun menggunakan pupuk N
(ZA) 2x25 gram, pupuk P (DS) 2x12,5 gram, dan pupuk K (KC) 2x12,5 gram
Ø Tanaman berusia 2 tahun menggunakan pupuk N (ZA)
2x50 gram, pupuk P (DS) 2x25gram, pupuk K (KC) 2x 25 gram
Ø Tanaman berusia 3 tahun menggunakan pupuk N
(ZA) 2x100gram, pupuk P (DS) 2x2x50
gram, pupuk K(KC) 2x50 gram.
Ø Tanaman berusia 4 tahun pemberian pupuk N (ZA) 2x200
gram, pupuk P(DS) 2x100 gram, pupuk K(KC) 2x100gram
Ø Tanaman berusia 5 tahun pemberian pupuk N(ZA) 2x250
gram, P(DS)2x125 gram, pupuk K(KC) 2x125gram.
Pemupukan
Pada tahun berikutnya seperti pemberian pupuk pada tanaman yang berusia 5
tahun. Namun pemupukan dilakukan 2x dalam setahun, dan pemupukan dilakukan pada
permulaan musim penghujan da akhir musim penghujan.
Buah
kakao yang layak panen adalah buah yang sudah cukup besar dan warnahnya
mengalami perubahan, biasanya buah kakao memerlukan waktu sekitar 5 bulan untuk
matang. Cirri-ciri buah kakao yang sudah matang adalah ketika diguncang akan
terdengarbunyi dari dalam buah,hal itu terjadi karena biji buah kakao sudah
terlepas dari kulit dalam.
Komentar
Posting Komentar