Kitab Yeremia


1.  Isi dan naskah.
Corak khas dari tulisan Yeremia adalah hubungan "kata" kenabian yang dikaitkan dengan cerita-cerita. Beberapa di antaranya dibuat dalam bentuk-Aku. Kebanyakan dibuat dalam bentuk-dia. Menyolok sekali perbedaan bentuk naskah pada naskah Masorit. Bukan semua penghapusan dibebankan pada kesalahan-kesalahan terjemahan ataupun salinan. Sebab bagian dari penghapusan itu dibuat dengan sengaja. Adapun garis besar tradisi naskah Masorit adalah:
a). 1-39 mengungkapkan peristiwa sampai pada jatuhnya Yerusalem (Urutan      kronologisnya: 125; janji-janji hari depan: 26-35; penderitaan Yeremia : 36-39).
b).   40-45 mengungkapkan waktu-waktu berikutnya.
 c).  46-51: Nubuat soal para bangsa asing.
 d).  Tambahan historis 52 (2 Raja 24:18-20; 25:21,27-30).
Perbedaan-perbedaan corak, sifat serta sebagian theologi dari bagian perincian itu tergantung dari perbedaan berbagai-macam sumber. Menurut pandangan tradisionil dikatakan, bahwa kata-kata Yeremia dan catatan-catatan autobiografi Kitab itu dikumpulkan oleh --> Barukh (badingkan: bab 36). Para penyelidik modern membagi paraah Kitab itu dalam tiga sampai empat sumber (dengan tambahan-tambahan yang dilakukan di kemudian harinya). Keadaan yang pasti mengenai "naskah aslinya" tidak dapat ditetapkan secara tepat.
Arti teologis Yeremia terutama terletak pada pengertian Tuhan yang jelas dan mirip dengan Hosea. Tuhan adalah mempelai pria bangsa murtad, yang dicintainya dengan kasih abadi. Rakhmat ditawarkanNya sebagai pengganti keadilan. Hubungan perjanjian yang biasanya lebih mudah dipandang yuristis diberi pengertian rokhani dan pribadi oleh Yeremia. Dalam keadaan demikian hubungan perjanjian tidak didasarkan atas suatu ikatan nasional, tetapi didasarkan pada ikatan pribadi dengan Tuhan. Perjanjian yang baru tidak mengenal perintah-perintah dan kewajiban-kewajiban, sebab isinya (mengenal Tuhan) tanpa batas seperti kasih itu sendiri yang tidak terbatasi.
2.  Data mengenai kitab Yeremia
    Data mengenai kitab Yeremia yaitu sebagai berikut :
a.      Ayah : Hilkia - Yeremia 1:1.
b.      Disebut pertama : 2 Tawarikh 35:25.
c.       Namanya disebut : 134 kali
d.      Kitab yang menyebut : 5 buku : 2 Tawarikh, Ezra, Yeremia,Daniel, Matius.
e.      Pekerjaan : Nabi - Matius.
f.        Tempat kelahiran : Anatot, di Israel - Yeremia 1:1 (sekitar tahun 650 sM)
g.      Tempat kematian : Mesir
h.      Terakhir disebut : Matius 27:9.
i.        Nabi di Kerajaan Yehuda (Yeremia 1:1-3).
j.        Dipanggil oleh Tuhan (Yeremia 1:1-10).
k.       Khotbahnya mengenai Bait Suci (Yeremia 7:1-15).
l.        Diancam karena bernubuat (dalam Yeremia 11:18-23; 26:1-21).
m.    Tanda ikat pinggang yang menjadi lapuk (Yeremia 13:1-11).
n.      Pelajaran dari pekerjaan tukang periuk (dalam Yeremia 18:1-23).
o.      Penglihatan tentang dua keranjang buah ara (dalam Yeremia 24:1-10).
p.      Mau dibunuh (dalam Yeremia 26:1-24).
q.      Dilawan oleh Hananya (dalam Yeremia 28:1-17).
r.       Mengirim surat kepada orang-orang buangan di Babel (dalam Yeremia 29:1-32).
s.       Membeli ladang (dalam Yeremia 32:1-44).
t.        Kitab nubuatnya dibakar oleh raja Yoyakim (dalam Yeremia 36:1-32).
u.      Dipenjarakan (dalam Yeremia 37:1-21).
v.       Dibuang ke dalam perigi (dalam Yeremia 38:1-28).
w.     Dilindungi oleh Nebukadnezar (Yeremia 39:11-14).
x.       Dipaksa mengungsi ke Mesir (dalam Yeremia 43:1-13).
y.       Fakta penting : Ia dikenal sebagai nabi yang menangis, dan menuliskan buku     terpanjang ) disamping Mazmur)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Singkat Terbentuknya Gereja Kristen Sulawesi Barat (GKSB)

Kepemimpinan Perempuan dalam Gereja (suatu tinjauan Sosio-Teologis terhadap Kepemimpinan Pendeta Perempuan dalam Gereja Kristen Sulawesi Barat)

Laporan Baca : Buku Apakah Penggembalaan Itu ?