Khotbah Naratif : Yosua 3:7-17
Dari bacaan Yosua 3:7-17 ini termaksud khotbah naratif, tetapi pengkhotbah
tidak menggunakan khotbah yang naratif. Pengkhotbah menyampaikan firman Tuhan
lebih kepada Tema khotbah yaitu Pemimpin yang sejati. Kurang menggali makna
teks. Serta Alur dan Plotnya kurang ditampakkan. Pengkhotbah hanya sesekali
menerangkan watak Yosua namun pada unsur-unsur naratif lainnya tidak
ditampakkan. Pengkhotbah juga lebih banyak menerangkan aplikasi dari kehidupan
sehari-hari
Yosua sungguh menyadari
bahwa ia dipilih oleh Tuhan untuk menggantikan Musa. Tugasnya adalah menjadi
pemimpin bangsa Israel memasuki negeri perjanjian. Kesadaran Yosua akan pilihan
Tuhan membuat ia sungguh-sungguh bertanggung jawab dan mengarahkan seluruh
potensinya melaksanakan tugas mulia itu. Namun Yosua dan bangsa
Israel mengalami masalah ketika ingin menyebrangi sungai Yordan. Tetapi Yosua tidak takut dan dia tetap mendengarkan
Firman Tuhan hingga akhirnya mereka bisa menyebrangi sungai Yordan dengan
Mudah.
Dalam bacaan menjadi naratornya adalah Allah
sendiri. Allah yang selalu menuntun Yosua, serta memberikan Firman kepada Yosua
apa yang harus dilakukan. Karena ketaatannya, maka Tuhan membesarkan
namanya, melalui peristiwa ajaib penyeberangan sungai Yordan; Tuhan menunjukkan
kepada bangsa Israel bahwa Yosua adalah pilihan Tuhan, yang dipimpin dan
disertai Tuhan seperti Tuhan menyertai Musa. Yosua menjadi berwibawa karena
kesetiaan dan ketaatannya kepada Tuhan. Ia sungguh-sungguhmenjadi contoh dan
teladan bagi umat Israel.
Yosua layak disebut pemimpin sejati, pemimpin teladan karena kesetiaan dan ketaatannya kepada Tuhan. Ia
memiliki integritas yang tinggi, memiliki visi yang jelas, tidak mencari
kepentingan pribadi, dan membimbing umat untuk taat dan setia kepada Tuhan.
Komentar
Posting Komentar