Khotbah Naratif : Ulangan 34:1-12
Komentar : Dalam
bacaan Ulangan 34:1-12, jenis khotbah yang digunakan adalah khotbah naratif.
Pengkhotbah juga dalam khotbahnya menggunakan struktur khotbah naratif.
Pengkhotbah menjelaskan awal dari cerita yaitu : Berawal di Mesir ketika ia beberapa kali menghadap Firaun dan meminta
agar bangsa Israel dibiarkan keluar dari Mesir. Firaun bersikap dengan cara menolak permohonan Musa meski telah beberapa kali Allah mendatangkan
tulah. Setelah terjadi tulah kesepuluh, yakni kematian semua anak sulung orang
Mesir, Firaun akhirnya dengan terpaksa membiarkan Musa membawa orang Israel
keluar dari Mesir.
Dengan itu, Musa telah melakukan tahap awal tugasnya. Tugas selanjutnya yang diemban Musa adalah memimpin bangsa Israel melintasi padang gurun dalam perjalanan mereka menuju Kanaan. Dengan tuntunan Allah melalui tiang awan pada siang hari dan tiang api pada malam hari, Musa berjalan di depan bangsa Israel itu. Tiang awan dan tiang api itu membawa mereka bukan ke jalur yang langsung ke Kanaan dengan jarak yang paling dekat, melainkan ke arah selatan. Tahap kedua tugas Musa ini tidaklah ringan. Berbagai persoalan dan tantangan di hadapinya, baik yang muncul dari medan padang gurun maupun dari pihak orang Israel yang terkenal dengan tegar tengkuk mereka. Baru saja mereka keluar dari Mesir, segera muncul persoalan besar. Saat itu mereka berkemah di tepai Laut Teberau, tiba-tiba nampak dari kejauhan Firaun dengan pasukan kereta kudanya (600 pasukan) mengejar mereka.
Dalam keadaan terjepit, Musa diperintahkan Tuhan untuk mengangkat tongkatnya dan diulurkan ke arah laut Teberau dan laut itupun terbelah dua. Bangsa Israel berjalan di dasar laut itu yang terbelah dua. Lolos dari amukan dan pengejaran Firaun, muncul lagi masalah berikut, yakni ketika mereka telah melintasi padang gurun Sin lalu tiba di Rafidim. Namun di tempat ini tidak ada air untuk diminum. Karena masalah ini Musa menjadi sasaran sungut-sungut kemarahan orang orang Israel. Setelah mereka mendapatkan air yang keluar dari gunung Horep, datang lagi tantangan baru. Orang Amalek menghadang dan berperang melawan mereka.
Begitulah selanjutnya berbagai persoalan dihadapi Musa sebagai pemimpin umat Israel, datang silih berganti. Ketika Musa dan umat Israel sampai di tepi sungai Yordan, sebuah tugas penting diberikan lagi Tuhan kepadanya, yakni menceriterakan atau menjelaskan ulang kepada orang-orang Israel perbuatan-perbuatan dan perintah-perintah Tuhan di Mesir dan di sepanjang perjalanan di padang gurun. Tugas yang dikerjakan Musa ini untuk bangsa Israel yang akan segera memasuki dan mendiami tanah Kanaan, justru di tempat itulah Musa diberitahukan Tuhan bahwa ia akan mati dan tidak akan masuk di negeri yang dituju itu. Tokoh utamanya adalah Musa, Firaun, Yosua, Bangsa Israel, Bangsa Mesir.
Dengan itu, Musa telah melakukan tahap awal tugasnya. Tugas selanjutnya yang diemban Musa adalah memimpin bangsa Israel melintasi padang gurun dalam perjalanan mereka menuju Kanaan. Dengan tuntunan Allah melalui tiang awan pada siang hari dan tiang api pada malam hari, Musa berjalan di depan bangsa Israel itu. Tiang awan dan tiang api itu membawa mereka bukan ke jalur yang langsung ke Kanaan dengan jarak yang paling dekat, melainkan ke arah selatan. Tahap kedua tugas Musa ini tidaklah ringan. Berbagai persoalan dan tantangan di hadapinya, baik yang muncul dari medan padang gurun maupun dari pihak orang Israel yang terkenal dengan tegar tengkuk mereka. Baru saja mereka keluar dari Mesir, segera muncul persoalan besar. Saat itu mereka berkemah di tepai Laut Teberau, tiba-tiba nampak dari kejauhan Firaun dengan pasukan kereta kudanya (600 pasukan) mengejar mereka.
Dalam keadaan terjepit, Musa diperintahkan Tuhan untuk mengangkat tongkatnya dan diulurkan ke arah laut Teberau dan laut itupun terbelah dua. Bangsa Israel berjalan di dasar laut itu yang terbelah dua. Lolos dari amukan dan pengejaran Firaun, muncul lagi masalah berikut, yakni ketika mereka telah melintasi padang gurun Sin lalu tiba di Rafidim. Namun di tempat ini tidak ada air untuk diminum. Karena masalah ini Musa menjadi sasaran sungut-sungut kemarahan orang orang Israel. Setelah mereka mendapatkan air yang keluar dari gunung Horep, datang lagi tantangan baru. Orang Amalek menghadang dan berperang melawan mereka.
Begitulah selanjutnya berbagai persoalan dihadapi Musa sebagai pemimpin umat Israel, datang silih berganti. Ketika Musa dan umat Israel sampai di tepi sungai Yordan, sebuah tugas penting diberikan lagi Tuhan kepadanya, yakni menceriterakan atau menjelaskan ulang kepada orang-orang Israel perbuatan-perbuatan dan perintah-perintah Tuhan di Mesir dan di sepanjang perjalanan di padang gurun. Tugas yang dikerjakan Musa ini untuk bangsa Israel yang akan segera memasuki dan mendiami tanah Kanaan, justru di tempat itulah Musa diberitahukan Tuhan bahwa ia akan mati dan tidak akan masuk di negeri yang dituju itu. Tokoh utamanya adalah Musa, Firaun, Yosua, Bangsa Israel, Bangsa Mesir.
Komentar
Posting Komentar