KESUSASTERAAN PERJANJIAN LAMA
Kesusasteraan
Perjanjian Lama bersifat aneka-ragam, misalnya:
1.
Prosa biasa, termasuk juga silsilah-silsilah.
2.
Prosa gaya ceria, kebanyakan
catatan-catatan/riwayat-riwayat historis yang kadang-kadang juga mengandung
kiasan.
3.
Tulisan gaya puisi, yang dapat mengandung fakta dan
khayalan, bayangan-bayangan tentang realitas-realitas rohani, dan juga
keterangan bersejarah.
4.
Catatan-catatan hukum, yang merumuskan undang-undang dan
hukuman atas pelanggarannya.
5.
Perkataan-perkataan berupa nasihat
dan himbauan.
6.
Syair dan amsal.
7.
Nubuat, temasuk penglihatan dan mimpi,
perbuatan-perbuatan simbolis dan ramalan, sebagiannya dengan arti yang sudah
jelas dan sebagiannya yang memerlukan penafsiran.
a. Mite.
Mite
mempunyai hubungan erat dengan adat atau tradisi, khususnya tradisi yang
berhubungan dengan agama. Mite juga berhubungan dengan kejadian-kejadian
alamiah yang bermacam-macam.
b. Dongeng atau Legenda.
Berbanding
terbalik dengan mite, dongeng atau legenda adalah sebuah fakta atau peristiwa
bersejarah yang pernah terjadi.
c. Tulisan-tulisan bersifat catatan
sejarah.
Sejarah
yang tercatat dalam Alkitab bersifat selektif dan sebagian saja, maka tidak
boleh dianggap lengkap. Hal ini disebabkan perjanjian lama bukan sebuah buku
sejarah terutama melainkan buku agama
atau theologia.
d. Kesimpulan.
Penekanan perjanjian lama yang utama adalah
theologis bukan historis, karena tujuan utamanya ialah untuk mencatat tindakan-tindakan
Allah dalam urusan-Nya dengan manusia secara umum dan umat Israel secara
khusus, yang semuanya bersifat menebus dan menyelamatkan manusia dari dosanya.
Komentar
Posting Komentar