Hubungan Yohanes, Yesus dan Monoteisme Yahudi
Orang Yahudi memiliki suatu
kepercayaan terhadap Allah yang Esa seperti yang tertuang dalam Shema mereka
dalam Ulangan 6:4. Pengakuan kepada Allah yang Esa ini, membawa tekanan-tekanan
tersendiri dalam penggambaran Yohanes terhadap Yesus yang ada dalam Injilnya.
Yohanes menggambarkan Yesus sebagai YHWH, satu-satunya Allah dari Israel yang
telah datang, ini terlihat dari penggunaan kata Maranatha kepada Yesus
dan juga penyebutan Yesus sebagai kyrios dalam pengakuan iman Kristen.
Dan penggambaran tentang Yesus
dalam Injil Yohanes jelas menghadirkan ketegangan-ketegangan antara Yesus dan
orang-orang Yahudi yang mengakui monotheisme, bagi mereka penyataan-penyataan
Yesus yang tercatat dalam Injil Yohanes yang mengindikasikan bahwa Dia adalah
Allah satu-satunya dari Israel merupakan penghujatan (Yoh.5:18; 8:59; 10:31-33;
11:8), karena bagi Yudaisme adalah tidak mungkin mengenakan atribut ilahi
kepada sesuatu yang bukan Allah.
Banyak penafsir menjelaskan bahwa,
mungkin pandangan Yohanes mengenai Yesus yang adalah Allah, bukan berasal dari
tradisi Yahudi, melainkan berasal dari tradisi ‘second temple’ di mana
pada saat itu, ada beberapa figure yang juga telah digambarkan sebagai Allah
dalam literature-literatur yang berkembang.
Komentar
Posting Komentar