Gereja Sebagai Institusi, Persekutuan Mistik, Sakramen, Pewarta, Hambah


Gereja Sebagai Institusi

Gereja sebagai institusi merupakan lembaga atau gedung gereja diamana orang dapat berkumpul untuk beribadah kepada Tuhan. Dalam hal ini gereja disebut sebagai lembaga atau institusi sosial. Institusi sosial berbeda dengan lembaga-lembaga lainnya, karena gereja terbentuk oleh Allah yang memanggil, bukan karena sekedar orang berkumpul karena ada kepentingan bersama tetapi gereja mempunyai hakikat yang lain. Gereja berada di dalam dunia tetapi bukan berasal dari dunia (Yoh. 17:11). 

Gereja sebetulnya berada di dalam dunia karena dipanggil menjadi saksi Kristus di tengah dunia. Sebagai garam dan terang (Mat.5) mempunyai berbagai peranan yang baik secara individual maupun masyrakat. Selanjutny gereja mengingatkan kita kepada suatu organisasi tetentu, baik organisasi setempat (dengan suatu majelis-majelis dan seorang pendeta) maupun organisasi yang meliputi wilayah yang lebih besar (kantor Sinode yang dianggap sebagai pusatnya)


Selama dua puluh abad gereja telah bergumul untuk mencari kesinambungan antara institusional dan segi persekutuan. Secara kasar dapat dikatakan bahwa gereja sebelum Reformasi khusunya menekankan segi objektif gerea, sehingga kelompok-kelompok menekankan respon manusia mengalami kesulitan-kesulitan dan tidak jarang diucilkan dari ereja katolik. Pada zaman Reformasi segi subjektif mendapat perhatian yang lebih besar, tetapi pertikaian-pertikaian dikalangan Protestan membuktikan juga Protestantisme mengalami kesulitan untuk kesinambungan antara segi objektif dan subjektif. Setelah gereja berabad-abad lamanya sibuk mengurus diri sendiri, akhirnya mulai disadari bahwa Kristus Tuhan gereja tetapi juga Juruselamat dunia. Seluruh dunia merupakan sasaran karya penyelamatan Allah, sehingga gereja harus menjadi alat Allah di dunia ini.

Pada abad ke-20 banyak dari para kaum Teolog Katolik yang dimana mereka mengambil konsep tentang gereja sebagai sakramen. Jika Kristus adalah sakramen Allah maka gereja merupakan sakramen bagi kita semua. Dalam beberapa konsili ibadat sakramental, gereja diutamakan dari segala bentuk kehidupan Kristen yang lain.

Gereja ada untuk memberi kesaksian tentang kebenaran yang dari Allah. Kebenaran itu telah dinyatakan kepada kita di dalam kedatangan Yesus Kristus. “injil” (kabar baik) tentang Yesus Kristus di beritakan oleh gereja dengan pelbagai jalan, antara lain khotbah di dalam kebaktian, katekisasi, penyebaran tulisantulisan, pekerjaan sosial, seruan kepada pemerintah dan sebagainya. Di dalam pekerjaan gereja hanya itulah yang menjadi tujuan, dan hanya itulah yang merupakan hakhidup berdirinya gereja, yakni memberi kesaksian tentang kebenaran yang dari Allah. Dan karena gereja berkhotbah, memberitakan injil, memberi kesaksian tentang Yesus Kristus, maka itulah sebabnya diperlukan usaha untuk mmenjaga, supaya apa yang dikatakan, janganlah hendaknya menyimpang dari jalan yang benar dan sesuai dengan kehendak Allah.
Gereja dilihat sebagai tempat di mana manusia bertemu dengan keselamatan yang diberikan Allah kepadanya di dalam Yesus Kristus. Gereja adalah suatu lembaga atau institusi yang mengantar keselamatan kepada manusia. Orang orang percaya menjadi anggota gereja untuk mendengarkan Firman yang disampaikan dalam berkhotbah atau ajaran dan untuk menerima sakramen sakramen yang di layankan. Gereja juga sekaligus merupakan bangsa Allah yang baru, dan tempat di mana Roh Kudus hadir dan bekerja di dalam kehidupam manusia supaya dapat bertumbuh dalam iman.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Singkat Terbentuknya Gereja Kristen Sulawesi Barat (GKSB)

Kepemimpinan Perempuan dalam Gereja (suatu tinjauan Sosio-Teologis terhadap Kepemimpinan Pendeta Perempuan dalam Gereja Kristen Sulawesi Barat)

Laporan Baca : Buku Apakah Penggembalaan Itu ?