Gereja Katolik Pada Zaman Reformasi
Gereja Katolik Pada Zaman Reformasi
Pada
zaman Reformasi Katolik kadang-kadang pula disebut pula kontra Reformasi atau
kebangunana Rohani katolik adalah suatu periode kebangunan Rohani sejak masa
kepausab paus plus IV sampai dengan
berakhirnya perang itga puluh tahun, 1648. Pada zaman Reformasi Gereja Katolik
Roma untuk pertama kali (sejak skhisma dengan Gereja Yunani tahun 1054)
diperhadapkan dengan ancaman perecahan secara besar-besaran. Walaupun Luther
dengan cepat dikucilkan dari Gereja (1521), namun tetap diusahakan mencari
perdamaian dengan pengikut-pengikutnya, kaum injili. Kata injili pada saat itu
berarti “setia kepada injili” dan membedakan mereka yang kemudia juga disebut
“kaum protestan”dari mereka yang setia
kepada Paus di Roma. Dari kata tersebut demi kesatuan kaum Kristen terhadap
ancaman Turki. Usaha-usaha ini yang didorong oleh pertimbangan-pertimbngan
politik, penghasilan pembicaraan-pembicaran Agama di Leipzig (1539), Hagenau
(1540), Worms (1540) dan Regensburng (Ratisbon, 1541) diwilayah kekaisaran
Jerman dan Colloquium di Poissy (1561) di Perancis, tetapi persetujuan tidak
tercapai.walaupun kaum Injili memisahkan diri dari Roma, namun tetap ada
kesadaran, baik dikalangan Protestan
maupun dikalangan Katolik Roma, bahwa satu warisan menjadi milik bersama,
yaitu warisan Gereja kuno.
Dikalangan
kaum Injili ternyata tidak mungkin juga
untuk mencapa suatu kesatuan. Walaupun satu dalam kritik terhadap Roma, namun
soal Perjamuan Kudus akhirnya memisahkan para pengikut Luther dengan kaum
Injili Jerman Selatan di Swis. pendukung gereja Perancis (Gelika) dalam
kesatuan dengan Roma, tetapi tidak menerima yurisdiski kesipausan dan lebih
menanut “konsiliarisme”.
Menurut
asalanya Bagian Barat kekaisaran Roma. Roma adalah ibu kotanya dan takhta
kebakritan. Gereja ini menggunakan bahasa Latin, dan karenanya kerap kali
disebut sebagai gereja Latin. Gereja ini sekarang mencakup Gereja Katolik Roma
dan Gereja-Geraja Reformasi.
Pada
abad ke-17 dan ke-18 pertama-tama usaha-usaha dari abad reformasi dilanjutkan.
Dan dapat disebut ua macam usaha yaitu
1. Mencari
titk persatuan dalam warisan Gereja kuno. Ini jalan yang diketahi oleh Hugo
Grotius (1583-1654) dan juga seorang tokoh teolog Lhuteran George Cilixtus
(1586-1656).
2. Merumuskan
semacam daftar pasal-pasal iman yan dianggap asasi untuk iman kristan, yang
harus diterima secara mutlak, sedangkan pasal-pasal iman yang di anggap tidak
boleh menjadi alasan tidak boleh menjadi alasan untuk perpecahan antrara
orang-orang Kristen.
Komentar
Posting Komentar