BAB I :Latar Belakang: KETIKA TUHAN MEMBATALKAN HUKUMNYA Refleksi TeologisTentang Pembatalan Hukum Tuhan untuk Kota Niniwe berdasarkan Kitab Yunus




Hukum tetaplah hukum, ia harus difungsikan dan bukan untuk diabaikan. Secara rasional ketika hal itu sudah disepakati, ia menjadi tuhan yang menjadi pegangan dalam konteksnya. Integritas terdiam dan berteriak di dalamnya, komitmen adalah tangan kanannya dan sangsi adalah bahasa tindakannya.
Hukum Tuhan dalam kitab Yunus yang sasarannya adalah kota Niniwe adalah hukum yang secara rasional sangat irasional dalam terapannya. Dimana inkonsistensi Tuhan sangat terlihat secara jelas/harafiah. Hal tersebut terlihat sangat rancu dan mempermainkah hukum yang telah diketokkan palu. Bukankah ini sebuah pelecehan terhadap hukum itu sendiri ?.
Bagaimanakah sebenarnya hukum Tuhan itu ? berdiri dalam inkonsistensi dan merusak tatanan hukum yang harusnya dijunjung tinggi dalam eksistensi kehidupan. Inikah Tuhan dengan hukumNya yang menyesakkan jiwa dan rasionalisme, integritas terabaikan. Lantunannya seperti anak kecil yang sudah berkata ya, namun setelah berpikir, ia menghianati perkataannya sendiri.
Sebagaimana yang dipahami bahwa hukum adalah kesepakatan tertinggi dalam tatanan kehidupan, jika ia sudah melihat tindakan yang mencoba melawannya, ia akan berkata sesuai dengan perkataannya sendiri tanpa mengingkarinya. Lalu mengapa Tuhan yang adalah hukum itu sendiri inkonsisten dalam menerapkan bahasaNya secara integritas, komitmen dan kekonsistenan ? Rasanya para ahli hukum akan tertawa melihat kebobrokan yang memiluhkan itu !
Inilah problem yang menjadi kausalitas penulis mengangkat judul ini : “Eksegetis Tentang Pembatalan Hukum Tuhan untuk Kota Niniwe berdasarkan Kitab Yunus”.
Berdasarkan latar belakang diatas, maka yang menjadi rumusan masalah ialah Bagaimana Eksegetis Tentang Pembatalan Hukum Tuhan untuk Kota Niniwe berdasarkan Kitab Yunus ?
C.      Tujuan Penelitian
Dari rumusan permasalah diatas, maka tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini ialah untuk menjelaskan dan menguraikan Eksegetis Pembatalan Hukum Tuhan untuk Kota Niniwe.


a.       Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi Teologis dalam konteks eksegese.
2.      Praktis
a.       Diharapkan penelitian ini memberikan motivasi bagi seluruh mahasiswa secara khusus mahasiswa Jurusan Teologi dalam memahami Eksegetis kitab Yunus.
b.      Menambah pengetahuan penulis sehubungan dengan Eksegetis Pembatalan hukum Tuhan.
E.       Metode Penelitian
Berdasarkan sifatnya maka jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif.
F.       Sistematika Penulisan
Untuk mempermudah penulisan, penulis membagi beberapa Bab di antaranya:
Bab I : Merupakan pendahuluan, yang didalamnya berisi tentang: Pendahuluan   terdiri dari Latar Belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, sistematika penulisan.
Bab II : Merupakan landasan teori  dan kerangka berpikir.
Bab III : Merupakan Metodologi Penelitian yang terdiri dari : Gambaran Umum Lokasi Penelitian, Teknik Pengumpulan Data, Teknik Analisis Data, Nara Sumber, Daftar Pertanyaan Wawancara
Bab IV : Pemaparan dan Analisis Hasil Penelitian.
Bab V : Skripsi ini ditutup dengan Kesimpulan dan Saran.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Singkat Terbentuknya Gereja Kristen Sulawesi Barat (GKSB)

Kepemimpinan Perempuan dalam Gereja (suatu tinjauan Sosio-Teologis terhadap Kepemimpinan Pendeta Perempuan dalam Gereja Kristen Sulawesi Barat)

Laporan Baca : Buku Apakah Penggembalaan Itu ?