Apa Itu Ibadah ?
Ibadah adalah :
Berbicara tentang ibadah bukanlah hal yang baru tetapi sudah menjadi konsumsi bagi setiap manusia tidak hanya bagi umat kristen tetapi juga bagi pemeluk agama-agama diluar kristen pun juga dikenal yang namanya ibadah.
Mendengarkan kata ibadah ini muncul dua pertanyaan dalam fikiran kita yaitu :
1. Apa itu ibadah ? dan
2. Bagaimana melakukan ibadah ?
Dari arti kata dalam bahasa Indonesia seperti dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia bahwa kata ini memiliki arti atau makna perbuatan ataupun penyataan bukti kepercayaan kepada Tuhan yang mengikuti aturan dalam agama.
Namun dalam pemahaman atau pengertian kita sebagai umat kristen ibadah merupakan tindakan yang mengungkapan dan melibatkan suasana hati dalam arti panggilan seperti kesadaran kita untuk melakukan ibadah itu baik di gereja maupun di tempat-tempat tertentu. Bukan dengan arti bahwa kita melakukan ibadah sebagai suatu rutinitas saja dan agar terlihat sebagai manusia yang saleh, taat, patuh dan rohaniawan.
Pertanyaan kedua ini cukup penting untuk kita renungkan dalam kehidupan kita selaku orang percaya bahwa ibadah itu seharusnya dilakukan/dilaksanakan dan dihidupi bukan hanya sebatas untuk diwacanakan. Ibadah itu bukan hanya ketika kita sedang di duduk di gereja dan mendengarkan khotbah, mendengarkan semarak nyanyian jemaat, dan bukan juga sebatas ketika kita memberikan tanda ungkapan syukur kita melalui persembahan. Tetapi lepas dari kesemuanya itu kita harus sadar bahwa ibadah itu tidak ditentukan oleh ruang dan waktu dalam arti bahwa setiap tindakan ataupun interaksi sosial kita menunjukkan sikap ibadah atau dimaknai sebagai suatu ibadah sehinggah dalam kehidupan kita selaku orang percaya bisa terus berjalan dan bertindak sesuai dengan kebenaran-kebenaran yang diajarkan oleh Tuhan kepada kita melalui Alkitab.
Secara pribadi saya sangat terkesan dengan nyanyian yang sering dinyanyikan pada saat persembahan syukur dalam gereja ataupun di setiap kebaktian-kebaktian rumah tangga yaitu lagu dari PKJ 264 “Apalah Arti Ibadahmu”. Lagu ini memberikan suatu pengertian bahwa ibadah yang sejati itu bukanlah ibadah yang dilakukan secara rutinitas, tetapi ibadah yang sejati itu ialah tindakan yang nyata yaitu mengasihi sesama manusia.
Jadi sebagai umat yang percaya yang telah dipilih oleh Tuhan berbuatlah yang baik, jujur, tulus dan iklas bagi sesama kita manusia dan alam karena setiap tindakan dan perbuatan kita adalah ibadah yang sejati, dan karena tindakan itu juga dapat menentukan iman percaya kita yang menjadi cermin bagi sesama kita manusia.
Amin.
Berbicara tentang ibadah bukanlah hal yang baru tetapi sudah menjadi konsumsi bagi setiap manusia tidak hanya bagi umat kristen tetapi juga bagi pemeluk agama-agama diluar kristen pun juga dikenal yang namanya ibadah.
Mendengarkan kata ibadah ini muncul dua pertanyaan dalam fikiran kita yaitu :
1. Apa itu ibadah ? dan
2. Bagaimana melakukan ibadah ?
Dari arti kata dalam bahasa Indonesia seperti dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia bahwa kata ini memiliki arti atau makna perbuatan ataupun penyataan bukti kepercayaan kepada Tuhan yang mengikuti aturan dalam agama.
Namun dalam pemahaman atau pengertian kita sebagai umat kristen ibadah merupakan tindakan yang mengungkapan dan melibatkan suasana hati dalam arti panggilan seperti kesadaran kita untuk melakukan ibadah itu baik di gereja maupun di tempat-tempat tertentu. Bukan dengan arti bahwa kita melakukan ibadah sebagai suatu rutinitas saja dan agar terlihat sebagai manusia yang saleh, taat, patuh dan rohaniawan.
Pertanyaan kedua ini cukup penting untuk kita renungkan dalam kehidupan kita selaku orang percaya bahwa ibadah itu seharusnya dilakukan/dilaksanakan dan dihidupi bukan hanya sebatas untuk diwacanakan. Ibadah itu bukan hanya ketika kita sedang di duduk di gereja dan mendengarkan khotbah, mendengarkan semarak nyanyian jemaat, dan bukan juga sebatas ketika kita memberikan tanda ungkapan syukur kita melalui persembahan. Tetapi lepas dari kesemuanya itu kita harus sadar bahwa ibadah itu tidak ditentukan oleh ruang dan waktu dalam arti bahwa setiap tindakan ataupun interaksi sosial kita menunjukkan sikap ibadah atau dimaknai sebagai suatu ibadah sehinggah dalam kehidupan kita selaku orang percaya bisa terus berjalan dan bertindak sesuai dengan kebenaran-kebenaran yang diajarkan oleh Tuhan kepada kita melalui Alkitab.
Secara pribadi saya sangat terkesan dengan nyanyian yang sering dinyanyikan pada saat persembahan syukur dalam gereja ataupun di setiap kebaktian-kebaktian rumah tangga yaitu lagu dari PKJ 264 “Apalah Arti Ibadahmu”. Lagu ini memberikan suatu pengertian bahwa ibadah yang sejati itu bukanlah ibadah yang dilakukan secara rutinitas, tetapi ibadah yang sejati itu ialah tindakan yang nyata yaitu mengasihi sesama manusia.
Jadi sebagai umat yang percaya yang telah dipilih oleh Tuhan berbuatlah yang baik, jujur, tulus dan iklas bagi sesama kita manusia dan alam karena setiap tindakan dan perbuatan kita adalah ibadah yang sejati, dan karena tindakan itu juga dapat menentukan iman percaya kita yang menjadi cermin bagi sesama kita manusia.
Amin.
Komentar
Posting Komentar