Analisis Kejadian 4:1-16, berdasarkan unsur-unsur naratif di bawah ini



1.      Narator : Allah
2.      Sudut pandang : dari cerita ini mencoba menggambarkan bahwa Kain adalah seorang yang ambisi dibendingkan dengan Habel. Cerita ini memberikan amsumsi bahwa tindakan ambisi akan melahirkan hal yang mudah menjadi berat.
3.      Gaya Bercerita : menyajikan kisah seorang yang berada dalam tahap persaingan, seperti dua tokoh yang berkontradiksi. Yang satunya korban dan kemudian yang lainnya menang, tetapi dari kemenangannya itu justru semakin memperberat. (Terkutuk) yang didapatkandari orang ketiga ( abstrak ).
4.      Setting : pementasan cerita ini berada disuatu tempat yang tersendiri, dimana daerah itu yang ada hanya satu keluarga yang terdiri dari ibu, ayah, dan kedua anaknya. Selain mereka, yang ada adalah api, domba, padi dan kayu. Hal ini menunjukka bahwa tempat pementasan kisah ini bermaksud menceritakan suasana yang terjadi pada manusia mula – mula. Disamping itu, juga menjelaskan bentuk dosa yang melahhirkan dosa, tanah Nod disebelah timur Eden, Padang
5.      Alur/plot : cerita ini dimulai dari seorang ibu dan ayah kemudian melahirkan kedua orang anak. Alur yang dipakai ialah alur maju, yang dibuat secara berurutan tanpa alur mundur.
6.      Penokohan : karakter dalam cerita ini ialah menyajikan sifat baik, tulus, dan setia ( Habel ), dan yang lainnya ialah sifat ambisi, iri, dengki, niat jahat ( Kain ), manusia (Adam), Hawa ibu dari Kain dan Habel, Tuhan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Singkat Terbentuknya Gereja Kristen Sulawesi Barat (GKSB)

Kepemimpinan Perempuan dalam Gereja (suatu tinjauan Sosio-Teologis terhadap Kepemimpinan Pendeta Perempuan dalam Gereja Kristen Sulawesi Barat)

Laporan Baca : Buku Apakah Penggembalaan Itu ?