Ringkasan Buku: Siapakah Pendeta Itu ?
Ringkasan Buku: Siapakah Pendeta Itu ?
Dalam Buku ini membahas beberapa hal tentang pendeta. Alkitab memang tidak menggambarkan suatu jabatan pendeta yang tetap, namun Alkitab cukup jelas menyebutkan tugas-tugas tersebut. Bukan nama atau jabatan yang penting melainkan tugas yang diemban dan dipercayakan itulah yang penting. Disini kita dapat membedakan antara tugas dan jabatan. Pelayanan bukan milik atau hak pribadi melainkan suatu tugas yang diberikan Kristus kepada Gereja-Nya. Kristus menghendaki agar GerejaNya memberikan Injil serta melayani sakramen dengan baik. Panggilan sebagai seorang Kristen adalah panggilan untuk melayani. Walaupun ada belbagai karunia yang berbeda, namun karunia itu bukanlah alat pengukur tingkat dan status umat ALLAH, karena di hadapan Allahderajat semua umat-Nya adalah sama. Artinya, posisi pendeta dan bishop tidak lebih tinggi daripada kaum awam.
Menurut Luter, Pelayanan biasa beerbeda dengan pelayanan khusus, Pelayanan biasa adalah imamat am semua orang yang percaya dimana semua orang yang percaya adalah raja dan imam dihdapan Allah dan mendapat bagian dalam anugerah dan tanggungjawab Kerajaan Allah. Sebagai pelayan Kristus dan pelayan Firman, pendeta dipanggil untuk memberitakan pengampunan dosa maupun hukuman Allah kepada jemaat itu. Dia berdiri dihadapan jemaat sebagai hamba Tuhan yang menyatakan kehendak Allah. Pendeta itu harus berbicara sebagai pelayan kepada pelayan-pelayan lain;sebagai seorang berdosa kepada orang-orang berdosa. Dia harus merawat luka-lukanya sendiri sambil merawat luka-luka orang lain. Tuhan gereja memanggil orang-orang untuk memenuhi pelayanan yang khusus atau umum melalui gerejanya. Pada umumnya ada dua pandangan mengenai Gereja. Yang pertama Kristus menetapkan suatu hirarki, dimana hierarki itu memerintah kaum awam serta jemaat. Yang kedua, Kristus mendirikan GerejaNya atau jemaat, dan jemaat-jemaat itu menentukan pemimpin.
Dalam Buku ini membahas beberapa hal tentang pendeta. Alkitab memang tidak menggambarkan suatu jabatan pendeta yang tetap, namun Alkitab cukup jelas menyebutkan tugas-tugas tersebut. Bukan nama atau jabatan yang penting melainkan tugas yang diemban dan dipercayakan itulah yang penting. Disini kita dapat membedakan antara tugas dan jabatan. Pelayanan bukan milik atau hak pribadi melainkan suatu tugas yang diberikan Kristus kepada Gereja-Nya. Kristus menghendaki agar GerejaNya memberikan Injil serta melayani sakramen dengan baik. Panggilan sebagai seorang Kristen adalah panggilan untuk melayani. Walaupun ada belbagai karunia yang berbeda, namun karunia itu bukanlah alat pengukur tingkat dan status umat ALLAH, karena di hadapan Allahderajat semua umat-Nya adalah sama. Artinya, posisi pendeta dan bishop tidak lebih tinggi daripada kaum awam.
Menurut Luter, Pelayanan biasa beerbeda dengan pelayanan khusus, Pelayanan biasa adalah imamat am semua orang yang percaya dimana semua orang yang percaya adalah raja dan imam dihdapan Allah dan mendapat bagian dalam anugerah dan tanggungjawab Kerajaan Allah. Sebagai pelayan Kristus dan pelayan Firman, pendeta dipanggil untuk memberitakan pengampunan dosa maupun hukuman Allah kepada jemaat itu. Dia berdiri dihadapan jemaat sebagai hamba Tuhan yang menyatakan kehendak Allah. Pendeta itu harus berbicara sebagai pelayan kepada pelayan-pelayan lain;sebagai seorang berdosa kepada orang-orang berdosa. Dia harus merawat luka-lukanya sendiri sambil merawat luka-luka orang lain. Tuhan gereja memanggil orang-orang untuk memenuhi pelayanan yang khusus atau umum melalui gerejanya. Pada umumnya ada dua pandangan mengenai Gereja. Yang pertama Kristus menetapkan suatu hirarki, dimana hierarki itu memerintah kaum awam serta jemaat. Yang kedua, Kristus mendirikan GerejaNya atau jemaat, dan jemaat-jemaat itu menentukan pemimpin.
Dalam
Perjanjian Baru Gereja disebut “Ekklesia”yaitu suatu kumpulan yang dipanggil
keluar dari dunia ini, suatu persekutuan Roh Kudus. Perjanjian Baru tidak
memakai suatu garis vertikal untuk menggambarkan Gereja melainkan suatu garis
mendatar. Gereja merupakan persekutuan orang kudus yang saling menolong, saling
melayani, dan saling mendukung. Yang satu akan bekerjasama dengan yang lain
untuk kemuliaan Allah. Jadi, mengenai panggilan dan penahbisan pendeta , gereja
yang utuh akan memanggil orang-orang untuk melayani sebagai pendeta-pendeta
demi kepentingan bersama. Dalam Perjanjian Baru sering kali juga orang-orang
dipilih sebagai pemimpin ,tetapi mempunyai mata pencaharian sendiri dan tidak
menerima gaji dari gereja. Jadi, walaupun kita memerlukan orang-orang yang
sudah belajar dan tamat, dan Alkitab sendiri juga menyokong suatu pelayanan
yang full time dengan gajinya.Menurut Perjanjian Baru, orang yang dipilih
sebagai pendeta harus mempunyai sikap yang nyata serta terjamin. Yang menjadi
pusat dan pokok penahbisan adalah panggilan Tuhan untuk melayani, yang disahkan
dan diumumkan melalui penahbisan dalam Gereja. Penahbisan tidak memberi kuasa,
tingkat atau status yang khusus selain Firman-Nya sendiri yang disampaikan.
Kita harus tetap setia kepada Firman Allah dan sakramen, karena inilah
panggilan dan tugas yang diserahkan kepada kita dalam penahbisan. Banyak yang
mau melayani, tetapi sedikit yang mau menjadi pelayan atau seorang hamba,
sebagaimana Kristus menjadi seorang hamba. Banyak orang yang sibuk sekali
melayani disana-sini, tetapi belum tentu mereka adalah hamba Tuhan.Kita
dipanggil bukan untuk melayani jabatan, jemaat atau gereja kita, melainkan
untuk melayani Tuhan. Semua pelayanan harus berdasarkan anugerah Tuhan. Pendeta
adalah seorang hamba Tuhan dan pengikut Kristus. Kita harus mengutamakan
Pengikut Kristus. Kristus memanggil kita untuk menyangkal diri, memikul
salibnya dan mengikut Dia. Marilah kita memperhatikan nasihat yang diberikan
Rasul Paulus” DaripadaNyalah seluruh tubuh yang rapih tersusun dan diikat
menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaannya
taiap-tiap anggota menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.
Komentar
Posting Komentar