pengertian Musik Gerejawi
pengertian Musik Gerejawi-APA ITU MUSIK GEREJAWI ?
Musik adalah suara yang dihasilkan dari bunyi pantulan benda atau yang dihasilakan oleh suara manusia dan nada atau suara sebuah alat musik dengan bunyi yang merdu, jika dikaitkan dengan musik gereja ialah sebuah musik yang dipakai di gereja untuk mengiringi ibadah dan musik gereja yang benar adalah musik yang mengandung prinsip-prinsip theologia alkitabiah. Baik dari sisi liriknya, elemen musiknya, serta “perkawinan” antara elemen musik dengan lirik.
Bernyanyi menggunakan suara dapat digambarkan sebagai salah satu pujian dari Umat manusia kepada Tuhan, baik dalam persembahan yang dilakukan dalam kebaktian serta dilakukan secara pribadi yang patuh kepada penciptanya. Sejak dahulu nyanyian jemaat telah menduduki tempat yang sangat penting dalam ibadah sehingga sangat diperlukan sebuah kesiapan dan persiapan yang matang dari para pelayan music dalam menyanyikannya. Gereja juga perlu menyadari bahwa perannya bukan hanya sebagai tempat beribadah , tetapi juga sebagai tempat untuk mewartakan kabar baik atau kabar sukacita , tempat pendidikan , pelayanan dan persekutuan. Musik dalam hal ini dapat memainkan peran-peran tersebut khusus dalam perayaan liturgi. Untuk mewujudkan harapan tersebut maka sangat dibutuhkan para penyanyi-penyanyi dan pemain musik yang terampil, disiplin, ahli, berdedikasi, rendah hati, berwibawa, tulus dan memiliki komitmen yang tinggi untuk sebuah pelayanan music sebagai pemimpin nyanyian jemaat. Tradisi pemimpin nyanyian dalam ibadah sebenarnya sudah dimulai sejak masa perjanjian lama ketika daud mengangkat pemimpin musik dalam ibadah bangsa Israel yakni , asaf, heman, dan yedutun (1 tawarikh 25). Mereka bertugas untuk memimpin kaum Lewi baik itu para penyanyi maupun para pemain musik di Bait Allah.
Di dalam bermusik pun ada di kenal juga paduan suara, Vokal Grup, Para Penyanyi, dan Pemaian musik di dalam ibadah. Kehadiran para penyanyi dan pemain music hendaknya tidak menggeser nyanyian jemaat dan merampas hak jemaat dalam mengekspresikan isi hati mereka kepada Tuhan. Fungsi utama mereka adalah sebagai pemimpin nyanyian jemaat. Mereka boleh saja menyanyikan lagu persembahan mereka,namun gereja juga perlu membina dan mengarahkan mereka untuk melatih atau mempersiapakan nyanyian jemaat yang akan digunakan dalam ibadah. Karena kehadiran mereka sangat dibutuhkan oeh jemaat sebagai pemimpin nyanyian. Ibadah bukanlah sebagai sebuah kesempatan untuk unjuk kebolehan atau melaksanakan konser, dimana jemaat hanya sebagai penonton. Jauh lebih indah ketika mereka bersama-sama dengan jemaat menaikkan pujian mereka dengan baik dan benar. Sungguh sangat disayangkan apabila gereja memiliki paduan suara/Vokal/solois/ pemain music yang handal, tetapi mampu menuntun/memimpin jemaat untuk bisa menyanyi dengan baik dan benar.
Dalam melaksanakan fungsi dan perannya mereka tidak boleh menutupi suara jemaat, karena tugas mereka adalah memimpin, menunjang, menghidupkan, serta memperindah nyanyian jemaat. Kehadirannya jangan sampai mencuri perhatian jemaat sehingga tidak lagi berfokus pada Kristus tetapi pada kepuasan dan selera semata. Adapun kesempatan mereka untuk mempersembahkan pujian, kiranya tidak lepas dari tema liturgis yang sedang berlangsung, kerena jika itu terjadi maka itu sama dengan memustuskan rangkaian liturgy dari awal hingga akhir. Sehingga sangat diperlukan ketegasan dari para pendeta dan majelis bahwa persembahan pujian harus sesuai dengan tema ibadah.
Musik kebanyakan telah digunakan di gereja untuk memperlengkapi suara nyanyian yang merdua atau dalam paduan suara maupun solo. Semua alat music dapat dipakai dalam ibadah atau di gereja, tergantung kemampuan seseorang yang memakainya agar ibadah di gereja tidak terganggu dengan adanya salah dalam bermain musik. Musik gereja mengutamakan kesederhanaan dalam mengiringi nyanyian jemaat, kesederhanaan menunjukkan sikap rendah hati di hadapan Tuhan. Tanpa alat music jemaat bisa memuji Tuhan. Instrumen yang terbaik adalah tubuh manusia sebagai instrumen buatan Allah, sehingga bunyi atau suara manusia adalah yang terutama. Itulah sebabnya nyanyian jemaat menjadi unsur utama dalam music gereja, karena lewat nyanyian, jemaat dapat langsung berkomunikasi dengan Allah menyampaikan seluruh isi hatinya kepada sang pencipta. Tetaplah menjadi gereja yang bernyanyi , jangan menjadi gereja yang bisu, yang tidak bisa memuliakan Allah.
Jadi Musik Gereja adalah adalah suatu jenis musik yang berkembang di kalangan kristen (juga pada zaman sebelum kekristenan: Yahudi terutama dilihat dari penggunaannya dalam ibadah gereja. Seorang tokoh musik gereja, Mawene (seorang Teolog Perjanjian Lama dari indonesia, namun juga memberi perhatian dalam Musik Gereja), dalam bukunya Gereja yang Bernyanyi menyebutkan musik gereja merupakan ungkapan isi hati orang percaya (Kristen) yang diungkapkan dalam bunyi-bunyian yang bernada dan berirama secara harmonis, antara lain dalam bentuk lagu dan nyanyian, Sama dengan musik secara umum, dua unsur; vokal dan instrumental harus diperhatikan, dan terkhusus dalam bermusik di gereja yang sarat dengan makna teologis dan berkenaan denganiman umat, dua hal itu sangat penting untuk disajikan secara tepat agar umat mampu menghayati imannya dengan bantuan musik.
Musik adalah suara yang dihasilkan dari bunyi pantulan benda atau yang dihasilakan oleh suara manusia dan nada atau suara sebuah alat musik dengan bunyi yang merdu, jika dikaitkan dengan musik gereja ialah sebuah musik yang dipakai di gereja untuk mengiringi ibadah dan musik gereja yang benar adalah musik yang mengandung prinsip-prinsip theologia alkitabiah. Baik dari sisi liriknya, elemen musiknya, serta “perkawinan” antara elemen musik dengan lirik.
Bernyanyi menggunakan suara dapat digambarkan sebagai salah satu pujian dari Umat manusia kepada Tuhan, baik dalam persembahan yang dilakukan dalam kebaktian serta dilakukan secara pribadi yang patuh kepada penciptanya. Sejak dahulu nyanyian jemaat telah menduduki tempat yang sangat penting dalam ibadah sehingga sangat diperlukan sebuah kesiapan dan persiapan yang matang dari para pelayan music dalam menyanyikannya. Gereja juga perlu menyadari bahwa perannya bukan hanya sebagai tempat beribadah , tetapi juga sebagai tempat untuk mewartakan kabar baik atau kabar sukacita , tempat pendidikan , pelayanan dan persekutuan. Musik dalam hal ini dapat memainkan peran-peran tersebut khusus dalam perayaan liturgi. Untuk mewujudkan harapan tersebut maka sangat dibutuhkan para penyanyi-penyanyi dan pemain musik yang terampil, disiplin, ahli, berdedikasi, rendah hati, berwibawa, tulus dan memiliki komitmen yang tinggi untuk sebuah pelayanan music sebagai pemimpin nyanyian jemaat. Tradisi pemimpin nyanyian dalam ibadah sebenarnya sudah dimulai sejak masa perjanjian lama ketika daud mengangkat pemimpin musik dalam ibadah bangsa Israel yakni , asaf, heman, dan yedutun (1 tawarikh 25). Mereka bertugas untuk memimpin kaum Lewi baik itu para penyanyi maupun para pemain musik di Bait Allah.
Di dalam bermusik pun ada di kenal juga paduan suara, Vokal Grup, Para Penyanyi, dan Pemaian musik di dalam ibadah. Kehadiran para penyanyi dan pemain music hendaknya tidak menggeser nyanyian jemaat dan merampas hak jemaat dalam mengekspresikan isi hati mereka kepada Tuhan. Fungsi utama mereka adalah sebagai pemimpin nyanyian jemaat. Mereka boleh saja menyanyikan lagu persembahan mereka,namun gereja juga perlu membina dan mengarahkan mereka untuk melatih atau mempersiapakan nyanyian jemaat yang akan digunakan dalam ibadah. Karena kehadiran mereka sangat dibutuhkan oeh jemaat sebagai pemimpin nyanyian. Ibadah bukanlah sebagai sebuah kesempatan untuk unjuk kebolehan atau melaksanakan konser, dimana jemaat hanya sebagai penonton. Jauh lebih indah ketika mereka bersama-sama dengan jemaat menaikkan pujian mereka dengan baik dan benar. Sungguh sangat disayangkan apabila gereja memiliki paduan suara/Vokal/solois/ pemain music yang handal, tetapi mampu menuntun/memimpin jemaat untuk bisa menyanyi dengan baik dan benar.
Dalam melaksanakan fungsi dan perannya mereka tidak boleh menutupi suara jemaat, karena tugas mereka adalah memimpin, menunjang, menghidupkan, serta memperindah nyanyian jemaat. Kehadirannya jangan sampai mencuri perhatian jemaat sehingga tidak lagi berfokus pada Kristus tetapi pada kepuasan dan selera semata. Adapun kesempatan mereka untuk mempersembahkan pujian, kiranya tidak lepas dari tema liturgis yang sedang berlangsung, kerena jika itu terjadi maka itu sama dengan memustuskan rangkaian liturgy dari awal hingga akhir. Sehingga sangat diperlukan ketegasan dari para pendeta dan majelis bahwa persembahan pujian harus sesuai dengan tema ibadah.
Musik kebanyakan telah digunakan di gereja untuk memperlengkapi suara nyanyian yang merdua atau dalam paduan suara maupun solo. Semua alat music dapat dipakai dalam ibadah atau di gereja, tergantung kemampuan seseorang yang memakainya agar ibadah di gereja tidak terganggu dengan adanya salah dalam bermain musik. Musik gereja mengutamakan kesederhanaan dalam mengiringi nyanyian jemaat, kesederhanaan menunjukkan sikap rendah hati di hadapan Tuhan. Tanpa alat music jemaat bisa memuji Tuhan. Instrumen yang terbaik adalah tubuh manusia sebagai instrumen buatan Allah, sehingga bunyi atau suara manusia adalah yang terutama. Itulah sebabnya nyanyian jemaat menjadi unsur utama dalam music gereja, karena lewat nyanyian, jemaat dapat langsung berkomunikasi dengan Allah menyampaikan seluruh isi hatinya kepada sang pencipta. Tetaplah menjadi gereja yang bernyanyi , jangan menjadi gereja yang bisu, yang tidak bisa memuliakan Allah.
Jadi Musik Gereja adalah adalah suatu jenis musik yang berkembang di kalangan kristen (juga pada zaman sebelum kekristenan: Yahudi terutama dilihat dari penggunaannya dalam ibadah gereja. Seorang tokoh musik gereja, Mawene (seorang Teolog Perjanjian Lama dari indonesia, namun juga memberi perhatian dalam Musik Gereja), dalam bukunya Gereja yang Bernyanyi menyebutkan musik gereja merupakan ungkapan isi hati orang percaya (Kristen) yang diungkapkan dalam bunyi-bunyian yang bernada dan berirama secara harmonis, antara lain dalam bentuk lagu dan nyanyian, Sama dengan musik secara umum, dua unsur; vokal dan instrumental harus diperhatikan, dan terkhusus dalam bermusik di gereja yang sarat dengan makna teologis dan berkenaan denganiman umat, dua hal itu sangat penting untuk disajikan secara tepat agar umat mampu menghayati imannya dengan bantuan musik.
Komentar
Posting Komentar