Pengertian Gereja
Latar Belakang kehidupan Calvin-Calvin dikenal sebagai reformator
oikumenis. Hal itu
juga tampak di bidang hukum gereja. Pada tahun 1523 Calvin memulai studinya di
paris. Sekolah itu memperkenalkannya dengan humanism dari abad-abad
pertengahan. Sesudah itu ia mengikuti studi hukum di Orleans dan Bourges. Sejak
akhir abad-abad pertengahan, Gereja erat bekerja sama dengan pemerintahan
Perancis. Karena itu reformasi dimusuhi di perancis. Dengan bantuan
kawan-kawannya, Calvin belajar mengenal “ajaran baru” itu. Awalnya ia tidak
tertarik pada ajaran reformasi. Cita-citanya ialah menjadi seorang ilmuwan.
Dalam segala pekerjaannya Calvin memberikandirinya dipimpin firman Allah dan Roh Kudus, supaya dalam segala sesuatu Gerejaditata menurut Firman Allah. Saya katakana, bahwa Gereja tidak dapat hidup,kecuali kalau disusun semacam pimpinan (pengurus), seperti yang kita ketahuidari Firman Allah dan yang dituruti dalam Gereja purba.”
Pada tahun 1541 Calvin atas permintaan Dewan Kota dan oleh dorongan Farel, ia kembali ke Geneva. Di situ ia segera mulai dengan suatu tatagereja baru. Pada tahun itu terbit karyanya “Ordonnances ecclesiastiques” (Ordonansi-ordonansi Gerejawi). Dalam karyanya itu ia menyebut empat macam jabatan, yaitu: jabatan pendeta (untuk pemberitaan Firman dan pelayanan disiplin), jabatan pengajar atau doctor (untuk pengajaran katekisasi dan pengajaran teologi), jabatan penatua (untuk pelayanan pastoral dan disiplin), jabatan diaken (untuk pelayanan kepada orang-orang sakit dan orang-orang miskin).
Dalam segala pekerjaannya Calvin memberikandirinya dipimpin firman Allah dan Roh Kudus, supaya dalam segala sesuatu Gerejaditata menurut Firman Allah. Saya katakana, bahwa Gereja tidak dapat hidup,kecuali kalau disusun semacam pimpinan (pengurus), seperti yang kita ketahuidari Firman Allah dan yang dituruti dalam Gereja purba.”
Pada tahun 1541 Calvin atas permintaan Dewan Kota dan oleh dorongan Farel, ia kembali ke Geneva. Di situ ia segera mulai dengan suatu tatagereja baru. Pada tahun itu terbit karyanya “Ordonnances ecclesiastiques” (Ordonansi-ordonansi Gerejawi). Dalam karyanya itu ia menyebut empat macam jabatan, yaitu: jabatan pendeta (untuk pemberitaan Firman dan pelayanan disiplin), jabatan pengajar atau doctor (untuk pengajaran katekisasi dan pengajaran teologi), jabatan penatua (untuk pelayanan pastoral dan disiplin), jabatan diaken (untuk pelayanan kepada orang-orang sakit dan orang-orang miskin).
Komentar
Posting Komentar