KITAB YUDAS
KITAB YUDAS
Siapakah Yudas? Ia sendiri mengatakan
bahwa Ia saudara Yakobus, jadi siapakah Yakobus? Hanya ada satu oranag yang
cocok dengan gambaran itu, yaitu Yakobus saudara Yesus. Berarti Yudas tentu
adalah saudara Yesus. ( Mat 13:55 “ bukankah Ia ini anak tukang Kayu? Bukankah
ibuNya bernama Maria dan saudara – saudaraNya: Yakobus, Yusuf, Simon, dan
Yudas?”). namun demikian Yudas tidak pernah menyebut dirinya seorang rasul
(walaupun berbicara tentang merek)! Ini berarti kita sedang berhadapan dengaan
seorang yang rendah hati dan sederhan yang tidak ingin menonjolkan diri.
Alkitab
mengatakan bahwa Yudas berbicara tentang iman, dan menyimpulkan bahwa apa yang
kita percayai. Oleh karena iman adalah pemberian Allah dan sebab Allah tidak
ingkar janji, maka sangatlah penting bagi kita. Yudas menganggap bahwa semua
kawanannya telah mengetahuinya dan akan memmpertahankannya.
Melalui kitab ini dikatakan bahwa apa yang
kita percayai dan bagaimana hidup harus serasi. Para guru palsu mengatakaan
bahwa mereka percaya akan kasih Karunia Allah dan bahkan mereka mengaku
mendapatkan wahyu khusus, tetapi kehidupan mereka sehari – hari menyangkal
pengaakuan tersebut.walaupun kelihatannya orang dapat menghindari hukuman dosa,
sejarah Alkitab mengatakan bahwa pada suatu hari Allah akan mengahkimi mereka.
Lewat kitab Yudas ini dikatakan bahwa
Allah memperhatikan umatNya, dan juga Allah memberikan segala sesuatu bagi
mereka untuk tetap mempertahankan diri
dalam hidup sebagai orang Kristen yang sejati . jelas pada ayat 24 –
25 “ Bagi Dia, yang berkuasa mejaga
supaya kamu jangan tersandung dan yang membawa kamu tak bernoda dengan penuh
kegembiraan di hadapan kemuliaanNya. Allah yang Esa juruselamayt kita Yesus
Kristus, Tuhan kita, bagi Dia adalah kemuliaan, kebearan kekutan dan kuasa
sebelum segala abad dan sekarang dan sampai selama – lamanya. Amin.” Lewat ayat 12, disimpulkan bahwa janganlah
kita menodai persekutuan dengan berpaling dari Allah demi mencapai keistimewaan
dunia. Dan kita tahu bahwa keistimewaandan kepuasan sejati berasal dari Tuhan
saja dan keistimewaandan kepuasan dunia
hanyalah semntara dan itu semua titipan dari Allah. Jangan biarkan diri kita
menjadi batu sandungan bagi roang lain, dan mementingkan diri sendiri, dan kita
janganlah hidup seperti awan yang tak berair yang gampang saja ditiup angina
kesana kemari tanpa arah dan tujuan. Tetapi kita harus memiliki penghapan yang
sejati selayaknya bagima kita hidup sebagai orang Kristen yang sejati.
Pada ayat 19, menjelaskan bahwa terkadang kita
sebagai manusi hanya dikuasai dengan keinginan – keinginan dunia tanpa hidup dengan Roh kudus. Lewat ayat
inilah dapat diketahui bahwa terkadang kita sering berlaku sebagai Kristen
palsu yang hidup tidak memiliki pengaharapan.
Dari
kitab Yudas ini , ada beberapa permasalah hidup yang akan kita hadapi.
Ø Ajaran Palsu,
kita akan sering menemui ajaran palsu, baik itu ajaran dari luar bahkan
terkadang ajaran dari dalam kita sendiri.
Ø Orang yang tidak
saleh.
Ø Kebebasan dan
nafsu
Ø Ketidakpercayaan
Ø Kesombongan
Ø Ketidakhormatan
Ø Ejekan
Ø Penolakan
terhadap wibawa
Ø Egoism
Ø Tidak adanya
buah roh,
Ø Keluhan
Surat yang sangat singkat namun tegas
ini ditulis untuk menentang para guru – guru palsu yang terang – terangan
berahaluan antinonisme yakni mereka mengajarkan bahwa keselamatan melalui kasih
karunia mengizinkan mereka untuk berdosa tanpa dijatuhi hukuman.
- Untuk sangat mengingatkan orang percaya mengenai ancaman serius dari para guru palsu dan pengaruh mereka yang merusak di dalam gerja
- Untuk menentaang orang percaya yang sejati dengan keras supaya mereka bangkit dan berjuang untuk mempertahankan iman yang telah disampaikan kepada orang – orang kudus. (jelas pada ayat 13) Untuk menulis tentang sifat keselamatan .
Karena dalam kitab Yudas terdapat
penekanan terhadap temaa yakni penghakiman. Dan lewaat surat Yudas ini,
menyaangkut tentang bagaimana kita menolaak guru – guru palsu dan sangat
ditekankaan bagaimana kita dapat mempertahankan dan membangun diri kita.
(ayat 20 : “ akan tetapi kaamu, saudara
– saudaraku yang terkasih, baangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang
paling suci dan berdoalah dalam Roh kudus) juga pada (ayat 21 “ peliharahlah
dirimu demikian kasih Allah sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus,
untuk hiudup yang kekal.”) Kita selalu
mengingat Firmaan Tuhan yang disampaikaan rasulNya karena Yudas sendirilah
Rasul itu dan juga menjadi penulis kitab ini dan salah satu tujuan kitab ini,
yaitu untuk sangat mengingatkan orang
percaya mengenai ancaman serius dari para guru palsu dan pengaruh mereka yang
merusak di dalam gereja.
Alasan
lain yaitu, Yudas adalah Rasul Yesus Kristus sendiri yang menulis kitab ini.
Yang mana kitab ini ditulis untuk semua orang kudus dan orang percaya supaya
mereka tetap berjuaang untuk mempertahankan ian mereka (ayat 3), dan juga
karena banyak pengedar yang muncul (ayat 4). Dan akhirnya jangan sampai kita jatuh lke dalam
dosa dan mengikut penyesat – penyesat. Dan hendaklah kita hidup kudus setiap
hari.
Komentar
Posting Komentar