Gereja menurut Calvin
Gereja menurut Calvin-Gereja menurut Calvin adalah perkumpulan dari orang-orang yang terpilih
(semua orang yang terpilih erat berhungan oleh iman dalam satu Gereja dan
persekutuan dan dalam satu umat Allah, di mana Kristus, tuhan kita, adalah
pemimpin, raja dan kepalanya). Di dalam dia mereka terpilih. Oleh pekerjaan yang
tersembunyi dari Roh Kudus mereka ditanamkan, diinkorporasikan dalam kristus,
sehingga mereka merupakan satu tubuh dengan Dia.
Tentang Gereja menurut Calvin kita hanya dapat berkata-kata dalam iman. Ia tersembunyi, tidak kelihatan dan hanya tampak pada Allah. Oleh pendapat ini Gereja yang kelihatan tidak kelihatan artinya. Dalam perealisasian keselamatan Allah ia turut dilibatkan.
Dalam ajarannya tentang jabatan, Calvin bergantung pada Bucer. Karena itu menurut dia pelayanan pemberitaan dan pelayanan sakramen adalah suatu hukum yang kudus dan abadi, yang ditugaskan kepada pengganti-pengganti para rasul. Pejabat-pejabat bagi dia sedikit atau banyak adalah lanjutan dari apostolat.
Waktu ia mempelajari dan menetapakan jabatan-jabatan, ia membedakan empat hal:
Perhatian Calvin lebih banyak ditujukan pada jabatan pemberitaan Firman. Ia harus menyampaikan pengajaran yang murni. Di sini ia menggunakan pengertian “Doctrina”. Tetapi pengertian ini tidak ia gunakan dalam arti intelektual. Yang ia maksudkan dengan pengertian ini ialah Gereja da di dunia untuk “mengajar” anggota-anggotanya. Sesuai dengan itu dengan itu tata Gereja Calvin menurut separuh ahli harus kita angap sebagai “peraturan untuk mengajar” dalam arti meneruskan Firman kepada orang lain.
Calvin tahu, bahwa tata gereja tidak dapat menghidupkan Gereja. Yang dapat menghidupkannya ialah Firman, yang diberitakan. Hal ini ia jelaskan dengan suatu kiasan seperti berikut: pimpinan Gereja, jabatan pastoral dan peraturan-peraturan yang lain bersama-sama dengan sakramen-sakramen dapat kita umpamakan dengan tubuh Gereja. Doktrin, yaitu firman Allah yang diberitakan (dalam rupa-rupa bentuk) adalah jiwa yang menginspirir tubuh dan yang menghidupkan serta membuatnya aktif bekerja. Oleh hal itu dihindari, bahwa seluruh tubuh Gereja tidak rusak dan menjadi bangkai yang mati dan yang tidak berguna. Maksud hukum Gereja (tatagereja) ialah memajukan dan memelihara kelangsungan pemberitaan Firman dalam artinya yang luas (sebagai doktrin).
Tentang Gereja menurut Calvin kita hanya dapat berkata-kata dalam iman. Ia tersembunyi, tidak kelihatan dan hanya tampak pada Allah. Oleh pendapat ini Gereja yang kelihatan tidak kelihatan artinya. Dalam perealisasian keselamatan Allah ia turut dilibatkan.
Dalam ajarannya tentang jabatan, Calvin bergantung pada Bucer. Karena itu menurut dia pelayanan pemberitaan dan pelayanan sakramen adalah suatu hukum yang kudus dan abadi, yang ditugaskan kepada pengganti-pengganti para rasul. Pejabat-pejabat bagi dia sedikit atau banyak adalah lanjutan dari apostolat.
Waktu ia mempelajari dan menetapakan jabatan-jabatan, ia membedakan empat hal:
1. Panggilan, yang ia anggap sebagai suatu panggilan batiniah. Ia terdiri
dari pengakuan yang ikhlas dari hati kita, bahwa jabatan yang diberikan kepada
kita tidak kita terima karena ingin hormat, tetapi karena ketakutan yang benar
kepada Allah dan karena kemauan kita untuk membangun Gereja.
2.
Pada panggilan batiniah ia menambahkan panggilan lahiriah. Yang ia
maksudkan dengan panggilan lahiriah ialah panggilan resmi oleh Gereja.
3. Pemilihan, yaitu pemilihan oleh jemaat. Bahwa oleh penyelidikan dan
persetujuaan jemaat dipilih orang-orang yang dianggap layak untuk diangkat
menjadi pejabat.
4. Ordinasi atau peneguhan. Peneguhan menurut dia selalu digunakan oleh
para rasul, kalau mereka menetapkan pejabat-pejabat untuk jemaat-jemaat
Perjanjian Baru.
Karena itu kita harus menerima ordinasi atau peneguhan sebagai suatu perintah. Perhatian Calvin lebih banyak ditujukan pada jabatan pemberitaan Firman. Ia harus menyampaikan pengajaran yang murni. Di sini ia menggunakan pengertian “Doctrina”. Tetapi pengertian ini tidak ia gunakan dalam arti intelektual. Yang ia maksudkan dengan pengertian ini ialah Gereja da di dunia untuk “mengajar” anggota-anggotanya. Sesuai dengan itu dengan itu tata Gereja Calvin menurut separuh ahli harus kita angap sebagai “peraturan untuk mengajar” dalam arti meneruskan Firman kepada orang lain.
Calvin tahu, bahwa tata gereja tidak dapat menghidupkan Gereja. Yang dapat menghidupkannya ialah Firman, yang diberitakan. Hal ini ia jelaskan dengan suatu kiasan seperti berikut: pimpinan Gereja, jabatan pastoral dan peraturan-peraturan yang lain bersama-sama dengan sakramen-sakramen dapat kita umpamakan dengan tubuh Gereja. Doktrin, yaitu firman Allah yang diberitakan (dalam rupa-rupa bentuk) adalah jiwa yang menginspirir tubuh dan yang menghidupkan serta membuatnya aktif bekerja. Oleh hal itu dihindari, bahwa seluruh tubuh Gereja tidak rusak dan menjadi bangkai yang mati dan yang tidak berguna. Maksud hukum Gereja (tatagereja) ialah memajukan dan memelihara kelangsungan pemberitaan Firman dalam artinya yang luas (sebagai doktrin).
Komentar
Posting Komentar