DOGMATIKA : Hubungan Yesus Kristus dengan Roh Kudus

DOGMATIKA : Hubungan Yesus Kristus dengan Roh Kudus

Dalam kekristenan dikenal konsep Trinititas atau keTritunggalan Allah. Tiga pribadi namun satu substansi yaitu Allah, tiga pribadi yakni: Allah Bapa, Allah Anak (Yesus) dan Roh Kudus. Jadi, Yesus dan Roh Kudus adalah satu kesatuan atau satu Pribadi yang terbagi dalam peran yang berbeda. Keduanya adalah pribadi Allah yg Tritunggal. Pribadi yang berbeda tetapi satu substansi ke-Allahan. Berbicara tentang hubungan Yesus dan Roh kudus tentunya punya "peran" masing-masing namun bukan berarti terpisah satu dengan yg lain serta tidak terlepas dari konsep keTritunggalan Allah.


Peranan Roh Kudus dalamkehidupan orang percaya (kaitannya dengan dunia pendidikan)


Dalam kisah pelayanan Yesus, Roh Kudus adalah Penghibur, Perantara Allah dengan para murid dalam Kisah Para Rasul pasal 1. Kisah perpisahan Yesus dengan murid-muridNya tentu meninggalkan luka dan kesedihan bagi para murid yang mengasihiNya. Karena itu pada peristiwa Yesus Terangkat ke Sorga (Kis. 1: 6-14), Yesus menjanjiak seorang Penghibur yakni Roh Kudus. Kehidupan orang percaya sebagai orang-orang pilihan Allah tentu diperhadapkan dengan berbagai fenomena hidup, kedilemaan dalam menjalani hidup dan problema iman yang lainnya. Karena itu, peran Roh Kudus dalam kehidupan orang percaya adalah sebagai Penolong (Kis. 1: 8), Penghibur dan Penasehat bagi manusia (Yoh. 14: 15-31). Disebut Penolong karena melalui Roh Kudus Allah dapat menyampaikan maksudNya bagi manusia (konsep Trinitas; fungsi/peranan Roh Kudus). Roh Kudus bahkan dapat menghibur orang percaya yang lagi berada dalam kesesakan karena beban hidup sehingga manusia menemukan jalan keluar. Sebagai Penasehat, Roh Kudus dapat memberi pertimbangan bagi manusia untu lebih bijaksana dalam memaknai dan menjalani permasalahan kehidupan sehingga segala jalan yang dipilih sesuai dan seturut dengan kehendakNya.
 

Kaitannya dengan dunia pendidikan adalah bahwa peran Roh Kudus kadang tidak lagi mendominasi karakter hidup para pekerja-pekerja Tuhan di lembaga pendidikan tertentu. Haus akan kekuasaan, harga diri dan berbagai kepentingan lainnya menjadi alasan paling dominan hilangnya peran Roh Kudus tersebut. Karena itu, para pemimpin, pengajar dan para pemegang kendai dalam dunai pendidikan tak terkecuali para anak didik semestinya terus membiarkan Roh Kudus bekerja. Roh Kudus bekerja ketika orang percaya dapat mengendalikan diri untuk mau dipimpin dan dibimbing oleh Tuhan melalui peran Roh Kudus.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Singkat Terbentuknya Gereja Kristen Sulawesi Barat (GKSB)

Kepemimpinan Perempuan dalam Gereja (suatu tinjauan Sosio-Teologis terhadap Kepemimpinan Pendeta Perempuan dalam Gereja Kristen Sulawesi Barat)

Laporan Baca : Buku Apakah Penggembalaan Itu ?