Cerita Sekolah Minggu: Raja Daud Hamba Allah (2 Samuel 6:7-8)

Cerita Sekolah Minggu: Raja Daud Hamba Allah (2 Samuel 6:7-8)
GARIS BESAR CERITA


(Memberikan pertanyaan kepada anak mengenai cerita minggu yang lalu dan berdiskusi kemudian kembali bertanya siapa yang ingin mendengarkan cerita yang baru)


Daud bersama bengan segenap orang israel mengangkat tabut perjanjian ke Yerusalem, menari-nari dan bernyanyi dengan sekuat tenaga dan di iringi dengan alat musik, orang Israel sangat bersukacita karena tabut perjanjian yang merupakan lambang kehadian Allah di tengah umat-Nya telah dibawah ke Yerusalem ketika mereka asik bernyanyi dan bersukacita sambil menari-nari tiba-tiba tabut itu hampir tergelincir sehingga Uza memegang tabut tersebut. Kira-kira apa yang terjadi ketika Uza memegang tabut itu ?, ia pada waktu Uza memegang tabut itu tiba-tiba uza meninggal, ketika Daud melihat bahwa uza telah meninggal maka Ia menjadi sangat marah sehingga tabut itu tidak diteruskan ke Yerusalem tetapi ditempatkan dirumah Obed Edom. Dan Tuhan pun memberkati rumah Obed Edom beserta seisi rumahnya karena tabut tersebut yang merupakan lambang kehadiran Tuhan berada di rumahnya.





Sekali lagi daud beserta orang Israel mengangkat tabut tersebt ke Yerusalem mereka bernyanyi bahkan menari-nari sambil bersukacita raja Daud menari nari memuji tuhan didepan Tabut itu, tetapi ketika Daud sementara menari-nari ada seseorang melihatnya dia adalah Mikhal anak dari Raja Saul dia memandang rendah Daud dengan mengatakan
Mikhlal : oh mbai baga-baga tonganmo te raja Daud jo anna na’ gellu’- gellu’susi to tang matana
Demikianlah Mikhal memandang rendah Daud yang sedang memuji Tuhan dengan menari-nari. Nah ketika tabut tersebut telah sampai di Yerusalem maka tabut tersebut dimasukkan kedalam kemah, dan bangsa Israel pun melaksanakan ibadah syukuran yang besar  mereka mempersembahkan korban bakaran berupa korban bakaran dan korban keselamatan dipersembahkan kepada tuhan kemudian mereka membagi-bafikannya dan merekapun kembali ke rumah mereka masing-masing dengan bersukacita, Daud jugapun kembali ke rumahnya. Dam mikhal yang menghinanya pun dihukum oleh Tuhan karena menghina Daud yang sedang menari-nari sehungga Mikhal mandul sampai Ia mati
Kemudian timbullah dalam hati Raja Daud bahwa ia akan membuat suatu rumah bagi Tuhan nah pada saat itu ia pergi kepada seorang nabi yang bernama nabi Natan dan memintah nasihatnya mengenai rencananya untuk mendirikan suatu rumah bagi Tuhan. Tetapi tuhan mempunyai kehendak lain yaitu suatu kelak anaknyalah yang akan mendirikan rumah bagi Tuhan dan Tuhan berjanji akan membuat kerajaannya menjadi kokoh.Setelah itu raja Daud masuk kedalam kemah suci dam meremdahkan diri di hadapan Tuhan sambil berdoa  dan bersyukur atas janji Tuhan yang telah difirmankan kepadanya.
Kita pun harus mencontoh raja Daud meskipun ia dihina oleh Mikhal namun ia tetap  tidak merasa gengsi untuk memuji Tuhan, kita juga pun harus merendahkan diri dalam mengikuti Tuhan yesus janganlah kita tinggi hati sebab orang yang tinggi hati tidak disukai oleh Tuhan. Seperti raja Daud yang walaupun dihina oleh Mikhal ia tetap merendahkan diri dan janganlah kita membalas jika kita diperlakukan dengan demikian tetapi kita harus mengampuninya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Singkat Terbentuknya Gereja Kristen Sulawesi Barat (GKSB)

Kepemimpinan Perempuan dalam Gereja (suatu tinjauan Sosio-Teologis terhadap Kepemimpinan Pendeta Perempuan dalam Gereja Kristen Sulawesi Barat)

Laporan Baca : Buku Apakah Penggembalaan Itu ?