Dari kelahiran Yesus sampai pembaptisan-Nya
Arti fakta-fakta kelahiran dan masa muda Yesus
sama besarnya dengan arti fakta lain dalam kehidupan-Nya. Tetapi isi
pemberitaan pertama adalah dekatnya Kerajaan Allah dan perlunya pertobatan dan
iman. Peristiwa-peristiwa yang terjadi sebelumnya (kelahiran dst.) tidak termasuk
is pemberitaan kepada rakyat banyak.
Kelahiran dan masa muda Yesus dapat
dibandingkan dengan fondasi di dasar sebuah bangunan, yang tidak langsung dapat
dilihat. Yesus tidak menuntut perhatian terhadap fakta-fakta khusus di sekitar
kelahiran-Nya. Hal ini disebabkan oleh karena Yesus tidak mencari kehormatan
untuk diri-Nya sendiri. Dia memperkenalkan Allah Bapa. Dia ingin agar orang
percaya kepada-Nya karena sabda-Nya dan karena tanda-tanda yang dibuat-Nya. Kristus
tidak datang untuk membacakan biografi-Nya, melainkan untuk memenuhi janji
Yohanes Pembaptis yakni pengampunan dosa dan pembaptisan dengan Roh Kudus. Dia
ingin memusatkan perhatian orang pada ajaran dan penderitaan-Nya demi penebusan
dosa.
Maka Kitab Injil yang bertolak dari pengajaran
Yesus ini dapat mulai dengan penampilan Yohanes Pembaptis di padang gurun.
Begitulah halnya Injil Markus.
Rasul Yohanes
hendak menunjukkan bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah. Oleh sebab itu,
Yohanes terutama menulis tentang cara Yesus menyatakan diri-Nya. Sesudah
kelahiran Yesus memang ada kesaksian mengenai
Yesus, tetapi kesaksian itu tidak merupakan penyataan oleh Yesus. Dan peristiwa-peristiwa di sekitar kelahiran Yesus
tidak dialami oleh rasul Yohanes sendiri sebagai saksi mata.
Tetapi Matius mengutamakan unsur-unsur yang
memperlihatkan penggenapan Kitab Suci. Caranya memilih-milih bahan-bahan dari
masa permulaan ditentukan oleh tujuan itu. Pada permulaan kehidupan Yesus pun
Kitab Suci digenapi (Mt.1:1-17,23; 2:6,15,18,23).
Dan Lukas berusaha menggambarkan peristiwa-peristiwa
‘dari asal-mulanya’ (Lk.1:3), terutama saat-saat dunia luar bersentuhan dengan
fakta-fakta riwayat kehidupan Yesus, yang dibicarakan dan diberitakan dalam
lingkungan lebih luas (Lk.1:58,65; 2:10,20,38,46).
Fakta-fakta tentang permulaan kehidupan Yesus
bukan tidak diketahui orang. Orang tahu bahwa Zakharia yang menjadi bisu
melihat penglihatan di dalam Bait Suci (Lk.1:22). Mereka tahu bahwa Tuhan telah
mengerjakan mukjizat-mukjizat di rumah tangga Zakharia, dan bahwa Zakharia
telah bernubuat (Lk.1:67). Tidak lama kemudian juga tersebar berita dari
gembala-gembala (Lk.2:8,20).
Banyak orang mendengar perkataan Simeon, dan
berita tentang kelahiran Yesus dari Hana (Lk.2:28,38). Semua hal itu menjadi
bahan pembicaraan bagi masyarakat luas!
Selama 30 tahun tidak ada berita lagi tentang
Yohanes dan Yesus. Pada waktu Yesus menampilkan diri, orang mengenal Dia
sebagai orang asal Nazaret di Galilea (Yoh.7:41-42). Tetapi Lukas mengetahui
peristiwa-peristiwa itu, apakah dari pengalamannya sendiri atau orang tuanya,
atau karena dia belakangan mendengar ceritanya dari orang yang pernah
menyaksikannya. Dan juga karena informasi dari Maria (Lk.1:26-56).
Riwayat keluarga yang lebih intim, yang
disajikan oleh Matius, terkenal di kalangan jemaat karena hadirnya Ibu Maria
dan saudara Yesus yang bernama Yakobus. Merekalah yang dapat memberi kesaksian
tentang kisah yang kurang diketahui (Mt.1:18-2:23). Mungkin Yesus sendiri dalam
lingkungan keluarga-Nya memberitahukan alasan-alasan semua ini berdasarkan
Kitab Suci (Lk.2:40,47,52). Pasti ibu-Nya dan saudara-saudara-Nya mengingat
kearifan Yesus pada waktu Dia belum dewasa (walaupun pada mulanya mereka tidak
percaya dan meremehkan pengajaran-Nya, Yoh.7:3-5). Matius mendengar
peristiwa-peristiwa yang diceritakan dalam Mt. 1 dan 2 langsung dari mereka!
Komentar
Posting Komentar