Apa Itu Perkunjungan Pastoral ?




   A. Dasar Alkitabia
Dasar utama dalam perkunjungan pastoral adalah karena Allah sendiri telah lebih dahuluh mengunjungi dan melayani umatNya, sehingga umat Allah mempunyai tanggungjawab untuk mengunjungi dan melayani sesamaNya.
        
Dalam perjanjian Lama
Tuhan Allah adalah penciptaan alam semesta. Dia pemilik seluruh alam semesta ini termasuk manusia. Bahkan manusia bukan hanya sekedar miliktetapi amat dikasihinya dengan kasih yang kekal. “Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setiaKu kepadamu ”(Yer. 31:3). Karena itu Tuhan  tidak hati-hatinya melanjutkan dan melimpahkan kasihNya.
Pelayanan perkunjungan dalam Perjanjian Lama diawali dengan perkunjungan Allah kepada Adam (kej. 3:8 ). Allah datang menengok manusia ditaman Eden untuk mengetahui keadaan dan situasi manusia. Antara Allah dan manusia ada hubungan yang baik, manusia mengenal Allah melalui buah ciptaan dan juga pengenalan Allah sendiri.
Hubungan antara Allah dan  manusia rusak karena pelanggaran manusia jatuh kedalam dosa (kej. 3), tetapi Allah tetap mengasihi manusia dan membuat rencana untuk memperbaiki yang putus. Rencana Allah itu diyatakan kepada Abraham dan bentuk janji, diwujudkan dengan pemilihan dan pembentukkan bangsa Israel menjadi umat Allah secara khusus dengan pemanggilan Musa sebagai pemimpin umat Israel (kel. 3:4) yang menyampaikan hukum Taurat bangsa Israel.
Penting gembala di Israel terletak pada ketergantungan mereka pada domba-dombanya. Domba bersandar sepenuhnya kepada perlindungan dari gembala yang menyelamatkan antar  singa dan beruang ( 1 Sam. 17:34-35; Ams. 3:12) dapat disimpulkan bahwa tugas perkunjungan pastoral adalah tugas dan kepercayaan dari Tuhan sendiri bila tugas  dilalaikan maka Tuhan dapat mempercayakan kepada pihak lain. Sekarang banyak domba yang terlancar, kurang diperhatikan dan berdaulat sendiri untuk mengatasi pergumulan gembala diingatkan untk memperbaiki domba-dombaNya.  
       
Dalam perjanjian Baru
Yesus tampil sebagai gembala karena Allah Bapa gembala yang baik yesus datang kedunia bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani.(Mat. 10:45), pelayanan ada berbagai macam seperti berkhotbah, mengajar, melakukan mujisat, membangkitkan orang mati dan lain-lain.
Yesus melakukan penggembalaan tidak hanya berkelompok, melainkan juga memperhatikan kehidupan pribadi dari domba-dombaNya. Yesus berkunjung melayani lewat percakapan, percaya pada yesus dengan Nikodemus(yoh. 3:1-21), percakapan Yesus dengan perempuan samaria (yoh. 4:1-42) yesus berjuang membelah dombanya sampai titik darah penghabisan jiwa raganya dipersembahkan demi keselamatan domba sehingga mereka memiliki hidup, baru memiliki dalam kelimpahan (yoh. 10:3-14). Kristus sebagai gembala yang agung dan memberikan penghargaan tertinggi dan mulia, “maka apabila gembala agung datang, kamu akan menerima makhota kemulian yang tidak dapat layu”(1 Ptr. 5:4), inilah punca jerih jurang gembala yang setia dalam pelayanaNya.

Yesus naik kesorga tugas untuk menggembalakan diamatkan kepada pengikut-pengikutNya  (murid-murid). Mereka melakukan pelayanan perkunjungan seperti juga dikatakan pelayana perkunjungan seperti Yesus tidak hanya mengajat berkhotba tetapi juga melakukan pelayanan perkunjungan seperti Rasul Paulus mengunjungi penatua-penatua mereka untuk mengajar (kis. 20:20).
Seorang gembala dapat mengasihi domba-dombanya hanya jika dia sudah lebih dahulu mengasihi Kristus. Kita dapat tidak member dan membagi kasih tanpa kita memiliki kasih kristus, kita mengasihi karena Allah sudah lebih dahulu mengasihi kita (1 Yoh. 4:19). Allah sudah lebih dahulu mengasihi kita dalam Kristus, sebagai kita ada menyambut, menerima serta memiliki kasih itu. Kasih kristus merupakan sumbrt dan kekuatan dalam mengasihi domba-dombanya miliknya yang dipercayakan kepada gembala sikapnya adalah “gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksaan ”(1 ptr. 5:2a), melakukan dengan senang hati ikhlas dan tidak mengharapkan gembala, motifnya karena iman dan kasih kepada Kristus.

     B. Tujuan perkunjungan pastoral
Tujuan perkunjuan pastoral adalah untung membangun kehidupan jemaat sebagai tubuh kristus, agar mereka boleh hidup sesuai dengan panggilannay, melihat keadaan anggota jemaat, memberikan motivasi semangat kepada anggota keluarga untuk lebih giatkhususnya pertumbuhan iman. Tujuan pastoral penggembalaan yaitu supaya jemaat kristus dibangun, anggota jemaat memerluhkan bimbingan dan mengetahui bagaimana mereka bisa hidup sebagai pengikut kristus dalam setiap situasi dan persoalan hidup yang dialami. Perkunjungan pastoral dilakukan untuk memberikan hiburan, nasehat, dan pimpinan bagi setiap jemaat keadaan rumah setiap anggota jemaat berbeda, ada banyak masalah yang tersembunyi dalam kehidupan orang Kristen yang berbahagia, sebagai gembala dalam jemaat, majelis jemaat, ingin mengetahui situasi anggota jemaat persoalan hidup yang dialami dan mau berusaha untuk membantu mereka.
Perkunjungan dilakukan bukan hanya bertemu, baik dalam kegembiraan dan pengucapan syukur tetapi juga dalam kesusahan dan pergumulan. Dengan adanya kunjungan itu maka anggota jemaat mendapat kesempatan untuk mencurahkan isi hati kepada gembala, dapat berputar pikiran dengan gembala tentang persoalan-persoalan yang dihadapi membaca firman Tuhan, berdoa bersama dan menyelesaikan masalah yang dialami secara bersama-sama. Suatu pelayanan yang penting dilaksanakan oleh majelis jemaat mencari tahu masalah yang mereka hadapi kemudian member nasehat, bimbingan, mencari jalan keluar bersama. Bagi anggota jemaat yang mungkin tidak ada masalah melalui perkunjungan itu majelis dapat memberikan semangat dan motivasi untuk lebih giat khususnya pertumbuhan iman.
    C. Isi Perkunjungan Pastoral
Perkunjungan pastoral bukanlah mengadakan ibadah seperti biasa, tetapi member perhatian khusus kepada rumah tangga/ anggota jemaat, supaya mereka merasa dan mengetahui bahwa dirinya disapa secar pribadi oleh irman Allah dan supaya mereka mengetahui apa panggilanya untuk seluruh kehidupannya. Untuk memakai waktu dengan baik dan bertanggungjawab, perluhlah gembala selalu datang tepat pada jam yang dijanjikannya.
Agar benar-banar bertemu dengan anggota jemaat, gembala perlu menyesuaikan diri dengan keadaan keluarga yang dikunjunginya. Penyesuaian diri itu nyata misalnya dari cara berpakaian, sehingga gembala tidak mau memakai jas dan dasi umpamany kalau ia mau mengunjungi suatu keluarga yang miskin dan sederhana sekali. Tetapi kalau mau kunjungi biasa memakai jas dan dasi, baiklah gembala juga berpakaian lengkap. Dalam hal ini tidak ada aturan, cukuplah bahwa gembala selalu waspada , bahwa ia tidak berbuat sesuatu yang dapat menghalangi maksud perkunjungan itu. Begitupun gembala harus menyesuaikan diri dalam hal bahasa. Kalau anggota jemaat itu biasa bercakap-cakap dalam bahasa daerah, dan agak sulit bercakap-cakap dalan Bahasa Indonesia, maka sebaliknyalah gembala juga, bercakap-cakap dalam bahasa daerah. Hal ini sering terjadi kalau ynag dikunjungi itu orang ynag sudah lanjut usia. Jangan memakai perkataan-perkataan tinggi dan sulit dalam suasana keluarga yang sedrehana. Keinginan yang murni untuk betul-betul bertemu dengan orang yang dikunjungi itu, akan memberikan kepada gembala dengan orang yang dikunjungi itu, akan member kepada gembala perkataan yang tepat.
  

Komentar